PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 105


__ADS_3

"Tidak ada kata capek untuk seorang Ibu terhadap anaknya." Kata Sofia kepadanya. Sofia sangat bersyukur karena mempunyai baby siter yang begitu perhatian. Apalagi baby siter nya sangat senang karena memiliki Bos yang sangat baik seperti Sofia.


Lalu Sofia membawa Aarav ke kamarnya. Baby siter Aarav hanya memandangi Sofia yang membawa Aarav ke kamar. Dengan wajah tersenyum.


"Ya, ampun, Ibu Sofia baik bener dah. Dia mengerti kita. Sebenarnya saya tidak keberatan untuk menidurkan baby A Ibu.." Kata baby siter itu berbicara sendiri. Lalu Iya kembali ke kamarnya.


Di kamar Sofia, Baby A masih belum mengantuk. Sofia mengayun-ayun Baby A agar lekas tidur. Namun, Aarav belum juga tidur. Sofia pun heran padahal sudah malam kenapa baby A belum tidur juga. Tiba-tiba Aarav mengejutkan Sofia.


"Papa." Sofia terbelalak ketika Aarav menyebut nama papanya.


"Kamu nyebut papa sayang? Ya ampun nak, sekarang kamu sudah bisa menyebut papa." Sofia sangat terharu dengan perkembangan anaknya.


"Aarav kangen papa ya nak? Mama juga kangen sama papa.. Kita berdoa ya sayang, semoga papa cepat kembali kepada kita." Sofia pun memeluk anaknya dan menciumnya. Dan tidak lama kemudian Aarav pun tertidur. Sofia meletakkan Aarav di tempat tidurnya.


Sofia memandangi wajah anaknya yang tertidur pulas. Sofia kemudian menciumnya dengan penuh kasih sayang. Hanya Sofia yang belum tidur.


Sofia kemudian memandangi foto suaminya dan mengelus foto tersebut. Sofia teringat tentang sebuah kenangan dirinya bersama Arsya. Sofia teringat pertemuan pertama kalinya dengan Arsya sampai ke pernikahannya. Dan Sofia pun teringat kata-kata Arsya.


"Aku yakin, kamu tidak akan ninggalin Aku. Aku yakin, kalau kamu akan kembali ke kita. Cepat pulang sayang.." Kata Sofia. Sofia pun menangis sambil memeluk foto tersebut.


Sofia sangat merindukan Arsya. Dan Sofia membutuhkan pundak untuk bersandar di bahunya. Tidak ada tempat ternyaman bagi Sofia selain pundak suaminya. Sofia pun tersenyum sendiri ketika mengingat momen bersama suaminya.


Sofia pun tiba-tiba mendapat chat dari Rafa. Segera Sofia menghapus air matanya. Dan Sofia membaca chat tersebut. Rafa telah menunggu Sofia di bawah. Sofia pun segera menemui Rafa.

__ADS_1


"Rafa, ada apa?" Tanya Sofia.


"Aarav sudah tidur belum?"


"Aarav sudah tidur dari tadi. Kenapa memangnya?"


"Sofia, Aku ingin mengajak kamu ke taman sebentar." Kata Rafa. Sofia pun penasaran.


"Ngapain?" Tanya Sofia. Langsung saja Rafa menarik tangan Sofia dan membawanya ke taman. Rafa memandangi Sofia, kelihatan sekali mata Sofia sembab.


"Sofia? Kamu habis nangis?" Tanya Rafa yang sedari tadi memperhatikan matanya.


"Enggak kok, mataku cuma sedikit perih saja." Jawab Sofia mengelak.


"Sudah, ga usah mengelak. Saya tahu kamu habis nangis kan? Kenapa? Teringat Arsya ya?" Sofia pun menunduk kemudian Sofia pun berusaha kuat untuk menjelaskan.


"Kamu masih mencintai Arsya?" Tanya Rafa.


"Sampai kapanpun Aku tetap mencintai Arsya. Rasa sayang ini tidak akan pernah berubah sampai kapanpun." Rafa paham maksud Sofia.


"Sofia, apa kamu tidak ingin membuka hati kamu untuk orang lain?" Tanya Rafa.


"Bagaimana mungkin Aku bisa membuka hati Aku untuk orang lain Rafa? Sementara Arsya tetap hidup di hati Aku. Tubuh Arsya memang sudah pergi, tetapi jiwa Arsya tetap hidup di hati Aku." Rafa menunduk mendengar ucapan Sofia. Rafa semakin tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Sofia. Karena sudah pasti Sofia akan menolak.

__ADS_1


Sepertinya cinta Sofia tidak akan pernah padam terhadap Arsya. Sofia dengan setia menunggu Arsya pulang. Bahkan, ada pembantu Sofia yang memberitahu Rafa bahwa Sofia selalu ke bandara setiap seminggu sekali. Sofia sangat berharap bahwa Arsya akan pulang.


Rafa seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pembantu Sofia. Rafa pun menjadi sangat Iba dan kasian mendengar cerita tentang Sofia. Rafa takut kalau Sofia akan mengalami depresi.


Rafa pun memegang kedua tangan Sofia dan memberinya kekuatan. Rafa mengatakan bahwa dirinya harus tetap semangat dan harus bisa move on.


"Terimakasih ya, kamu sudah menyemangati Aku hari ini." Kata Sofia. Dan Rafa pun tersenyum. Rafa akhirnya pamit pulang dan menitipkan salam kepada Aarav kesayangannya.


Rafa mengajak Sofia untuk melihat langit yang dipenuhi oleh miliaran bintang. Sofia dan Rafa menikmati pemandangan langit yang indah itu. Dan dia melihat bintang yang jatuh. Sofia berdoa dalam hatinya agar dapat dipertemukan dengan Arsya suaminya. Sofia selalu setia menunggu suaminya pulang.


Selama ini Sofia tidak pernah menceritakan isi hatinya. Sofia takut jika Iya menceritakannya nanti orang lain malah mengira Iya gila. Sadar kalau malam semakin larut. Rafa pun pamit pulang.


Sofia juga masuk ke dalam rumahnya. Sofia pun melihat anaknya yang masih pulas tertidur. Dan Sofia pun juga tertidur karena hari memang sudah malam.


Keesokan harinya, seperti biasa Sofia bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dan tiba-tiba Sofia mendapat telfon dari sekertaris kantornya. Bahwa Mr. Akio akan datang ke kantor Sofia hari ini juga. Sofia pun segera menancap mobilnya untuk segera menuju kantor.


Sesampainya di kantor, Sofia sudah siap menyambut kedatangan Mr. Akio. Dan Mr. Akio pun sudah datang. Mr. Akio ingin membicarakan sesuatu yang penting untuk Sofia.


Mr. Akio mengundang Sofia untuk acara show di Jepang. Jelas saja Sofia sangat senang. Mr. Akio pun memberikan undangannya kepada Sofia. Selain perusahaan Sofia yang diundang, Mr. Akio juga mengundang perusahaan Rafa. Dan juga mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Eropa juga.


Sofia tentu saja tidak menolak kesempatan ini. Sofia pasti akan datang ke Jepang dengan senang hati. Mr. Akio juga senang terhadap Sofia. Karena Sofia menyambutnya dengan sangat baik. Mr. Akio juga membahas tentang produk yang akan dia beli dari perusahaan Sofia.


Sofia dengan lancarnya berbicara bahasa Jepang dengan Mr. Akio. Tak jarang jika banyak yang iri dan banyak panas melihat kesuksesan Sofia. Semenjak perusahaan Sofia bekerjasama dengan perusahaan Jepang, banyak menimbulkan pro dan kontra.

__ADS_1


Termasuk para karyawan wanita, banyak yang menganggap Sofia itu hanya menggunakan modal tampang saja. Untuk menarik perhatian perusahaan asing. Mereka yang beranggapan seperti itu, adalah mereka yang tidak suka terhadap Sofia.


Sela yang melihat perbincangan Sofia dengan Mr. Akio, merasa bangga terhadap Sofia. Ternyata Sofia adalah perempuan yang cerdas. Wajar saja jika banyak laki-laki yang mendekati dirinya. Sela sangat kagum terhadapnya.


__ADS_2