PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 8


__ADS_3

"Eh, kalian mau kemana?" Tanya Sofia heran sambil memandangi mereka satu persatu.


"Lanjutin saja, kita ga mau jadi obat


nyamuk," Jawab Silvi.


Sofia merasa tidak enak. Takutnya mereka mengira yang bukan-bukan. Sementara Radit hanya senyum-senyum sendiri melihat Sofia yang salah tingkah.


"Sofia.." *S*apa Radit menatap serius.


"Iya kak.. ada apa?" Tanya Sofia yang juga menatap Radit.


Kemudian Radit pun memegang kedua tangan Sofia. Seperti ada hal penting yang ingin dibicarakan Radit. Tapi Sofia menolak tangannya yang dipegang Radit. Iya menyingkirkan tangannya dari tangan Radit. Karena Sofia hanya ingin menjaga sikap. Dan rasanya tidak etis jika harus berpacaran di sekolah.


"Maaf kak, jangan pegang tangan saya disini,, ini kawasan sekolah!" Kata Sofia menolak.


"Ok maaf Sofia, Kakak hanya ingin berbicara serius sama kamu!" Jawab Radit.


"Kakak mau bicara apa?" Tanya Sofia.


Belum sempat Radit menyampaikan sesuatu, tiba-tiba bel masuk berbunyi. Dan Sofia kaget mendengar bel tersebut. Dan Sofia pun juga segera berpamitan sama Radit.


"Kak, ini sudah masuk. Aku masuk dulu ya?"


Pamit Sofia.

__ADS_1


"Ya sudah, kita lanjut lagi nanti ya?" Pinta Radit.


"Iya! Pasti kak.." *J*awab Sofia.


Lalu Sofia pun segera masuk kelas dan meninggalkan Radit. Di kelas, Sofia diledekin oleh temen-temennya.


"Cie cie, Sofia.." *S*alah satu ledekan dari temennya.


"Sofia lagi sama siapa tu,, barusan.." Tanya temannya lagi sambil ngeledek.


Sofia hanya diam saja dan tersenyum heran dengan ulah mereka. Sofia juga melihat Albert dan Silvi senyum-senyum sendiri.


Sofia sudah menduga kalau ini pasti kerjaan mereka berdua.


... ********...


Bel pun sudah berbunyi dan waktunya sudah pulang. Radit biasanya menunggu Sofia depan gerbang, kini Radit menunggu Sofia di depan kelasnya. Sofia merasa malu sama teman-temannya karena Radit. Sofia takut kalau besok Dia diledek lagi oleh teman-temannya.


"Sofia, kita lanjutin yang tadi ya?" *Pi*nta Radit.


"Lanjutin tadi yang mana kak?" Tanya Sofia panik.


Kemudian Sofia ditarik oleh Radit dan dibawa ke suatu tempat. yaitu taman. Pikiran Sofia pun mulai kacau ketika Radit mendekat. Jantung Sofia berdegup kencang.


"Kakak mau ngapain?" *T*anya Sofia melotot.

__ADS_1


Radit hanya tersenyum geli melihat tingkah Sofia. Kemudian Radit mendekat dan menatap kedua mata Sofia serius. Lalu Radit memegang tangan Sofia.


"Sofia, Kakak mau bicara serius sama kamu!"


Kata Radit menatap Sofia serius.


"Mau bicara apa kak? Langsung saja, jangan buat Aku penasaran gini.." Tanya Sofia.


"Sofia, Maukah kamu menjadi pendamping hidup kakak?" Tanya Radit.


" Maksud Kakak?" Tanya Sofia tidak mengerti.


"Kakak ingin,, kamu jadi istri kakak.." Jawab Radit serius.


Sofia menelan Saliva nya sendiri. Iya terkejut mendengar ucapan Radit yang meminta Iya menjadi Istrinya. Sofia hanya diam saja. Di satu sisi Iya bingung harus jawab apa. Tapi disisi yang lain Sofia merasa senang karena secara tidak langsung Radit telah melamarnya.


Tapi Sofia bukanlah perempuan yang gampang tergiur dengan sesuatu. Sofia tetap masih punya pendirian. Sofia menjawab dengan tegas.


"Kak, Sofia masih ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Artinya, Sofia ingin kuliah dulu. Sofia ingin meraih cita-cita sofia dulu, Sofia harap.. kakak ngerti ya?"


Kata Sofia dengan tegas.


"Iya sayang, kakak paham.. kakak akan tunggu kamu sampai kamu sukses! Tapi kakak ingin kita tunangan dulu,, supaya ada ikatan,, bagaimana sayang?" Pinta Radit.


Lagi-lagi Sofia dibuat bingung dengan permintaan Radit. Iya bingung harus jawab apa.

__ADS_1


__ADS_2