PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 36


__ADS_3

"Tidak apa-apa pak, cuma keseleo saja." Jawabku sambil tersenyum kepada pak Arsya.


Tanpa berkata apa-apa pak Arsya tiba-tiba menggendong ku menuju mobil. Lalu pak Arsya membawaku ke dokter. Aku pun heran padahal cuma keseleo biasa.


"Pak, kenapa bapak membawa Aku kesini?" Aku bertanya heran.


"Aku mau periksakan kaki kamu ke dokter, takutnya terjadi patah tulang." Jawab pak Arsya yang begitu khawatir


"Ya ampun pak, ini kan cuma keseleo biasa. Nanti dipijit juga sembuh." Kataku kepada pak Arsya yang merasa lucu.


"Masalah itu jangan disepelekan, nanti kalau terjadi patah tulang bagaimana? Nanti siapa yang akan ngurus perusahaan Aku di Indonesia?" Kata pak Arsya serius.


Dan Kakiku pun diperiksa oleh dokter. Lalu Dokter memijit kaki Aku. Dan tiba-tiba


"Aw!" Aku reflek berteriak karena memang sakit. Dan Pak Arsya pun memeluk Aku. Aku jadi membulatkan kedua bola mataku. Kenapa pak Arsya malah memelukku.

__ADS_1


"Bagaimana dok? apa ada yang patah?" Tanya pak Arsya yang begitu panik.


"in**i hanya keseleo biasa saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Sekitar dua sampai tiga hari Pasti sembuh**."


"Bener ga apa-apa dok? Apa dokter yakin?" Pak Arsya masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan dokter.


"Tidak apa-apa pak, saya yakin. Nona Sofia hanya perlu istirahat saja selama tiga hari." Dokter menjelaskan dan meyakinkan pak Arsya.


Kemudian Kami pun pamit pulang, dan Pak Arsya menggendong ku lagi. Aku jadi merasa minder, tidak enak dan malu diliatin orang-orang.


"Pak, turunin saya dong," Pintaku kepada pak Arsya. Tetapi pak Arsya tetep tidak mau turunin Aku.


Pak Arsya terus menggendong Aku sampai ke mobil. Dan Pak Arsya pun terus melakukan mobilnya tanpa sepatah katapun. Pak Arsya membawa Aku ke rumahnya yang tadi. Aku pun jadi heran kenapa pak Arsya malah membawa Aku kesini?


"Kenapa bapak membawa Aku kesini lagi?" Aku memberanikan diri bertanya kepada pak Arsya.

__ADS_1


"Supaya kamu bisa istirahat dengan cukup disini. Ingat kata dokter kamu harus istirahat selama tiga hari." Kata pak Arsya menjelaskan.


"Tapi pak,?"


"Ga ada tapi-tapian, ini perintah dari Aku sebagai atasan kamu." Kalau pak Arsya sudah maunya begini memang ga bisa dibantah lagi. Aduh, gimana ini? Sementara Albert ga ada yang ngurus di rumah. Kalau Albert lapar bagaimana? Aku memberanikan diri untuk minta izin pulang sebentar. Karena kepikiran sama Albert.


"Pak,"


"Em.." Jawaban pak Arsya yang masih tetap duduk di kamar yang Aku tempati.


"Boleh minta ijin pulang sebentar ga pak? Soalnya Aku kepikiran sama Albert pak, dia belum makan." Kataku kepada pak Arsya.


Pak arsya tiba-tiba saja berdiri dan berjalan mendekati Aku.


"Siapa Albert? Kamu menyimpan laki-laki yang bukan siapa-siapa di rumah kamu?" Pak Albert tiba-tiba menuduh Aku. Aduh, memangnya dia pikir Aku ini cewek apaan.

__ADS_1


"Bukan, pak. Albert itu nama kucing Aku, dia ga ada yang ngurus di rumah." Aku menjelaskan kepada pak Arsya.


"Oh, ya sudah biar nanti Aku suruh asisten untuk merawat kucing kamu selama tiga hari. Dan Kamu harus tetap istirahat disini, jangan kemana-mana." Kata pak Arsya tetap tidak memberikan Aku ijin untuk pulang.


__ADS_2