PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 81


__ADS_3

Sofia meminta tolong Suaminya untuk membantu Rafa. Suaminya dengan berat hati menuruti kemauan istrinya. Mau bagaimana lagi, istrinya adalah orang yang sangat baik. Dan peduli terhadap sesama.


Arsya pergi untuk menjemput Rafa di BAR untuk menjemput Rafa. Setelah tiba di depan BAR, Rafa ternyata sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Arsya menyadarkannya, namun Rafa tidak sadar juga. Pelayan BAR menjelaskan bahwa Rafa meminum terlalu banyak alkohol.


Mendengar penjelasan pelayan tersebut, Arsya menggelengkan kepala karena heran terhadap mantan sahabatnya itu. Ternyata Rafa dari dulu belum berubah juga dengan kebiasaan buruknya.


"Ini anak, dari dulu memang tidak pernah berubah. Ketika ada masalah, pasti dia akan begini." Kata hati Arsya. Arsya pun membawa pulang Rafa ke rumahnya. Setelah sampai di rumahnya, Arsya menidurkan Rafa di kamarnya dan menggantikan pakaiannya.


Kemudian Arsya minta tolong ke pembantunya untuk membawakan segelas susu untuk Rafa dan air putih. Pembantunya melaksanakan perintah Arsya. Arsya pun langsung meminumkan susu tersebut ke Rafa supaya alkoholnya hilang.


Lalu menyiramkan air ke tubuhnya supaya sadar. Rafa kemudian tersadar dari maboknya. Dan Rafa pun tersadar, Iya bingung kenapa bisa ada di rumahnya. Dan yang lebih membingungkan, kenapa bisa ada Arsya di rumahnya.


"Kenapa gue bisa ada di sini? Dan lo, ngapain ada di sini?" Tanya Rafa masih kebingungan.


"Sudah sadar lo? Lo itu tadi ada di BAR, Lo mabuk berat.. Pelayan BAR, menghubungi istri gue. Istri gue minta tolong untuk jemput lo. Udah ah, gue pulang dulu." Arsya kemudian langsung pulang, tapi langkahnya dicegah oleh Rafa.


"Tunggu!" Arsya berbalik badan lagi tapi tidak berkata apa-apa ketika Rafa menghentikan langkahnya.


"Terimakasih," Kata Rafa singkat dan Arsya pun pulang. Rafa juga menelfon Sofia juga mengucapkan terimakasih karena telah menolongnya.


Sofia juga tidak pernah bosan untuk mengingatkan Rafa, agar lebih bijak dalam menghadapi suatu masalah. Rafa hanya berkata Iya. Bagaimana mungkin Rafa bisa bijak dalam menghadapi masalah satu ini, sementara Iya terus saja terbayang akan Sofia.

__ADS_1


Bagaimana mungkin Rafa mengatakan hal ini kepada Sofia, sementara Iya menjadi istri orang lain. Rafa bingung, apa yang harus dia lakukan untuk menghilangkan kegalauannya. Seandainya dalam sekejap bisa melupakan Sofia, maka akan Iya lakukan.


Rafa kemudian rebahan di atas kasurnya yang sangat empuk. Rafa hari ini ingin tidur lebih tenang lagi. Rafa kemudian terlelap dalam tidurnya.


...**********...


Sofia menunggu kedatangan suaminya dengan sabar, dan akhirnya suaminya datang. Sofia tersenyum melihat suaminya. Dan Arsya pun tersenyum juga melihat istrinya. Sofia ingin istirahat bersama suaminya.


Lagi-lagi ada bayangan seorang perempuan yang mengintip mereka di balik jendela kamar. Sofia melihat bayangan itu lagi. Dan Sofia segara memanggilnya dan bersuara keras.


"Hei, siapa di situ?" Teriak Sofia, Arsya juga melihat bayangan tersebut. Dengan segera, Arsya pun berlari mendekati wanita tersebut. Namun sialnya, wanita itu segera berlari.


Lagi-lagi Arsya gagal untuk menangkap orang misterius itu. Arsya menjadi kesal, karena lagi-lagi gagal untuk menangkap orang tersebut. Dan tiba-tiba Arsya mendapat telfon dari suara perempuan misterius. Suara itu membuat Arsya semakin kesal.


Dan mereka pun kembali ke kamar mereka. Arsya masih memikirkan tentang perempuan itu. Siapa sebenarnya perempuan itu? Sofia mengajak suaminya tidur, karena Sofia punya alasan tersendiri. Agar esok pagi lebih mempunyai pikiran yang fresh. Arsya menuruti saran istrinya.


***


Keesokan paginya, Sofia seperti biasa bangun lebih awal. Sofia dengan lembut dan mesranya membangunkan suaminya. Arsya terbangun, seperti biasa drama romantis mereka selalu ada. Arsya pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Sofia menyiapkan baju kerja suaminya. Dan setelah itu Sofia mengantarkan suaminya sampai depan pintu. Sebelum berangkat kerja, Arsya mencium kening istrinya. Arsya pun berangkat.

__ADS_1


Dalam keberangkatan Arsya, Dia tidak menyadari kalau ada orang yang sedang mencintai rumahnya. Sofia juga tidak menyadari kalau ada orang yang ingin menyelinap ke dalam rumahnya. Sofia pun kembali masuk rumah dan Sofia masuk ke kamarnya.


Sofia tiba-tiba merasakan sebuah kontraksi di perutnya. Sofia merasa kesakitan di perutnya namun, masih bisa Iya tahan. Namun, semakin lama rasa sakit itu tidak bisa Iya tahan lagi. Sofia merasa sepertinya iya mau melahirkan. Sofia dengan segera menghubungi suaminya. Ketika sedang ingin menghubungi suaminya, tiba-tiba ada orang yang mengambil HPnya begitu saja.


Entah darimana orang itu bisa masuk. Dia adalah seorang wanita yang berpakaian hitam tapi tidak menampakkan wajahnya. Sofia merasa panik dan menjadi takut.


"Siapa kamu? Dan apa mau mu?" Tanya Sofia sambil menahan sakit yang luar biasa. Kemudian wanita tersebut memperlihatkan wajahnya, dan Sofia menjadi kaget setengah mati.


"Marsha? Mau apa kamu?" Sofia sambil berjalan mundur, namun Marsha menakut-nakuti Sofia. Sofia tidak bisa apa-apa sekarang, karena Iya sedang mengalami kontraksi.


Marsha kemudian memegang mulut Sofia dengan kasar. Kemudian Marsha tertawa keras. Sofia tidak bisa berbuat apa-apa selain minta tolong. Namun, Marsha kembali memegang mulut Sofia dengan kasar.


Marsha mulai meraba perut Sofia, dan Sofia semakin ketakutan. Sofia menggelengkan kepalanya, artinya jangan pernah menyakiti anaknya. Darah sudah mulai keluar dari jalan lahir Sofia. Marsha pun menyeret Sofia, Sofia menjadi tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya.


Sementara Arsya yang belum sampai pertengahan jalan, tiba-tiba meminta supir untuk segera putar balik. Arsya lupa kalau sekarang harus menemani istrinya dulu untuk cek up ke dokter kandungan. Arsya meminta supir untuk cepat. Tak lama kemudian arsya pun tiba di rumah, Arsya kaget melihat penjaga rumah terkapar. Dan Arsya teringat Sofia.


Arsya segera berlari ke dalam untuk mencari istrinya. Arsya mencari istrinya kemana-mana. Lalu Arsya mencari istrinya di kamar. Arsya kaget melihat ada banyak ceceran darah. Kemudian Arsya mendengar teriakan dari kamar mandi. Segera Arsya membuka pintu kamar mandi.


Arsya pun kaget ketika melihat Sofia sedang di siksa. Marsha telah menenggelamkan Sofia ke dalam bet up kamar mandi. Dan Arsya pun segera menampar pipi Sofia. Tidak lama kemudian, Polisi segera datang. Mendengar suara mobil polisi Marsha langsung kabur lewat pintu belakang. Arsya segera memeluk istrinya. Dan Sofia sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit.


Darah yang keluar dari jalan lahir, semakin banyak. Arsya semakin panik, kemudian segera membawa istrinya ke rumah sakit. Arsya dengan cepat melajukan mobilnya.

__ADS_1


"Kamu harus kuat ya sayang," Sofia tidak sadarkan diri. Arsya menjadi sangat panik. Setelah sampai di rumah sakit, Arsya segera memanggil suster untuk meminta bantuannya. Dengan cepat suster membawa Sofia ke ruang UGD.


__ADS_2