
Karena sakit hati dengan sikap Sofia, Zoya pun mengadukan perbuatan Sofia kepada papanya. Zoya menceritakan kalau Sofia telah menampar dirinya. Jelas saja papanya Zoya tidak Terima dengan perbuatan Sofia.
"Kurang ajar. Ini tidak bisa dibiarkan, Ibu Sofia sudah keterlaluan.." Papanya Zoya sangat geram dan kelihatan sangat marah. Zoya yang melihat hal itu sangat senang dan ingin tertawa.
"Mampus kamu Sofia, rasain kamu. Aku yakin besok kamu akan malu besar." Kata Zoya dalam hati.
Sementara di rumah Sofia, Sofia berada di ruang kerjanya. Sofia pun membahas sebuah proyek dengan Rafa lewat video call. Sekarang perusahaan Sofia sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan Rafa.
Sedang serius membahas pekerjaan, Tiba-tiba Sofia mendengar Aarav menangis. Sofia pun segera menghampiri Aarav yang menangis.
"Aarav kenapa mbak?" Tanya Sofia.
"Ini Bu, badannya Baby A panas. Dari tadi baby A nangis terus." Sofia langsung menyentuh dahi anaknya. Sofia langsung panik dan langsung menggendong Aarav dan membawanya ke rumah sakit.
Sebelum ke rumah sakit, Sofia pun meminta maaf kepada Rafa karena tidak bisa melanjutkan meeting onlinenya.
"Rafa, sampai sini dulu meetingnya ya? Aarav badannya panas. Aku harus bawa dia ke rumah sakit." Mendengar Aarav sakit, Rafa juga panik.
"Aarav sakit? Iya sudah Aku entar lagi nyusul ya.." Kata Rafa.
Sofia pun mengakhiri telfonnya. Dan Sofia pun langsung membawa Aarav ke rumah sakit. Sesampainya di sana, Aarav sedang diperiksa oleh dokter. Tidak lama kemudian Rafa pun menyusulnya.
"Bagaimana keadaan Aarav Sofia?" Tanya Rafa panik.
"Rafa? Kamu nyusul kesini?" Tanya Sofia heran
__ADS_1
"Iya, Aku sangat khawatir dengan keadaan Aarav. Bagaimana sekarang?" Tanya Rafa lagi.
"Dia sedang diperiksa oleh dokter." Tak lama kemudian, Dokter pun keluar. Sofia dan Rafa pun segera bertanya.
Sofia+Rafa: "Bagaimana keadaannya dok?" Tanya mereka secara serentak.
"Aarav terkena step. Dan Aarav harus dirawat selama beberapa hari ini di rumah sakit." Sofia dan Rafa sangat kaget mendengar kenyataan.
Sofia dan Rafa pun melihat kondisi Aarav. Sofia sangat sedih melihat anaknya sakit. Terutama Rafa yang juga sedih melihat Aarav sakit.
Rafa sangat menyayangi Aarav. Dan Rafa rela menghabiskan waktu liburnya untuk bermain dengan Aarav. Rafa sangat sedih melihat Aarav. Dan Rafa pun ikut menjaga Aarav. Rafa ketiduran di kursi karena juga kelelahan menjaga Aarav.
Sofia yang melihat Rafa ketiduran, menjadi tidak tega melihat Rafa. Sofia sadar kalau ternyata Rafa sangat tulus menyayangi Aarav. Sofia memandangi Rafa tidak tega. Sofia pun menyelimuti Rafa dan memberikan bantal di kepala Rafa dengan pelan. Agar Rafa tidak terbangun.
Sofia menatap wajah Rafa lekat-lekat. Sofia tahu kalau Rafa juga menyukainya. Tetapi Sofia tidak bisa membalas perasaan Rafa.
"Sofia ada apa? Apa Aarav kumat lagi?" Rafa sambil mengucek matanya. Sofia pun menggelengkan kepalanya dan menunduk.
"Bukan Rafa.." Kata Sofia kembali menundukkan kepala. Lalu meneteskan air mata. Rafa pun bertanya-tanya.
"Rafa, terimakasih karena kamu sudah sayang sama Aarav.. Maafin Aku Rafa, Aku tidak bisa membalas perasaan kamu." Rafa pun memegang dagu Sofia dan menyeka air matanya dengan lembut.
"Hei, Kamu bicara apa? Sofia, Aku tulus menyayangi Aarav seperti keponakan Aku sendiri. Aku tidak pernah meminta kamu untuk membalas perasaan Aku. Sofia, Aku tahu kamu hanya mencintai suamimu. Aku bahagia jika melihat orang yang Aku cintai bahagia." Kata Rafa. Sofia pun kembali tersenyum dan mengucapkan Terimakasih kepada Rafa.
Sofia pun menyuruh Rafa untuk pulang saja. Karena besok iya harus ke kantor. Namun, Rafa tidak ingin pulang. Iya tetap ingin menemani Aarav. Sofia tidak bisa memaksa kehendak Rafa.
__ADS_1
...****************...
Hari ini Sofia tidak bisa masuk kantor. Sofia masih menunggu anaknya yang sedang sakit. Tiba-tiba Sofia mendapat telfon bahwa di kantornya sedang ada kekacauan. Sofia pun meminta baby siter untuk menjaga Aarav sebentar. Karena Iya harus pergi ke kantor sekarang juga.
Sofia pun langsung berangkat ke kantornya. Sesampainya di sana, Sofia melihat papanya Zoya yang sedang marah-marah. Sofia pun langsung menghampirinya.
"Ada apa ini?" Papanya Zoya langsung menoleh ke arah Sofia.
"Oh, ini dia. Ternyata kamu datang juga." Sofia pun penasaran.
"Ada apa ini pak? Kenapa bapak marah-marah di kantor saya?" Tanya Sofia heran.
"Apa yang telah kamu lakukan terhadap anak saya kemarin?" Sofia mengernyitkan dahi karena tidak mengerti ucapan papanya Zoya itu. Kemudian papanya Zoya berbicara tentang pengaduan Zoya. Sofia dengan santainya menjawab semua pertanyaan papanya Zoya.
"Oh, masalah itu pak? Saya yakin Bapak ini orang yang berpendidikan. Bahkan lebih berpengalaman dari saya. Seharusnya, Bapak itu tanya sendiri sama putri bapak. Kenapa? Putri Bapak tidak mau mengakui kesalahannya? Biar saja yang jelasin ya, Saya tidak akan menampar Zoya jika Zoya nya sendiri yang tidak berulah duluan." Kata Sofia. Dan papanya Zoya kembali bertanya.
"Maksud kamu? Kamu menuduh anak saya ingin menyakiti kamu?" Kata papanya Zoya. Sofia pun membuang nafas dengan kasar.
"Lebih tepatnya seperti itu. Anak Bapak, dari dulu sampai sekarang selalu menghina saya, selalu memaki saya. Apa saya salah jika saya membalas perkataan anak Bapak? Dan Zoya duluan yang ingin menampar saya karena tidak Terima dengan ucapan saya. Ya jelaslah dengan sigap Aku menangkap tangan Zoya. Dan Aku menampar nya balik." Sofia pun menjelaskan semuanya ke papanya Zoya. Dan dilihat orang banyak.
"Sebelum Bapak ngatain saya, sebaiknya Bapak ajari dulu anak Bapak tentang sopan santun. Dan menghargai orang lain." Kata Sofia melanjutkan. Papanya Zoya hanya diam mendengar perkataan Sofia. Papanya Zoya tidak berani menjawab perkataan Sofia.
"Bapak masih mau bekerjasama dengan saya? Kalau masih mau kerjasama dengan saya, tolong jangan pernah mengusik hidup saya." Kata Sofia memberikan peringatan. Papanya Zoya hanya diam saja. Sofia pun mengusir Papa Zoya dari kantornya.
"Kalian dengar semuanya. Kalau kalian masih ingin kerja disini, jangan pernah mengusik hidup saya. Paham kalian? Jangan kalian pikir saya tidak tahu kelakuan kalian dibelakang saya. Selama saya cukup diam menghadapi kalian. Tapi kali ini saya akan memberikan peringatan tegas untuk kalian. Satu lagi, kalau kalian tidak ingin dipecat, kerja yang baik dan benar. Jangan bisanya cuma komentarin hidup orang lain saja. Sekali lagi kalian mengusik hidup saya, akan saya pastikan kalian dipecat, dan semua perusahaan akan memblokir kalian. Catat baik-baik." Semua karyawan Sofia tertunduk dan saling senggol.
__ADS_1
Kali ini Sofia bertindak lebih tegas kepada mereka. Selama ini Sofia diam bukan karena takut menghadapi mereka. Karena Sofia tidak ingin ribut saja.