
Tidak lupa Sofia melakukan video call dengan Aarav. Sofia kangen dengan baby A. Di samping Sofia, juga ada Rafa. Dan Rafa pun tersenyum kepada baby A. Rafa juga merasakan kangen terhadap Aarav.
Rafa masih sempat-sempatnya bercanda dengan Aarav. Aarav tersenyum melihat wajah Rafa yang sok lucu. Mungkin bagi Aarav wajah Rafa memang lucu.
...****************...
Sudah tiga hari Sofia berada di Jepang. Sofia sudah merasa sangat rindu terhadap negaranya sendiri. Selain untuk memenuhi undangan, Sofia dan Rafa juga menikmati keindahan negeri sakura.
Arsya memberi tahu Sofia bahwa Tifani telah tiba di bandara. Dan Arsya pun menjemput omnya itu di bandara. Setibanya di sana, Arsya langsung memeluk omnya.
"Bagaimana kabarmu disini?" Sambil menggandeng bahu Arsya.
"Aku sangat senang di sini om.." Kata Arsya. mereka pun tertawa bersama sambil menuju hotel.
Sesampainya di hotel, Tifani ingin segera bertemu dengan Sofia. Sesampainya di hotel, Arsya menyarankan agar Tifani istirahat terlebih dahulu.
Malam harinya, Tifani, Arsya dan Sofia juga Rafa mengadakan pertemuan di sebuah restoran yang cukup mewah di Jepang. Sofia dan Rafa datang lebih awal di restoran tersebut. Karena menurut Sofia ini adalah suatu penghormatan baginya.
Arsya dan Tifani masih berada di hotel. Mereka bersiap-siap untuk berangkat ke restoran menemui Sofia. Tifani sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Sofia.
Dan Akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuannya. Arsya dan Tifani pun segera memasuki restoran tersebut. Dan mereka mencari keberadaan Sofia juga Rafa. Arsya pun melihat Sofia dan Rafa. Dan mereka pun langsung menghampirinya.
"Selamat siang nyonya Sofia dan tuan Rafa." Sofia dan Rafa pun langsung menoleh ke arah Arsya. Sofia dan Rafa pun langsung berdiri.
"Om, ini Sofia yang saya maksud." Tifani pun langsung berjabat tangan dengan Sofia. Sofia pun melihat wajah Tifani seperti tidak asing.
"Sepertinya Aku pernah melihat wajah orang ini. Tapi dimana ya?" gumam Sofia.
Sofia pun mempersilahkan mereka untuk duduk. Dan pelayan pun mengantarkan hidangan yang telah dipesan oleh Sofia. Mereka pun membahas tentang perusahaan mereka. Dan Sofia juga menyatakan tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaan Tifani.
Ini adalah cara Sofia agar dapat mengetahui apakah Dia benar-benar Arsya suaminya ataukah hanya sekedar mirip.
__ADS_1
"Rupanya benar apa yang dikatakan oleh Mr. Akio. Anda benar-benar masih muda dan sangat cantik." Sofia pun tersenyum malu-malu mendengar pujian Tifani.
"Terimakasih atas pujiannya." Kata Sofia sambil tersenyum.
Tifani pun juga bertanya tentang laki-laki yang ada di samping Sofia. Dan Sofia pun berkata sejujurnya bahwa Dia adalah temannya. Mereka pun berbincang-bincang mengenai sebuah produk yang akan launching.
"Rupanya kalian berdua sangat cocok dan sangat serasi. Mengapa kalian tidak pacaran, atau pun tunangan saja?" Kata Tifani tiba-tiba kepada Sofia dan Rafa. Arsya yang mendengar hal ini, entah kenapa hatinya merasa gerah dan seperti cemburu.
"Aku mikir apa sih? Aku tidak kenal dengan Sofia. Mengapa hati Aku merasa tidak nyaman ya?" Kata Arsya dalam hati. Arsya memang mengalami amnesia. Namun hati kecilnya tetap tidak lupa dengan cinta sejatinya.
Rafa yang mendengar ini tertunduk malu. Dan seketika Sofia dan Rafa saling adu pandang. Kemudian Sofia pun menyanggah perkataan Tifani.
"Kami belum kepikiran sampai ke situ pak," Kata Rafa karena tidak ingin membuat Sofia merasa tidak nyaman.
"Benar itu Pak, saya dan Rafa hanya temenan biasa." Ujar Sofia.
Mendengar hal ini, Arsya merasa sedikit lega. Entah kenapa Arsya merasa salah tingkah. Sementara Tifani hanya tersenyum.
Sofia dan Rafa pun kembali ke hotel. Diperjalanan menuju hotel, Sofia sesekali melirik kepada Rafa. Dan Sofia pun tersenyum kepadanya.
"Rafa, terimakasih ya.. kamu sudah bantuin Aku." Kata Sofia.
"Sofia, kita kan sahabat. Seorang sahabat itu harus saling membantu." Kata Rafa. Rafa sangat mencintai Sofia. Demi kebahagiaan Sofia, Rafa rela mengorbankan perasaannya asal Sofia bahagia.
Sofia merasa sangat beruntung bisa memiliki teman yang baik seperti Rafa. Sofia tidak tahu lagi bagaimana caranya membalas kebaikan Rafa.
Sementara Tifani, pertama kali Tifani melihat Rafa, Tifani merasa kasihan kepadanya. Entah kenapa hati Tifani seperti merasa luluh ketika melihat Rafa. Arsya yang melirik Tifani pun merasa heran karena Tifani melamun.
"Lagi mikirin apa om?" Tanya Arsya yang membuyarkan lamunan Tifani.
"Enggak kok, Om cuma kagum saja dengan Sofia itu. Jujur Dia cantik, muda dan kelihatannya sangat ramah." Kata Tifani mengelak.
__ADS_1
"Aduh, kenapa hatiku merasa dag. dig. dug begini ya?" Gumam Arsya ketika nama Sofia disebut.
Sesampainya di hotel, Sofia hendak masuk ke kamarnya. Dan tidak sengaja berpapasan dengan Arsya. Arsya tiba-tiba saja menjadi salah tingkah lagi. Sofia pun sedikit menundukkan kepala dan memberi senyum kepadanya. Lalu Sofia masuk ke kamarnya sendiri.
Begitu juga dengan Arsya, Arsya akhir-akhir ini merasa deg degan ketika melihat Sofia. Entah kenapa Arsya merasa rindu terhadapnya. Padahal Sofia bukan siapa-siapa. Tapi Arsya mencoba menepis perasaannya itu. Arsya pun mulai menutup wajahnya dengan bantal karena tidak ingin mengingat dia lagi.
...****************...
Mr. Akio mengadakan meeting dengan perusahaan Rafa, Sofia dan Tifani. Mereka membahas tentang bisnis kerjasama mereka. Sofia pun dengan lancarnya memberikan sebuah ide-ide menarik. Dan Mr. Akio pun semakin kagum dengan Sofia.
Tak hanya Mr. Akio, bahkan Tifani pun juga dibuat kagum dengan Sofia. Tifani merasa ingin berbicara dengan Sofia. Tifani melihat wajah Sofia seperti mirip seseorang yang iya kenal.
Tak lama pun meeting telah selesai. Sofia berjabat tangan dengan Mr. Akio. Dan Sofia juga Rafa telah keluar dari kantor Mr. Akio. Dan disusul oleh Tifani.
Tifani pun memanggil Sofia. Tifani ingin sekali berbicara dengan Sofia empat mata. Dan tentunya tentang kepribadian Sofia.
"Sofia, maaf sebelumnya. kalau dilihat-lihat kamu mirip sekali dengan seseorang. Tapi Aku ga tahu sekarang dia dimana." Sofia pun memicingkan matanya.
"Oh iya? Siapa dia om?" Kata Sofia menjadi penasaran.
"Sudahlah, ga penting kok.. Oh iya dengar-dengar kamu lulusan dari luar negeri ya?" Tanya Tifani.
"Iya, Bapak tahu darimana?" Jawab Sofia.
"Siapa yang ga tahu kamu Sofia, nama kamu sudah terkenal dimana-mana. Oh iya, pasti orang tuamu orang kaya. Dan pasti ayahmu pebisnis besar juga ya?" Mendengar ucapan Tifani, Sofia pun tertawa. Dan menggelengkan kepalanya.
"Bukan Pak, saya berasal keluarga sederhana. Ayah saya hanya seorang petani. Dan Ibu saya hanya rumah tangga biasa." Tifani pun kaget mendengar ucapan Sofia.
"Wow, hebat sekali kamu. Saya kagum dengan kamu. Kamu masih muda, sukses, pintar lagi." Kata Tifani memuji Sofia. Sofia pun tersenyum malu.
"Bapak ini bisa aja.." Kata Sofia sambil tersenyum.
__ADS_1
"Saya yakin, orang tua kamu pasti bangga memiliki anak seperti kamu." Kata Tifani lagi memuji Sofia.