PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 60


__ADS_3

"Istri saya itu orang yang sangat professional dalam bisnis. Jadi ga mungkin istri saya mau mendekati pria lain." jawaban Arsya, membuat Radit merasa gagal menjalani misi pertamanya.


Arsya kemudian menyuruh Radit untuk keluar, jika ingin masih kerjasama dengan Perusahaannya. Radit pun akhirnya keluar dari kantor Arsya. Radit pun kemudian menendangi ban mobilnya karena kesal.


"Ah, sial! Awas kamu, suatu saat Aku pasti akan menghancurkan rumah tangga kalian." Gerutu Radit, dan Radit pun kembali ke kantornya.


Sementara Arsya, memandangi foto istrinya. Arsya mencium foto istrinya itu. Kemudian Radit menelfon istrinya.


"Halo sayang," Kata Arsya kepada istrinya.


"Iya mas, tumben telfon jam segini." Tanya Sofia merasa heran.


"Ga apa-apa, cuma kangen saja." Jawab Arsya mulai gombal.

__ADS_1


"Em.. sejak kapan belajar gombal mas?" Sofia mencibir suaminya. Dan Sofia merasa heran, sebenarnya apa yang telah merasuki suaminya itu.


"Biarin, gombal sama istri sendiri." Kata Arsya, entah kenapa dalam hati Arsya ada rasa cemburu. Saat Radit bilang bahwa Iya mantannya Sofia. Tapi Arsya sangat yakin bahwa istrinya tidak mungkin mengkhianatinya.


"Nanti pulang kantor mau dibawain apa sayang?" Tanya Arsya menunjukkan suatu perhatian kecil kepada istrinya.


"Ga ada Mas, Aku ga pengen apa-apa. Aku cuma pengen kamu saja." Kata Sofia yang tidak kalah gombal terhadap suaminya.


Arsya bercanda dengan istrinya di telfon. Pasangan suami istri ini, saling percaya dan pengertian. Bahkan, para karyawannya pun sangat bangga dengan pasangan Arsya dan Sofia. Karena mereka saling mencintai, Bahkan ada salah satu karyawan yang bilang, bahwa mereka adalah istri dan suami panutan, rumah tangga idaman.


Setelah sampai rumah, Arsya malah memeluk Istrinya. Dan Sofia juga sangat senang ketika suaminya memeluknya. Pelukan hangat dari sang suami. Pasangan yang sangat mesra.


Arsya pun menginginkan sesuatu dari Sofia, tetapi Sofia tidak mengerti apa keinginan suaminya. Arsya malah memberikan kode kepada Sofia. Dan Sofia pun perlahan-lahan mulai mengerti apa maksud suaminya.

__ADS_1


"Ih.. kamu ya mas, genit deh." Sofia tersenyum bahagia. Meskipun Sofia sudah mengandung, Namun mereka tetap seperti pengantin baru. Arsya malah semakin mesra terhadap istrinya. Dan Arsya pun menggendong Sofia ke kamar.


Arsya mengelus perut istrinya dan menciuminya. Arsya berbicara dengan calon buah hatinya.


"Sayang, baik-baik di dalam ya.. Jangan nakal, sehat-sehat ya sayang.." Kata Arsya dengan bahagia. Arsya menjadi tidak sabar menunggu buah hatinya lahir.


Setelah mencium perut istrinya, kemudian berlanjut ke istrinya. Sofia merasa bangga dan bahagia. Sofia bersyukur karena telah diberikan suami yang sangat sayang kepadanya. Sofia mengelus rambut suaminya.


"Mas, terimakasih dengan semuanya. Aku beruntung punya suami yang sangat sayang, perhatian, terimakasih mas.." Kata Sofia sambil tersenyum.


Arsya kemudian menutup bibir Sofia dengan satu jari telunjuknya.


"Sayang, Aku suamimu. Kamu ga perlu berterimakasih, karena ini semua sudah kewajiban Aku. Aku sangat sayang sama kamu." Kata Arsya dengan mesra.

__ADS_1


"Mas, nanti jika anak kita sudah lahir, sayangi dia ya... Rawat dan didik Dia dengan baik. Besarkan Dia dengan penuh kasih sayang." Kata Sofia tiba-tiba. Entah, Sofia tidak tahu kenapa Sofia berbicara seperti itu dan membuat Arsya bingung.


__ADS_2