PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 17


__ADS_3

Silvi dan Albert pun tertawa melihat raut wajah Sofia yang memerah, seperti orang yang sedang malu. Namun Sofia pun ingin ikut tertawa juga.


Bel pun sudah berbunyi dan saatnya mereka memulai suatu peperangan, untuk masa depan mereka. Sofia, Silvi dan Albert, mengerjakan ujiannya dengan tenang.


Sementara di luar, ada seorang perempuan yang teriak-teriak memanggil nama Sofia. Sontak semua peserta ujian Nasional, merasa terganggu dan mereka pun melihat ke luar. Terutama Sofia, yang merasa dia memanggil namanya.


"Sofia.. tolong Aku Sofia, maafin Aku."


Sofia pun segera ijin keluar untuk menemui orang itu. Ternyata orang itu adalah perempuan yang sudah menjebak Sofia 3 minggu yang lalu.


"Sofia, maafin Aku. Tolong cabut tuntutan kamu, agar Aku bisa mengikuti ujian ini. Tolong Aku Sofia, kasihanilah orang tuaku Sofia. Sofia, asal kamu tahu Aku terpaksa melakukan ini. Karena Aku disuruh oleh seseorang, dan Aku dibayar oleh dia Sofia." Jelas perempuan itu sambil bertekuk lutut dihadapan Sofia.

__ADS_1


"Bangun Rita. Sekarang kamu jelasin siapa sebenarnya orang yang sudah menyuruh kamu itu?" Tanya Sofia.


"Baik, Sofia akan Aku katakan. Yang menyuruh Aku untuk menjebak kamu adalah Sela. Mantan istri Radit, Aku sangat terpaksa Sofia. Karena waktu itu Ibuku sedang sakit dan butuh pengobatan segera. Uang itu Aku gunakan untuk berobat Ibu. Tolong Aku Sofia, Aku mohon..." Jelas perempuan tersebut. Sambil menangis, meminta belas kasihan Sofia.


Adegan itu disaksikan oleh semua siswa, guru dan pengawas. Bahkan ada siswa yang mencibir si Rita. Mereka tidak percaya dengan mulut si Rita, karena mereka sudah paham dengan Rita.


"Halah, drama." Kata salah satu temannya.


"Benar Sofia, sudah jangan terlalu baik sama orang. Biarkan dia menjalankan hukumannya." Kata Silvi dan langsung membawa masuk kembali Sofia.


Sebenarnya dalam hati Sofia, Sofia merasa kasihan dengan Rita. Dalam hatinya, Sofia ingin sekali menolong Rita. Namun Iya teringat omongan silvi dan teman yang lain. Biarkan Iya menjalani hukumannya biar Iya jera.

__ADS_1


Dan semua murid kembali mengikuti ujian Nasional dengan tenang, termasuk Sofia. Sofia dengan tenang mengerjakan ujian Nasional. Sofia dapat menyelesaikan ujian Nasional lebih dulu.


Pengawas ujian Nasional merasa takjub dengan Sofia. Bahkan pengawas ujian Nasional sambil diam-diam mengoreksi jawaban Sofia. Dan Mereka sangat terkejut jawaban soal milik Sofia benar semua menurut prediksi mereka.


Tapi ini hanya perkiraan mereka saja.Belum tentu jawaban di komputer nanti setelah di scan. Ini hanya perkiraan saja. Pengawas yang mengawasi ruangan Sofia, menceritakan hal ini kepada gurunya. Gurunya juga menjelaskan bahwa Sofia memang murid yang cerdas. Dan dapat mengerjakan soal yang tepat dan cepat.


Semua guru yang pernah mengajar Sofia, merasa bangga dan senang terhadap Sofia. Karena selain cerdas, iya juga anak yang baik dan penurut. Dan Sofia pun senang berbagi ilmu kepada teman yang lain. Sofia juga tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah pamer.


Hari pertama ujian Nasional telah selesai. Dan semua murid pun langsung pulang, termasuk Sofia. Sofia, Albert dan Silvi seperti biasa mereka selalu pulang bareng.


Di jalan, Silvi melihat Albert sedang berboncengan dengan cewek lain. Beruntungnya Sofia tidak lihat. Namun Silvi pun tidak memberitahu ini kepada Sofia.

__ADS_1


__ADS_2