PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 68


__ADS_3

Lalu Rafa pun berjalan mendekati Sofia dan duduk di sampingnya. Rafa menanyakan usia kandungan Sofia. Dan Sofia menjawab bahwa kandungannya memasuki usia 20 minggu.


"Oh iya, kamu ga mau USG kandungan kamu?" Tanya Rafa, Sofia hanya menunduk dan tersenyum manis. Dan Sofia menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayi kamu?" Tanya Rafa lagi.


"Nanti, kalau sudah lahir pasti akan tahu. Biarkan ini menjadi kejutan nantinya." Kata Sofia sambil senyum. Rafa pun ikut tersenyum mendengar ucapan Sofia.


Rafa pun berangkat kerja dan membiarkan Sofia sendirian. Sofia tetap sendirian dan sambil mengelus perutnya yang kian hari semakin membesar.


Di kantor, Rafa mendapat kabar bahwa perusahaan Arsya sedang mengalami masalah. Rafa tersenyum mendengar kabar ini.


"Pantas saja perusahaannya sedang bermasalah, Karena Dia sudah membuang aset terbesar di perusahaannya." Pikir Rafa. Maksud Rafa, Arsya sudah membuang Sofia yang sanga berpotensi bagi perusahaannya.


Sekarang, Perusahaannya Rafa yang menjadi nomor 1. Ini semua berkat Sofia yang memiliki ide-ide brilian. Rafa sangat beruntung bisa bertemu dengan Sofia. Bagi Rafa Sofia adalah malaikat yang telah menolongnya.


...************...


Hari Libur


Sekarang adalah hari libur kerja. Dan Rafa sangat senang, karena hari ini Rafa bisa melihat Sofia sehari penuh di rumahnya. Rafa tidak ingin jika Sofia pergi dari rumahnya. Sementara Sofia, merasa tidak enak jika terus-terusan ada di rumah Rafa.


Sofia sebenarnya ingin pergi dari rumah Rafa dan pindah ke kontrakan baru. Namun, Rafa tidak mengijinkan. Karena kondisi Sofia sedang hamil. Rafa takut terjadi apa-apa dengan Sofia.


Sofia ingin pergi keluar, untuk mencari angin. Sofia pergi sendirian tanpa ditemani oleh siapapun. Sofia sedang pergi ke taman, dan duduk di sana. Sofia sedang menikmati pemandangan yang ada di taman tersebut.

__ADS_1


Ada seorang anak kecil yang tidak sengaja menjatuhkan bola di depan Sofia. Lalu Sofia membantu mengambil bola anak itu. Sofia pun tersenyum kepada anak tersebut.


Anak itupun di panggil oleh ayah dan Ibunya yang sedang mengandung. Terlihat sebuah pemandangan yang dimana sepasang suami istri yang saling sayang. Sofia melihat laki-laki itu sedang mengelus perut istrinya. Lalu menggendong anaknya.


Sofia jadi teringat dengan Arsya. Sofia membayangkan suaminya sedang mengelus perutnya. Dan hal ini Sofia menjadi sedih. Sofia berharap agar masalah ini cepat berlalu. Dan Sofia harus kuat dalam menghadapi semua ini.


Sofia terus menikmati indahnya taman. Di taman tersebut Sofia berpapasan dengan Arsya. Arsya pun juga sendirian tanpa ditemani oleh siapapun juga. Mereka saling bertatapan. Sofia tersenyum melihat suaminya.


Tapi berbeda dengan Arsya, Iya tidak membalas senyum istrinya. Sofia pun menunduk dan tidak banyak berharap kalau Suaminya akan membalas senyum darinya. Sofia pun ingin pergi dari tempat itu.


Ketika Sofia mau pergi, tiba-tiba Arsya merasakan sakit di bagian pinggangnya. Arsya berteriak kesakitan, dan sakitnya tidak bisa di tahan.


Sofia pun membantu memapah Suaminya. Namun, Arsya tetap tidak sudi dibantu oleh Sofia. Tetapi, Sofia tetap bersi keras untuk membantu Suaminya, meskipun Arsya berkali-kali mendorongnya.


"Mas, Aku tahu kamu benci Aku. Tapi, bagaimanapun juga kamu adalah suami Aku." Kata Sofia kepada suaminya. Namun Arsya tersenyum sinis kepada Sofia.


"Mas, biar Aku antar kamu pulang ya.. Setidaknya kamu baik-baik saja," Kata Sofia dengan lembut. Namun, Arsya menggelengkan kepala dan tersenyum menghina.


"Aku bisa meminta bantuan sopir, kamu ga usah sok perhatian denganku." Kata Arsya. Namun, Sofia tetap tersenyum. Dan tidak membalas hinaan suaminya.


Arsya pun meninggalkan Sofia di taman, Sofia masih memandangi suaminya dan memastikan suaminya baik-baik saja. Namun, hal aneh terjadi kepada Sofia. Sofia mengalami mimisan dan membuatnya sedikit pusing.


Sofia berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri. Namun, rasa pusing itu sudah tidak bisa ditahan. Sofia pun terjatuh dan tidak sadarkan diri. Beruntung sekali Rafa mengikutinya dari belakang. Lalu tanpa banyak tanya, Sofia dibawa pulang terlebih dahulu oleh Rafa.


Sambil menunggu Sofia sadar, Rafa memandangi wajah Sofia yang syahdu. Rafa merasa Iba terhadap Sofia. Rafa menjadi tidak tega kepadanya.

__ADS_1


"Sofia, kamu terlalu baik. Tidak adik rasanya jika kamu harus disakiti terus-menerus." Kata hati Rafa. Tak lama kemudian Sofia sadar. Dan Rafa membantu Sofia untuk duduk.


Sofia masih bisa tersenyum, meskipun dalam keadaan lemas. Sofia mengucapkan terimakasih kepada Rafa. Rafa pun membalas senyuman itu. Dan Rafa pun keluar dari kamar Sofia.


Rafa merasa sangat geram kepada Arsya. Kali ini Arsya sudah sangat kelewatan. Rafa pun mendatangi rumah Arsya dengan keadaan emosi. Setelah sampai di rumah Arsya, Rafa pun menerobos rumahnya.


Rafa pun melihat Arsya sedang berduaan dengan Marsha. Hal ini jelas membuat Rafa sangat marah. Rafa memegang kerah baju Arsya. Lalu secara tiba melayangkan sebuah pukulan ke wajahnya.


**Buk!


"Dasar laki-laki tidak punya perasaan**." Rafa berkali-kali melayangkan pukulan ke wajah Arsya. Dan Marsha pun berteriak. Karena ketakutan


"Kamu tuduh istrimu selingkuh, nyatanya kamu sendiri yang selingkuh." Kata Rafa kepada Arsya dengan penuh amarah.


"Saya, sama Marsha tidak ada hubungan apa-apa. Marsha ini mau mengobati saya. Dan Kamu, ga usah munafik. Kamu jauh lebih munafik daripada saya. Kamu tinggal serumah dengan seorang perempuan yang masih menjadi istri orang." Mendengar omongan Arsya, Rafa pun memukulnya lagi.


"Arsya, jika kamu sudah tidak mencintainya lagi, lepaskan dia. Jangan sakiti dia terus-menerus." Kata Rafa.


"Kamu tenang saja, setelah Dia melahirkan nanti, Aku akan menceraikan Dia." Jawaban Arsya tanpa rasa peduli sedikitpun.


"Arsya, suatu saat kamu pasti menyesal. Kamu sudah membuang malaikat sekaligus bidadari. Dan kamu lebih memelihara setan sekaligus ular." Rafa sambil melirik ke arah Marsha. Kemudian Rafa pun pergi meninggalkan Arsya.


Rafa pun kembali rumahnya dan sedang memukuli tiang rumahnya karena kesal terhadap Arsya. Hingga tangannya tidak terasa terluka.


Sofia yang melihat kejadian itu, langsung menghentikan perbuatan Rafa. Namun, Rafa tetap saja tidak menghiraukan Sofia. Kemudian dengan terpaksa Sofia menampar wajah Rafa agar sadar.

__ADS_1


" Maaf Rafa, Aku menampar kamu supaya kamu sadar. Aku tidak tahu apa masalah kamu, tapi tolong jangan pernah menyakiti diri kamu sendiri." Kata Sofia mengingatkan dengan lembut. Kemudian Sofia membawa Rafa ke sofa. Sofia dengan lembutnya mengobati luka di tangan Rafa.


"Sofia, kamu menyuruh Aku untuk tidak menyakiti diriku sendiri. Tapi kenapa kamu melukai dirimu sendiri?" Kata Rafa, dan membuat Sofia heran Sofia pun bertanya maksudnya Rafa.


__ADS_2