PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 91


__ADS_3

Sofia tersenyum melihat Mirna. Dan Sofia juga menanyakan keadaannya. Sayangnya Mirna hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Sofia. Sofia juga mengambil tangan Mirna tanpa ijin lalu menciumnya. Mirna hanya heran melihat Sofia.


"Mau apa kamu ke sini?" Tanya Mirna dengan ketus tanpa melihat wajah Sofia sedikitpun. Sofia hanya tersenyum.


"Aku kesini mau jenguk tante. Aku juga ingin memastikan kalau tante baik-baik saja. Aku juga bawain makanan buat tante, tante makan ya?" Kata Sofia dengan tulus.


"Tidak usah sok baik kamu. Aku tidak butuh perhatian kami kamu. Kamu senang kan, kalau Aku disini menderita? Sebenarnya kamu tertawa kan sekarang?" Kata Mirna menuduh Sofia. Sofia tertegun dengan ucapan Mirna.


"**Tante, Aku juga khawatir dengan keadaan tante. Aku selalu berharap kalau tante baik-baik saja."


"Tidak usah munafik kamu. Sekarang juga kamu pergi dan jangan pernah kembali lagi kesini**." Mirna pun langsung masuk ke dalam sel. Sofia hanya mengangguk dan tersenyum. Sebelum pulang, Sofia meletakkan makanan itu agar Mirna memakannya. Dan Sofia juga memberikan sebuah mukena dan sajadah kepada Mirna.


Sofia berharap Mirna segera sadar dan berubah. Mirna mengambil makanan dan alat solat tersebut dari Sofia.


"Sekarang kamu pulang, kasian baby A. Dia pasti nangis. Jangan terlalu lama meninggalkan Aarav." Mendengar itu, Sofia tersenyum. Sofia yakin bahwa Mirna sebenarnya adalah orang baik.


"Saya yakin, tante itu orang baik. Saya juga yakin kalau tante suatu saat akan berubah." Kata Sofia. Mirna hanya diam saja mendengar kata-kata dari Sofia. Kemudian Sofia pun pamit untuk pulang. Mirna hanya memandangi Sofia dari balik sel hingga tidak terlihat lagi.


Mirna kemudian menyandarkan dirinya di tembok penjara. Mirna memandangi foto Aarav. Dalam hati, Mirna juga rindu terhadap cucu ponakannya itu. Mirna berharap suatu saat Sofia bisa membawa Aarav untuknya.


Kali ini, Sofia pulang sendiri, dan Sofia juga memesan taksi online. Sofia menunggu taksi datang sambil duduk. Dari kejauhan, ada seseorang yang mengamati Sofia. Seseorang dengan jaket hitam yang menutup kepala.

__ADS_1


Orang itu berjalan mendekati Sofia. Dan memegang sebuah botol yang berisi air keras. Dari sebrang jalan Albert melihat Sofia. Albert hendak ingin memanggil Sofia. Tetapi Albert juga melihat seseorang yang mencurigakan berjalan mendekati Sofia.


Albert juga menyadari bahwa orang tersebut memegang sebuah air keras. Albert segera berlari dan berteriak. Dengan sigap, Albert berhasil menyeret Sofia dan beruntung air keras itu tidak mengenai wajah Sofia.


"Sofia, kamu tidak apa-apa?" Tanya Albert. Sofia berterimakasih kepada Albert karena telah menyelamatkan dirinya.


Albert mengejar mimpi orang tersebut. Dan dengan cekatan, Albert melompat dan langsung menendang orang tersebut dengan kaki. Albert segera menangkap orang itu dan membuka penutup kepalanya.


Albert terkejut siapa orang itu. Dia adalah Radit. Segera Radit menepis tangan Albert dan Dia pun segera lari. Albert tidak bisa mengejar Radit lagi. Sofia menyusul Albert dan khawatir dengan Albert.


"Kamu tidak apa-apa Albert?" Sofia panik.


"Enggak kok, Aku ga apa-apa." Kata Albert. Albert pun menyuruh Sofia untuk berhati-hati. Karena Radit baru saja ingin mencelakainya. Sofia heran, dan tiba-tiba Sofia teringat anaknya. Sofia segera pulang dan kebetulan taksi pesanannya sudah datang. Albert menemani Sofia pulang, Albert ingin memastikan bahwa sahabatnya itu baik-baik saja sampai rumah.


Albert menyapa baby A dan merasa gemas dengannya. Albert juga minta ijin kepada Sofia untuk menggendong baby A dan bermain dengannya. Tentu saja Sofia mengijinkannya.


Tiba-tiba Rafa datang ke rumah Sofia. Dan Rafa merasa jealous karena baby A digendong Albert. Rafa pun segera merebut Aarav dari Albert. Mereka akhirnya berebut untuk menggendong Aarav. Sofia tertawa ngakak melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.


Belum pernah Sofia tertawa ngakak seperti itu. Mereka berdua merasa senang karena karena secara tidak langsung, dapat menghibur Sofia. Mereka pun bermain dengan Aarav dengan menggunakan bahasa bayi. Rafa dan Albert menyuruh Sofia untuk istirahat urusan Aarav biar mereka yang jaga.


Karena mereka juga merasa kangen dengan Aarav. Sofia tidak mungkin meninggalkan mereka tidur. Rasanya tidak etis jika haru meninggalkan tidur. Sofia menemani mereka yang bermain dengan anaknya. Sofia juga kembali bersyukur karena tuhan telah mengirimkan orang-orang baik seperti mereka.

__ADS_1


Sofia tersenyum sendiri. Dan Sofia pun menjamu mereka dengan makanan dan juga minuman. Tentu Rafa dan Albert sangat senang. Rafa sangat menyukai anak kecil. Apalagi anak itu adalah anaknya Sofia. Bahkan kerap sekali Rafa ingin membawa pulang baby A karena saking gemasnya.


Kalau tentang ini Sofia tidak mengijinkannya. Sesekali Rafa melirik ke arah Sofia. Sebenarnya dalam hati Rafa, masih mencintai Sofia. Rafa belum bisa move on darinya. Hanya saja Rafa memendam perasaan itu. Agar Sofia tidak menjauhi dirinya.


Rafa sangat kagum dengan Sofia, apalagi sekarang Sofia menjadi salah satu aset di perusahaannya. Sofia membantu mengeluarkan ide-ide cemerlangnya untuk perusahaan Rafa tanpa bersaing dengan perusahaan suaminya.


Sofia dibutuhkan di dua perusahaan sekaligus. Karena memang Sofia sangatlah cerdas. Rafa terus saja memandangi Sofia hingga tidak sadar telah dilihat oleh Albert. Dengan sengaja, Albert pun mengagetkan lamunan Rafa dengan pura-pura batuk.


Rafa pun kaget setengah mati. Albert merasa curiga dengan tatapan Rafa kepada Sofia. Seperti tatapan aneh. Albert pun meminta tolong untuk mengambilkan air putih.


Sofia segera beranjak ke dapur untuk mengambil air putih yang diminta Albert. Hal ini Albert lakukan agar lebih leluasa untuk bertanya kepada Rafa. Setelah tidak terlihat Albert pun mulai bertanya.


"Rafa, apa kamu menyukai Sofia?" Tanya Albert serius. Rafa hanya terdiam dan mengelak.


"Apaan sih? Ya enggak lah, mana mungkin Aku suka dengan istri orang." Rafa mengelak pertanyaan Albert.


"Mulutmu mungkin bisa berbohong. Tapi, matamu tidak mungkin bisa berbohong. Bro, boleh-boleh saja kamu suka dengan Sofia. Tapi, jangan sampai Sofia mengetahuinya. Dan sukai dia hanya sebagai sahabat saja." . Rafa mengangguk paham apa maksud Albert.


Tidak lama kemudian Sofia pun muncul. Dengan segara Albert dan Rafa menghentikan obrolannya. Sofia pun penasaran tentang yang dibicarakan oleh mereka.


"Lagi ngomongin apaan sih? Ikutan dong." Kata Sofia.

__ADS_1


"Ini urusan laki-laki, perempuan ga boleh ikut-ikutan." Kata Rafa. Pembantu Sofia melihat mereka bertiga sangat terharu. Sofia beruntung punya teman sebaik mereka. Pembantunya juga berfikir bahwa orang baik dikelilingi orang baik.


Pembantu Sofia merasa senang dengan kehadiran Rafa dan Albert. Karena mereka sangatlah ramah. Dan mereka juga orang yang sangat baik dan peduli. Bahkan ada salah satu pembantu Sofia yang kesemsem dengan Albert dan Rafa.


__ADS_2