PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 31


__ADS_3

Raditya Laksamana


"Sial! Kalau begini bisa bangkrut perusahaan Aku." Aku marah-marah sendiri dan menggebrak meja karena kesal terhadap mister x dia telah membawa kabur uang perusahaan. Kini Aku tertipu dengan Dia. Kenapa Aku jadi bodoh begini, kenapa Aku tidak teliti.


"kring.. kring.." Aku mengangkat telfon yang sedang berbunyi di ruangan kerjaku. Ternyata seorang satpam kantor yang menelfon dan bicaranya seperti orang panik.


"Halo Pak, gawat pak." Terdengar suara satpam yang panik dan ada suara ribut-ribut di luar sana.


"Ada apa? Gawat kenapa?" Aku bertanya heran sebenarnya apa yang telah terjadi.


"Para karyawan melakukan demi pak, kami kewalahan untuk menghadapinya pak." Aku langsung tercengang mendengar kantorku di demo oleh para karyawan. Dengan segera Aku langsung berlari keluar untuk mengatasi masalah karyawan.


Terlihat dari balik kaca para karyawan benar-benar mendemo kantorku sekarang. Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi sekarang ini. Saya lihat satpam sedang benar-benar kewalahan menghadapi para pendemo.


"Bagikan gak kami.... Bagikan gaji kami.." Para karyawan teriak-teriak meminta haknya agar segera dibagikan.


"Tenang-tenang semuanya, sebentar lagi pak Radit akan datang menemui kalian." Suara satpam yang berusaha menenangkan para karyawan.


Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa mereka menuntut gajinya? Aku segera keluar menemui para karyawan.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Aku bertanya heran dan tidak mengerti.


"Kami menuntut gaji kami pak, kami sudah dua bulan tidak digaji. Saya harus bayar sekolah anak saya pak," Salah satu karyawan menjelaskan.


"Iya Pak, Saya harus bayar cicilan motor saya." Lanjut Karyawan yang lain.


"Saya juga harus membeli susu untuk anak saya pak," Kata karyawan yang lain lagi.


Aku pun heran dan tidak mengerti, kenapa bisa gaji mereka bisa dua bulan tidak dibayar. Aku berusaha untuk menenangkan Mereka semua.


"Tenang, tenang. Saya pasti akan segera membayar kalian." Aku berusaha untuk menenangkan para karyawan. Ya Tuhan, kasian mereka. Harapan mereka adalah gaji mereka dari perusahaan Aku.


Aku berpikir keras agar perusahaan ku tidak bangkrut. Aku meminta bantuan teman untuk memecahkan masalah ini. Aku mencari kontak teman yang pandai dalam berbisnis. Akhirnya Aku pun menemukan kontak temanku. Dengan segera Aku pun menghubunginya.


"Halo Bro. Ada apa, tumben telfon." Temanku menjawab telfon dariku. Tanpa basa-basi Aku pun langsung menjelaskan permasalahan yang menimpaku saat ini. Dan Temanku menyarankan agar Aku mengajukan kontak kerjasama dengan perusahaan Arsya group.


Arsya group itu kan sebuah perusahaan asing ternama di negeri ini. Bahkan cabangnya juga ada di luar negeri. Tidak ada salahnya jika Aku mengajukan kontrak kerjasama di Perusahaan itu.


"CEO nya cantik loh bro.." Goda temanku itu, sekarang bukan saatnya untuk mikirin perempuan.

__ADS_1


"Yang gue sekarang itu perusahaan bukan perempuan." Aku menjawab dengan kesal, karena menurutku bukan saatnya untuk bercanda.


"Halah, paling nanti juga kesemsem dengan Dia." Aku berdecak kesal mendengar kata-kata temanku. Dengan segera Aku langsung menutup HP.


... ******...


Setelah semua pengajuan kontak sudah siap, Aku langsung bergegas untuk pergi ke Arsya group. Sesampainya di sana, Aku masih menunggu Bos perusahaan itu selesai meeting.


Dan seorang sekertaris menyuruh ku agar menunggu di ruang tunggu. Hatiku deg-degan, baru pertama kali Aku masuk ke kantor ini. Akhirnya meeting pun telah selesai dan pemimpin perusahaan telah datang menemui Aku.


"Tap Tap tap.." Bunyi langkah sepatunya, sepertinya memang benar CEO nya adalah seorang perempuan.


"Ada yang bisa saya bantu?" Suara seorang perempuan yang sepertinya Aku pernah mengenali suara itu.


Aku menoleh ke arahnya, dan Aku pun terkejut. Mataku membulat besar dan mulutku ternganga, Aku tidak percaya dengan apa yang Aku lihat. Sofia, kini sekarang menjadi seorang CEO perusahaan. Dan sekarang Dia tambah cantik. Aku mencoba untuk menyapanya.


"Apa kabar?"


"Alhamdulillah kabar Aku baik."

__ADS_1


Hanya saja Dia memasang wajah datar kepadaku.


__ADS_2