PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 76


__ADS_3

"Ga ada sayang, Aku ga mikirin apa-apa kok." Jawab Arsya yang sedang menutupi sesuatu.


Arsya menjadi khawatir kalau Marsha akan mengganggu Sofia lagi. Arsya pun memperketat penjagaan. Dan orang asing tidak diperbolehkan masuk kecuali ada janji dengan tuan rumah.


...*********...


Di kantor Albert


Seorang wanita yang berpenampilan modis dengan rok di atas lutut sedikit. Dan rambut yang terurai juga menggunakan high hill. Dan dengan berjalan seperti model. Semua karyawan termasuk staf kantor menjadi terpana dengan wanita tersebut yang begitu cantik dan elegan.


Wanita tersebut ingin bertemu dengan Bos di perusahaan itu. Sekertaris segera pergi ke ruangan Bosnya. Dan wanita Tersebut di perkenankan untuk menunggu di ruang tunggu. Sekertaris mengantarkan wanita tersebut di ruang tunggu.


Selang beberapa saat kemudian, Albert pun datang dan langsung menemui wanita itu. Albert tercengang ketika melihat wanita itu. Dan Albert pun mendekat ke wanita tersebut.


"Zoya? Kamu Zoya kan?" Albert seakan tidak percaya kalau yang ada di hadapannya itu adalah temennya waktu kuliah di luar negeri dulu. Zoya pun tersenyum sambil memiringkan kepalanya.


"Yes, I am Zoya. How are you my friend?" Kata Zoya menyapa Albert dengan memberikan senyum kepadanya.


"Aku baik-baik saja Zoya, kalau kamu?" Jawab Albert dan menanyakan kabarnya balik.


"I am fine, thank you.." Jawab Zoya dengan menggunakan bahasa Inggris.


Albert pun asyik ngobrol dengan temannya itu. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Kedatangan Zoya ke negara ini adalah meneruskan bisnis papanya. Dan Zoya ingin menjalin kerjasama dengan Perusahaan Albert.

__ADS_1


Setelah Zoya mengetahui bahwa perusahaan Albert grup adalah temannya sendiri. Zoya menjadi lebih pede untuk menjalin kerjasama. Zoya tidak bisa membicarakan maksudnya jika di tempat yang serius seperti di kantor.


Zoya lebih suka membicarakan pekerjaan di sebuah tempat yang menurutnya bisa santai apalagi sambil makan itulah keunikan Zoya. Zoya lebih ingin yang serius tapi santai.


"Al, tujuan Aku kesini mau nerusin niat papa Aku untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan ini." Zoya menyampaikan tujuannya.


"Oh, Oke saya akan pelajari dulu filenya." Jawab Albert.


"Aduh, kok jadi serius gini sih. Albert, bagaimana kalau kita bahas ini di sebuah yang santai apalagi kalau sambil makan. Contohnya restoran." Zoya mengajak Albert untuk membicarakan hal pekerjaan dengan sambil makan.


"Hem.. Dasar, emang dari dulu kamu itu ga berubah ya.. Kerjaannya makan mulu." Ledek Albert. Zoya menjadi tertawa dengan ledekan Albert. Akhirnya mereka pun pergi ke sebuah restoran.


Albert dan Zoya sedang serius membicarakan suatu pekerjaan. Zoya mulai mengeluarkan ide-ide jitunya untuk bisa diterima kerjasamanya. Albert mulai memahami secara perlahan apa maksud Zoya yang sebenarnya.


Setelah selesai, mereka bersiap-siap kembali ke kantor Albert. Dan secara tidak sengaja, Zoya menyenggol seorang wanita yang memakai topi hitam dan masker. Zoya dan wanita itu saling pandang. Zoya pun melihat mata wanita itu dengan tajam.


Wanita itu segera pergi meninggalkan mereka. Zoya dan Albert hanya memandangi kepergian wanita itu. Zoya jadi seperti memikirkan sesuatu. Sama halnya dengan Albert. Dilihat dari matanya, sepertinya Iya mengenal wanita barusan. Namun, Albert tidak ingin berfikir negatif terlebih dahulu.


Zoya dan Albert telah sampai di kantor Albert. Zoya merasa bisa bertemu dengan Albert. Zoya berfikir bahwa Albert masih sama dengan Albert yang dulu. Tetap cool dan jaim dihadapan teman ceweknya.


Zoya pun pamit dan bersalaman dengan Albert. Kemudian Zoya segera keluar. Di perjalanan, Zoya jadi mengingat tatapan mata cewek tersebut. Dan menurut Zoya, wanita itu terlihat sangat aneh. Ada bau-bau yang mencurigakan pada diri wanita tersebut.


Melewati suatu mall, Zoya memberhentikan mobilnya. Zoya ingin shoping di mall itu, Zoya merasa kangen ingin pergi ke mall dan ingin berbelanja barang-barang branded. Semenjak Zoya disibukkan dengan urusan bisnis papanya, Zoya jadi jarang bahkan hampir tidak pernah shoping lagi.

__ADS_1


"Sudah lama juga Aku ga shoping, Kangen banget pengen membeli barang-barang branded." Pikir Zoya, Zoya pun berjalan melangkah memasuki sebuah mall. Zoya mulai berkeliling mall untuk mencari barang yang pas dengan hatinya.


Zoya juga memilih baju-baju bermerk. Zoya terlalu fokus dalam memilih baju, hingga Iya tidak sadar kalau ada orang di sebelahnya. Orang tersebut juga fokus dalam memilih pakaian. Mereka pun secara tidak sengaja bertabrakan.


"Sorry sorry, Aku ga sengaja." Zoya merasa bersalah dan meminta maaf duluan, namun laki-laki itu malah menjadi kesal dengan Zoya. Dan laki-laki itupun marah hingga memaki Zoya.


"Kalau jalan lihat-lihat dong, Liat nih sepatu gue jadi kotor karena kena injak sepatu kamu." Zoya yang tadinya merasa bersalah, berubah menjadi emosi dan memaki balik pria tersebut.


"Heh, Aku kan sudah minta maaf. Lagian kamu juga yang salah, ini kan tempatnya baju cewek. Ngapain kamu disini? Dasar banci." Zoya tidak mau kalah dengan laki-laki itu. Kemudian Zoya menghela nafas dengan kasar sambil menaruh kedua tangannya di pinggangnya dan melengos.


"Apa lo bilang? Coba bilang sekali lagi." Mereka saling adu mulut dan tidak mau kalah satu sama lain. Kemudian seorang supir dari pria itu tiba-tiba memanggil.


"Maaf Pak Rafa, kami di telfon oleh pembantu rumah. Kata pembantu rumah ada orang yang ingin bertemu dengan Bapak," Rafa segera kembali ke rumahnya. Sebelum Rafa kembali ke rumahnya, Rafa mengarahkan kedua jari tangan kanannya ke arah matanya lalu ke arah mata Zoya. Seperti memberi kode bahwa urusan mereka belum selesai.


Zoya merasa tidak takut dengan pria itu. Zoya pun merasa kesal hari ini. Dan moodnya menjadi hilang seketika karena ulah Rafa. Kemudian Zoya pindah ke tempat lain yaitu tempat tas bermerk. Zoya mencari sebuah tas yang dia inginkan.


Belum sempat Zoya memilih tas yang dia inginkan, Ayahnya tiba-tiba menelponnya dan menyuruh Zoya untuk segera balik ke kantor karena sekarang ada pertemuan penting dengan perusahaan besar.


Zoya dengan malas pun kembali dengan ke kantornya. Setelah Zoya sampai di kantor Ayahnya, Zoya pun langsung ke ruang meeting. Dan Ayahnya memperkenalkan seorang pemimpin perusahaan terbesar di Indonesia.


Zoya memandang pria tersebut tidak berkedip. Karena pria itu sangatlah tampan. Zoya kemudian bersalaman dengan pria itu. Zoya sangatlah takjub dengan ketampanan pria tersebut. Papanya Zoya membuyarkan lamunan Zoya.


"Zoya, ini adalah Tuan Arsya pemegang salah satu perusahaan yang terbesar." Kata papanya.

__ADS_1


__ADS_2