
Seharian penuh mereka keliling kota Tokyo dan menikmati wahana yang ada di Disneyland. Akhirnya Sofia dan Rafa merasa lelah juga. Dan mereka pun segera kembali ke hotel.
...****************...
Sekarang adalah waktunya untuk Sofia dan Rafa kembali ke tanah air. Sofia pun bersiap-siap untuk pulang. Rafa dan Sofia pun segera menuju ke bandara.
Di dalam pesawat, Sofia tetap duduk berdampingan dengan Rafa. Sofia dan Rafa pun saling pandang. Rafa pun jadi muncul sebuah ide konyolnya.
Di pesawat, Rafa malah mengajak Sofia bermain tebak-tebakan. Dan Sofia pun sangat suka dengan tebak-tebakan. Yang kalah harus siap wajahnya dicoret dengan spidol. Dan yang menang harus traktir makan sate ayam.
Sofia menerima tantangan tersebut. Terlebih dahulu mereka melakukan suit dengan batu, gunting kertas. Dan Sofia yang menang bermain batu gunting kertasnya, Sofia pun memulai duluan.
"Apa judul lagu pembunuhan yang sadis?" Kata Sofia memberi pertanyaan. Dan Rafa pun kebingungan untuk menjawab.
"Kau tega." Jawabannya Rafa. Sofia pun tertawa dan menggelengkan kepala. Bahwa jawabannya salah. Rafa pun berpikir keras. Dan akhirnya menyerah.
"Ok.." Sofia pun langsung memberi lukisan di dahinya Rafa. Dan Sofia pun tertawa karena Rafa lucu.
"Jawabannya itu, potong bebek angsa.. angsa di kuali." Rafa pun tersenyum karena jawabannya sangatlah lucu.
"Ok sekarang giliran Aku. Jus apa yang turun dari langit?" Kata Rafa memberi pertanyaan. Dan Sofia pun sempat berfikir. Dan Sofia pun mengetahui jawabannya.
"Justru itu, yang Aku ga tahu..benar kan?" Jawaban Sofia pun benar.
Setelah berkali-kali bermain tebak-tebakan, Rafa pun mengaku kalah. Dan Akhirnya menyerah juga. Memang Sofia tidak ada lawannya.
"Awas loh ya.. kalau kamu ingkar janji.." ujar Sofia ngeledek Rafa.
"Iya, tenang saja.. bawel banget sih.. Aku pasti traktir kamu kok.. mau berapa tusuk?" Sambil mendekatkan wajahnya kepada Sofia. Dan Sofia pun merasa panik lalu dengan geram, Sofia mendorong wajah Rafa. Rafa pun hanya senyum-senyum sendiri.
Selama perjalanan, mereka tidak merasa ngantuk. Setelah sekian jam perjalanan, mereka pun tiba di bandara.
"Wah, kita sudah sampai nih." ujar Sofia.
"Iya, ga terasa ya..?" Rafa ingin segera turun, namun Sofia malah menarik bajunya Rafa.
"Belum waktunya turun.." Rafa pun tertawa. Rafa memang suka bertingkah lucu.
__ADS_1
Dan akhirnya mereka pun turun juga. Sofia sangat lega akhirnya sampai juga di tanah air. Sofia pun menagih janjinya Rafa yang akan mentraktirnya makan sate.
"Ya elah.. masih ingat aja lo.." Kata Rafa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ye.. kan kamu sudah janji.." Sofia pun manyun. Rafa malah tertawa melihat Sofia manyun yang menggemaskan.
"Iya kan Aku cuma bercanda.." Sambil menggelitik Sofia.
"Ih.. apaan sih.." Kata Sofia berusaha menghindar karena merasa geli.
Mereka pun mampir di sebuah restoran terlebih dahulu untuk makan sate. Sofia makan satenya sangat lahap. Rafa yang melihat Sofia makan selahap itu pun melongo.
"Sofia, kamu berapa hari ga makan?" Rafa heran.
"Sumpah ini sate enak banget." Ujar Sofia sambil lahap makan sate.
Rafa pun hanya melihat Sofia yang dengan lahap makan. Dan Sofia pun akhirnya menyadari kalau Rafa sedang memandangi dirinya saja.
"Loh, kamu ga makan?" Tanya Sofia.
"Sorry Rafa, habisnya enak banget satenya."
"Tidak apa-apa Sofia, saya senang kalau kamu lahap makannya." Kata Rafa. Sofia tidak merasa kalau bibirnya sedang belepotan.
Rafa pun mengambil tisu lalu mengelap bibirnya Sofia. Sofia tercengang ketika Rafa membersihkan sisa makanan yang masih menempel di bibirnya. Kemudian, Sofia pun langsung mengambil alih tisu itu dan mengelapnya sendiri.
Selesai makan, Sofia dan Rafa pulang ke rumah masing-masing. Terlebih dahulu Rafa mengantarkan Sofia pulang. Dan Sofia pun disambut oleh para pembantunya dan babysitter nya.
"Wah, Ibu Sofia dan mas Rafa sudah kembali..." Ujar babysitter sambil menggendong Aarav.
Rafa pun langsung menggendong baby A. Rafa merasa kangen dengan Baby A. Begitu juga dengan Baby A juga merasakan rindu terhadap Rafa. Sofia yang melihat Aarav sangat anteng di gendongan Rafa, kini menjadi paham.
"Sayang, mama tahu kalau kamu sedang merindukan papa kamu.. Mama janji, akan membawa papa kamu pulang ke tengah-tengah kita sayang.." Ujarnya dalam hati.
"Sofia, Aku boleh ajak main Aarav sebentar enggak?" Rafa mengagetkan lamunan Sofia.
"Kamu ga capek?" Rafa menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Ya sudah boleh.." Kata Sofia. Langsung saja Rafa membawa Aarav bermain-main sebentar.
Sofia yang memandangi Rafa dan Aarav dari jauh. Sofia merasa sangat sedih melihat Aarav. Sofia tahu kalau Aarav merindukan sosok ayah.
"Kita sama sayang, mama juga sangat merindukan Papa Arsya. Ujarnya dalam hati. Sofia pun masuk ke rumah dan langsung masuk kamarnya.
Seseorang mengetuk pintu dari luar kamarnya. Setelah Sofia membukanya ternyata seorang pembantunya. Pembantunya menawarkan minuman kepada Sofia. Sofia pun menyuruh pembantunya untuk memberikan minuman kepada Rafa saja.
Sofia pun membersihkan badannya dengan mandi air hangat. Selesai, Sofia langsung menghampiri Rafa. Sofia pun langsung memanggil Rafa untuk makan bersama.
Kebetulan Rafa memang sudah lapar. Rafa pun juga dengan lahap makannya. Sofia yang melihat Rafa yang seperti sedang kelaparan pun membalas ucapannya tadi di restoran.
"Kamu lapar apa doyan?" Ujar Sofia sambil tersenyum.
"Dua-duanya." Jawab Rafa singkat. Sofia pun mencibir.
"Sofia, Aku itu kangen banget dengan masakan Indonesia." Kata Rafa lagi sambil mengunyah makanan.
"Ya, sama tadi Aku juga gitu di restoran." Kata Sofia.
"Pantesan.." Ujar Rafa lagi. Sofia kemudian merasa geram sambil mencubit paha Rafa. Rafa yang kaget pun tersenyum geli.
Pembantu dan Babysitter yang melihat mereka sedang bergurau pun ikut terharu. Mereka ingin Sofia cepat move-on dari Arsya. Dan segera membuka hatinya untuk Rafa.
"Ibu Sofia cocok ya.. Dengan Mas Rafa." Kata sang pembantu.
"Kenapa sih, Ibu Sofia tidak move-on saja. Padahal Mas Rafa baik loh.. Ga kalah cakep sama tuan Arsya." Sambil mengepalkan tangannya karena ikut senang. Dan mereka yang dari tadi melihat Sofia dan Rafa, diketahui oleh Sofia.
Sofia langsung saja menghampiri mereka dan menegurnya. Sofia menyuruh mereka agar segera kembali ke dapur. Dan menyuruh babysitter untuk menggendong Aarav.
Langsung saja Babysitter menggendong Aarav dia mengambilnya dari pangkuan Rafa. Ternyata Aarav tidak ingin digendong orang lain. Aarav inginnya tetap di pangkuan Rafa.
"Sudah mbak.. Biar Aarav sama saya saja." Ujarnya.
"Tapi kan, Mas Rafa sedang makan.. Nanti takutnya Baby A mengganggu mas Rafa." Kata pembantu Sofia.
"Sudah tidak apa-apa mbak.. Lagian Aarav anak pintar kok.. Dia anteng di pangkuan saya." Ujarnya.
__ADS_1