PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 33


__ADS_3

Sofia


Hari ini adalah hari senin, dan waktunya untuk masuk kantor lagi. Sebenarnya Aku ingin membawa Albert si kucing kesayangan, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Masalah kontrak kerjasama dengan perusahaan kak Radit sudah Aku pelajari. Dan memang tawaran yang menarik, ga ada salahnya jika Aku ACC.


Aku pun segera siap-siap, untuk berangkat ke kantor. Aku mendapat telfon bahwa hari ini Pak Arsya seorang bos besar di perusahaan yang aku pegang sekarang, akan datang ke Indonesia untuk mengecek perkembangan perusahaannya yang ada disini. Aku cepat-cepat agar cepat sampai kantor. Setelah sampai di sana Aku memberi instruksi bahwa sekarang akan kedatangan seorang bos besar.


Aku pun segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Pak Arsya. Ketika mendapat kabar bahwa Pak Arsya sudah tiba di bandara, semuanya sudah siap. Akhirnya tibalah Pak Arsya di kantor.


Pak Arsya memanglah pria yang sangat tampan. Aku memperhatikan semua karyawan perempuan membuka matanya lebar-lebar tak berkedip sama sekali. Aku pun mulai memperkenalkan pak Arsya kepada semua karyawan bahwa pak Arsya ini adalah seorang bos besar.


Sebelum Membahas suatu pekerjaan dengan Pak Arsya, terlebih dahulu Aku mengajak Pak Arsya ke ruang makan untuk menikmati semua hidangan. Untung saja Aku bisa masak, jadi ga perlu repot-repot pesan makanan. Aku sengaja masak buat pak Arsya, karena pak arsya adalah seorang bos besar apalagi jauh-jauh datang kesini.

__ADS_1


Rasanya kurang etis jika harus memesan makanan, karena menyuguhi makanan dengan masakan sendiri adalah suatu tradisi keluarga ku sebagai upaya menghormati tamu yang datang dari jauh.


Pak Arsya pun mulai mencicipi hidangan, dan seketika pak arsya berhenti. Aku pun merasa cemas takut makanannya tidak enak. Dan pak Arsya mengatakan bahwa makanan itu sangat enak.


"Wow, enak sekali. Mau lagi dong dipesankan, Sofia kamu pesan dimana masakan ini?"


"Saya pesan di sebuah restoran pak," Aku tidak berbicara yang sebenarnya kepada Pak Arsya, bahwa Aku yang telah memasak semuanya.


Kemudian ada salah satu bodyguard nya Pak Arsya yang sedang berbisik di telinga Pak Arsya. Kemudian Pak Arsya melihat ke arahku. Dan senyum-senyum sendiri.


Aku merasa heran kenapa pak Arsya senyum-senyum sendiri, apakah Aku mempunyai salah? Aku tertunduk panik, Karena pak Arsya senyum-senyum.

__ADS_1


Kemudian Pak Arsya mendekatiku, dan Aku merasa gugup dan sangat panik. Apakah pak arsya akan memarahiku? Apakah Aku ada suatu kesalahan? Aku menelan ludah keras-keras. Dan pak arsya juga mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan menatapku. Aku merasa sangat tegang.


Kemudian Pak Arsya berbisik kepada ku.


"Kalau Masak sendiri, jangan bilang pesan." Aku pun merasa lega karena cuma itu yang Pak Arsya katakan. Aku merasa malu, karena Pak Arsya memujiku. Dan kita pun lanjut membahas pekerjaan.


Pak Arsya sesekali menatap wajahku. Dengan senyum-senyum sendiri. Akhirnya Aku memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa bapak senyum-senyum?"


"Ga apa, cuma kamu yang lucu. Kelihatan tegang gitu jika didekat saya." Pak Arsya menjelaskan.

__ADS_1


Lagi-lagi Pak Arsya melirik Aku, dan juga senyum-senyum. Aku tambah merasa minder jika dilihat seperti ini.


__ADS_2