PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 66


__ADS_3

Dengan segera Albert memasuki ruangan Arsya. Dan Arsya pun wajahnya berubah menjadi merah padam melihat Albert.


Arsya pun langsung berdiri dan menarik kerah baju Albert.


"Masih berani kamu menampakkan wajah kamu disini." Arsya pun langsung melayangkan pukulan ke wajah Albert.


Albert juga tidak mau kalah, membalas pukulan Arsya. Mereka pun saling adu tonjok.


"Arsya, cukup!" Kata Albert dengan keras.


"Dasar tidak tahu malu, kamu sudah selingkuh dengan istriku, sekarang kamu berani menampakkan wajah kamu disini." Kata Arsya dengan emosi.


Albert merasa heran, dengan ucapan Arsya. Ketika mau menjelaskan tiba-tiba Marsha masuk dan melerai. Sekarang Albert jadi paham, ternyata ular dari semua ini adalah Marsha.


"Arsya, kamu lebih percaya dengan omongan orang lain. Daripada istri kamu sendiri. Suatu saat kamu akan menyesal, setelah kamu tahu yang sebenarnya." Albert pun menepuk pundak Arsya, dan pergi meninggalkannya.


Albert merasa kasihan dengan Sofia. Ternyata suaminya lebih percaya omongan Marsha daripada istrinya. Albert akan mencari bukti kalau Sofia tidak bersalah.


Sementara Arsya masih emosi dengan kedatangan Albert. Dan si Marsha mulai menghasut lagi. Dan Arsya semakin panas mendengarnya. Marsha tersenyum licik dan bahagia karena Marsha merasa keberuntungan sedang berpihak kepada nya.


Di jam pulang kantor, Marsha menemui Radit. Dan Marsha pun sulam dengan Radit. Marsha merayakan kemenangan. Mereka tidak sadar kalau ada orang yang telah mengintai gerak-gerik mereka. Hal tersebut tidak ketahui oleh mereka.


Dan orang tersebut mengirimkan sebuah foto kepada Albert. Albert mengetahui ternyata ini adalah perbuatan mereka. Albert pun menyuruh Orang tersebut untuk terus mantau mereka.

__ADS_1


Albert mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu. Albert membiarkan mereka melakukan rencana busuknya terlebih dahulu.


"Tertawa lah sepuas kalian, sebelum kalian bosan untuk tertawa." Gumam Albert.


***


Acara perusahaan semakin dekat, Sofia meminta izin kepada Rafa, untuk tidak ikut di acara nanti. Rafa heran, Rafa mengira bahwa Sofia sedang tidak enak badan. Namun, bukan. Sofia menjelaskan kalau di acara itu nanti akan ada suaminya. Sofia tidak ingin menjadi salah paham lagi.


Rafa geleng-geleng kepala. Justru Rafa akan tetap membawa Sofia ke acara tersebut.


Rafa tetap memaksa Sofia, untuk tetap ikut di acara nanti. Tapi Sofia tetap merasa tidak enak. Lalu Rafa membujuk Sofia, dan Sofia pun mau.


Rafa mengajak Sofia untuk pergi ke mall, Rafa ingin membelikan gaun yang bagus untuk Sofia. Namun, Sofia merasa tidak enak. Sofia menolak untuk dibelikan gaun, Rafa tetap memaksa.


Di mall, Sofia dan Rafa bertemu dengan Arsya. Mereka tidak sengaja bertemu dengan Arsya. Arsya sedang pergi bersama Marsha. Kemudian, Marsha pun menggandeng lengan Arsya, sementara si Arsya hanya diam saja.


Seketika Arsya menjadi panas hatinya. Karena Sofia digandeng oleh Rafa.


Sofia pun segera melepaskan tangan Rafa. Bagaimana pun juga, Arsya adalah suaminya Sofia ingin menjaga perasaan suaminya.


"Tidak usah munafik, ga usah dilepas pun tidak masalah. Tapi, yang membuat Aku heran, sudah berapa laki-laki yang tidur dengan kamu? Hahaha dasar perempuan murahan." Arsya menghina Sofia, Sofia merasa sedih dan bernafas cepat karena ucapan suaminya sangat buat Dia sesak.


Melihat hal itu, Rafa menjadi tidak bisa menahan kekesalannya. Akhirnya Rafa ingin melayangkan pukulan kepada Arsya, Namun Sofia malah menahannya. Rafa pun tercengang melihat Sofia menahannya. Sofia pun menatap suaminya dengan tatapan tajam yang ditemani oleh air mata yang mengalir di pipinya. Kemudian Sofia berjalan mendekat ke arah Arsya.

__ADS_1


Plak! Sebuah tamparan melayang di pipi Arsya. Marsha dan Rafa yang menyaksikan tamparan tersebut langsung melongo. Sofia dadanya menjadi kembang kempis, karena menahan sesak sedari tadi.


"Sekarang, terserah kamu mau bilang Aku apa. Heh.. Sekarang Aku tahu seperti apa kamu. Kamu, lebih percaya orang lain ketimbang istrimu sendiri. Dan Aku, tidak melarang kamu untuk percaya kepada siapapun. Karena kepercayaan itu menggambarkan hati kamu yang sesungguhnya." Kata Sofia berbicara santai, namun seperti sesak. Sambil melirik ke arah Marsha. Lalu sambil mengusap air matanya, Sofia pun pergi dan diikuti oleh Rafa.


Arsya hanya terdiam mendengar kata-kata Sofia. Entah kenapa hati Arsya sangat rapuh, ketika melihat Sofia menangis. Arsya pun menjadi tidak tega terhadap istrinya. Dan Arsya pun pergi tidak mempedulikan Marsha. Marsha merasa kesal.


Sofia berlari ke tempat sepi, Sofia lupa kalau dirinya sedang hamil. Sofia kemudian duduk sendiri sambil menangis sepuasnya. Rafa yang berdiri di belakangnya, tidak tega melihat Sofia nangis seperti ini. Kemudian dengan reflek, Rafa pun menyandarkan kepala Sofia ke dada bidangnya.


Maksud Rafa untuk menenangkan Sofia. Agar Sofia menjadi tenang. Rafa menyuruh Sofia untuk tidak menangis lagi. Rafa kemudian memegang pundak Sofia dan berhadapan dengannya.


"Sofia, kamu tidak pantas menangisi laki-laki seperti itu. Air mata kamu terlalu berharga." Kata Rafa bertujuan agar Sofia berhenti menangis. Rafa merasakan apa yang Sofia rasakan.


Kemudian Sofia merasakan sakit di bagian perutnya. Sofia tidak tahan dengan Sakitnya. Dan Rafa pun menjadi panik. Akhirnya Sofia tidak sadarkan diri. Rafa berusaha menyadarkan Sofia. Setelah Rafa melihat ada darah yang mengalir di kaki Sofia, Rafa pun panik dan langsung membawa Sofia ke dokter.


Setelah sampai di rumah sakit, Sofia tersadar. Dan Rafa pun menanyakan keadaannya serta kondisi kandungannya. Beruntung saja kehamilan Sofia baik-baik saja. Dokter mengatakan kalau Sofia tidak boleh terlalu stres.


"Sofia, kamu ingat kan pesan dokter? ingat kamu ga boleh stres." Kata Rafa mengingatkan Sofia. Sofia pun mengangguk apa yang dikatakan Rafa.


Rafa tidak mengijinkan Sofia untuk masuk kantor sampai keadaannya benar-benar pulih. Sofia pun hanya nurut saja. Karena Dokter menyarankan agar Sofia tetap istirahat untuk sementara waktu.


Usia kandungan Sofia sudah memasuki empat bulan, perut Sofia kini semakin membesar. Sofia berharap, di persalinan nya nanti, Sofia ditemani oleh suaminya. Sofia menatap foto suaminya.


"Aku hanya bisa memandang foto kamu saja mas, Mas Arsya andai kamu tahu Aku sangat mencintai kamu lebih dari diri Aku sendiri. Aku berharap perseteruan antara kita hanya sebentar mas." Kata Sofia yang berbicara dengan foto suaminya. Sofia pun mencium foto suaminya itu. Melihat itu, Rafa menjadi iba dengan Sofia.

__ADS_1


Rafa sadar, bahwa cinta Sofia sangatlah besar terhadap suaminya. Rafa berjanji akan membantu Sofia untuk mencari bukti bahwa Sofia tidak bersalah.


Rafa mendatangi Sofia ke kamarnya dan mengatakan bahwa dia akan membantunya, untuk bisa bersatu lagi dengan suaminya. Sofia tersenyum dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Rafa.


__ADS_2