PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 84


__ADS_3

Sofia dan Albert hanya memandangi mereka dengan penuh senyum dan menggelengkan kepala. Ternyata tingkah Albert dan Rafa sama seperti tingkah anak kecil. Mereka juga kelihatan lucu saat bermain dengan bayi.


Keadaan Sofia semakin hari semakin membaik, Dokter mengizinkan Sofia untuk pulang hari ini. Arsya mempersiapkan segalanya untuk siap-siap pulang. Bayi Sofia telah digendong oleh baby siter. Sekarang Arsya punya banyak siter untuk mengasuh bayinya.


Rafa dan Albert telah menunggu kepulauan Sofia dari rumah sakit. Mereka menyiapkan sebuah kejutan untuk Sofia. Rafa rela menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan kejutan. Karena Sofia adalah orang yang spesial di hatinya meskipun tidak harus memiliki.


Kelihatan dari jauh, mobil Arsya telah nampak batang hidungnya. Rafa dan Albert sudah siap untuk menyambut kedatangan mereka. Mobil Arsya sudah tiba di depan gerbang dan satpam telah membuka gerbangnya.


Mobil Arsya tepat berhenti di depan Rumah, Arsya membukakan pintu mobil Sofia dan menyiapkan kursi roda untuknya. Dan juga seorang baby siter yang ikut turun dari mobil dengan menggendong bayi mereka.


Arsya mendorong kursi roda Sofia. Sofia terkejut dengan rumahnya yang penuh hiasan. Rafa dan Albert meledakkan balon yang berisi kertas pernak-pernik.


"Selamat datang kembali Sofia," Rafa dan Albert menyerukan suara serentak. Sofia menjadi terharu dengan mereka. Begitupun juga dengan Arsya. Arsya juga terharu dengan penyambutan mereka. Sebenarnya dalam hati Arsya sangat berterimakasih kepada Rafa. Tapi Dia merasa gengsi untuk mengungkapkannya.


"Kalian yang menyiapkan ini semua?" Tanya Sofia heran dan terharu. Mereka pun mengangguk. Sofia tersenyum bahagia.


"Terimakasih," Sofia tidak tahu lagi harus berkata apa kepada mereka selain terimakasih.


Rafa mengatakan tidak perlu bilang Terimakasih kepadanya juga Albert. Karena mereka menganggap bahwa Sofia pantas mendapatkan kejutan ini. Albert dan Rafa juga membawakan sebuah hadiah untuk baby A. Hadiah tersebut diserahkan kepada Sofia. Sofia membukanya. Sofia dan Arsya terkejut dengan kado yang diberikan oleh mereka.


Kini lengkap sudah kebahagiaan mereka dengan kehadiran sang buah hati. Arsya tidak henti-hentinya untuk mengucapkan syukur karena telah diberikan keluarga yang sangat utuh. Mendapatkan istri yang baik, cantik pengertian, dan juga diberikan keturunan sesuai keinginannya.


Arsya juga sangat bersyukur, karena telah diberikan kesempatan untuk bersama istri dan anaknya. Arsya berjanji akan selalu membahagiakan mereka. Dan berjanji tidak akan menyakiti istrinya.

__ADS_1


Arsya dan Sofia berencana akan mengadakan syukuran yaitu dengan mengundang anak yatim dan kaum duafa. Mereka ingin membagikan sedikit rezeki kepada orang yang membutuhkan. Ide ini adalah dari Sofia. Arsya juga mengundang para kerabat, saudara, tidak lupa juga mengundang Rafa dan Albert.


Arsya juga mendekor semua ruangan sebagus mungkin. Rafa dan Albert juga membantunya. Sebenarnya Rafa dan Arsya ingin sekali akrab seperti dulu. Mereka ingin persahabatan mereka kembali dekat seperti dulu. Hanya saja mereka gengsi untuk mengakuinya.


Acara syukuran ini juga untuk pemberian sebuah nama. Dan Acara akikah baby A.


Tamu undangan kerabat, saudara, juga anak yatim dan kaum duafa juga berdatangan.


Bibinya Arsya yang dari luar negeri pun juga menyempatkan diri untuk datang. Tantenya Arsya juga merasa gemas dengan baby A.


"Arsya, Tante boleh gendong baby A gak?" Kata Tantenya Arsya meminta ijin. Sofia mengijinkan tante A untuk menggendong baby A.


"Ih.. gemes banget ci, baby A gendong capa nih? Gendong O.ma. Lucu banget sih." Sambil sedikit mencubit pipinya karena terlalu gemas. Mungkin karena baby A merasa kesakitan atau kaget, baby A kemudian menangis.


Tantenya Arsya merasa takjub dengan ketampanan Rafa. Dia merasa kagum dengan cara Rafa mendiamkan baby A. Tantenya Arsya menanyakan tentang Rafa kepada Sofia dan juga Arsya.


Sofia menjelaskan siapa sebenarnya Rafa. Sofia menjelaskan secara detail. Tantenya Arsya semakin kagum mendengar cerita tentang Rafa.


"Cowok begini yang tante suka, sudah cool, keren, tampan lagi. perfect pokoknya." Kata Tantenya Arsya.


Acara pun telah selesai, Sofia dan Arsya juga membagikan rejeki berupa makanan dan uang yang telah terbungkus amplop kepada kaum duafa dan anak yatim. Rafa juga membantu membagikannya kepada mereka. Arsya dan Sofia tidak membedakan mereka yang hadir. Semuanya sama.


Setelah seharian acara, Sofia dan Arsya merasa lelah juga. Rafa dan Albert pun pamit untuk pulang. Rafa membawa istrinya ke kamar. Sementara baby A sudah berada di kamar bayi yang ditemani oleh baby siter.

__ADS_1


"Sayang, kamu istirahat dulu ya.. Kamu tidak boleh terlalu capek, kamu harus menjaga kesehatan kamu." Sofia mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu kenapa ga istirahat sayang?"Tanya Sofia balik.


"Iya sayang, ini Aku juga mau istirahat." Kata Arsya kepada istrinya sambil mengelus rambut istrinya. Istrinya tersenyum bahagia.


Sofia juga sangat bersyukur, karena telah diberikan suami yang sangat perhatian. Dan juga dijadikan perempuan yang sempurna. Sofia tidak henti-hentinya mengucapkan syukur karena telah diberikan keluarga yang utuh.


Mereka pun beristirahat karena terlalu lelah.


... ********...


#Satu bulan kemudian#


Tidak terasa baby A sudah berumur satu bulan. Baby sudah bisa dibawa keluar meski tidak boleh terlalu lama. Arsya pamit untuk berangkat ke kantor dan sebelum berangkat ke kantor, seperti biasa Arsya mencium kening istrinya juga baby A.


Sofia melambaikan tangan kepada suaminya. Sofia membawa masuk anaknya ke dalam rumah. Dalam pikiran Sofia, Sofia ingin membawa anaknya jalan-jalan sebentar di luar. Sofia meletakkan baby A di dalam kereta dorong.


Dan Sofia pun membawa baby A jalan-jalan ke sebuah taman terdekat. Sepertinya baby A juga senang dibawa jalan-jalan oleh mamanya. Tapi di balik itu ada orang yang mengintai mereka. Sofia tidak merasa jika ada orang yang sedang mengintainya.


Sofia sedang asyik saja bermain dengan baby A. Tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Tiba-tiba ada orang yang memukul Sofia dari belakang. Sofia tidak sadarkan diri saat itu juga. Beberapa menit kemudian, Sofia tersadar dan sedikit pusing.


Sekarang Sofia benar-benar sadar dari pingsannya. Sofia kaget setelah melihat baby A tidak ada di tempatnya. Sofia kebingungan mencari baby A. Sofia juga bertanya kepada semua orang yang ada di taman tentang baby A. Namun, tidak satupun yang melihat.

__ADS_1


Sofia panik karena baby A hilang. Kemudian Sofia menelfon suaminya bahwa baby A hilang. Sontak saja Arsya kaget mendengar berita hilangnya baby A. Arsya segera pulang dari kantor. Setalah sampai di rumah, Sofia langsung memeluk suaminya itu dan menangis di pundaknya.


__ADS_2