
Dan Mereka pun kembali ke kantor, meskipun sudah saling mengungkapkan, Arsya dan Sofia tetap menjaga sikap, mereka tidak menunjukkan kemesraan di depan karyawannya.
...************...
Arsya Aditya
Arsya adalah seorang pengusaha sukses hingga ke mancanegara, diusianya yang masih muda. Arsya dan Sofia selisih lima tahun. Sekarang usianya sudah menginjak 28 tahun. Arsya adalah pemuda yang sangat tampan, hidung mancung, kulit putih, bibir tipis, badan tegap dan tinggi.
Semua perempuan jatuh hati melihat ketampanan Arsya. Arsya adalah Bos yang sangat baik dan bijaksana terhadap semua bawahannya. Selama ini Arsya selalu menutup hatinya untuk perempuan manapun. Karena Arsya merasa trauma, karena Iya sudah dikhianati oleh seorang perempuan yang pernah bersemayam di hatinya.
Pertama kali Arsya melihat Sofia, Arsya kembali membuka hatinya. Arsya telah jatuh hati kepada Sofia. Arsya melihat Sofia adalah perempuan yang sangat cantik natural. Apalagi Sofia adalah sosok perempuan yang ramah, baik dan jujur. Membuat Arsya semakin kagum kepadanya.
__ADS_1
Arsya sampai rela menyusul Sofia ke Indonesia, hanya untuk bertemu dengannya. Awalnya Sofia tidak punya perasaan apa-apa terhadap Arsya. Tetapi karena sikap dan perbuatan Arsya, akhirnya Sofia menjadi luluh dan jatuh hati kepadanya.
Sampai pada akhirnya Arsya berani mengungkapkan perasaannya kepada Sofia. Dan Sofia pun membalas perasaan Arsya.
Kini, hubungan Sofia dan Arsya semakin dekat dan lengket. Arsya berencana akan segera melamar Sofia secara resmi didepan orang tuanya.
Arsya tidak ingin menunggu lebih lama lagi, karena menurut Arsya, semuanya sudah jelas. Minggu depan Arsya akan mendatangi rumah Sofia, dan ingin meminta restu kepada kedua orang tuanya.
"Sofia, ini bukan di kantor. Jangan manggil Bapak dong, kayak ngerasa udah tua aja Aku." Jawab Arsya yang tidak mau dipanggil Bapak oleh kekasihnya itu.
"Iya sudah kalau begitu, Saya manggil mas aja ya Pak," Lagi-lagi Arsya tersenyum dengan perkataan Sofia.
__ADS_1
Meskipun sudah saling mengetahui perasaan satu sama lain, Sofia masih saja menggunakan bahasa yang formal dan masih malu-malu terhadap Arsya.
"Sofia, sebentar lagi kamu akan menjadi istri Aku, biasakan bahasanya jangan terlalu formal, biasa aja." Kata Arsya kepada Sofia sambil tersenyum.
Sofia hanya tersenyum malu-malu kepada Arsya. Iya tidak tahu harus berkata apa. Tapi yang Sofia rasakan hari ini adalah bahagia tapi malu. Sofia hanya menunduk, tidak berani memandang wajah Arsya.
Arsya pun memegang tangan Sofia, dan menatap wajah Sofia lekat-lekat. Kemudian Arsya memegang dagunya Sofia. Dan Arsya mendekatkan bibirnya ke bibir Sofia. Lalu bibir mereka menyatu. Sofia membulatkan bola matanya.
"Sofia, Aku janji akan membuat kamu bahagia. Dan Aku janji akan menjadikan kamu ratu. Nanti, kalau kita sudah nikah, Kamu tidak boleh bekerja apapun itu. baik itu pekerjaan kantor, rumah." Sofia hanya tersenyum dan menundukkan kepala mendengar pernyataan Arsya.
"Sofia, kamu ingin pernikahan yang seperti apa? Dan maunya diadakan dimana?" Arsya bertanya serius kepada Sofia.
__ADS_1
"Mas, Aku ingin pernikahan kita sederhana saja. Dan Aku ingin pernikahan ini diadakan di rumah saja. Yang dihadiri oleh para saudara, kerabat dan para tetangga. Dan juga para rekan-rekan kantor. Aku ga mau yang terlalu mewah, dan banyak buang-buang duit." Arsya membelalakkan kedua matanya mendengar permintaan Sofia.