PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 69


__ADS_3

"Sofia, kamu menyuruh Aku untuk tidak menyakiti diriku sendiri. Tapi kenapa kamu melukai dirimu sendiri?" Kata Rafa, dan membuat Sofia heran Sofia pun bertanya maksudnya Rafa.


"Maksud kamu?" Tanya Sofia tidak mengerti. Rafa pun tersenyum mendengar pertanyaan Sofia.


"Maksud Aku, kenapa kamu masih peduli dengan Arsya, sementara Arsya tidak peduli dengan kamu. Itu sama saja dengan menyakiti diri kamu sendiri." Jawab Rafa. Sofia kembali tersenyum.


"Ya bedalah, Arsya itu masih suami Aku. Dan kewajiban Aku untuk peduli dengan dia. Bagaimanapun juga dia tetap Ayah dari calon anak Aku." Jawaban Sofia membuat Rafa kagum kepadanya.


"Beruntung sekali si Arsya." Batin Rafa.


Rafa kembali menghayal, seandainya Sofia menjadi istrinya, pasti dia akan menjadi pria yang sangat beruntung. Rafa pun senyum-senyum sendiri, sedang mengkhayalkan Sofia. Sofia yang memandangi Rafa, menjadi heran. Lalu Sofia membuyarkan lamunannya.


Sofia membuyarkan lamunan Rafa. Rafa tersenyum malu. Rafa dan Sofia pun tertawa bareng. Lalu tiba-tiba saja HP Rafa berbunyi. Ternyata itu telfon dari Albert. Albert mengajak Rafa untuk melihat sebuah proyeknya. Kini perusahaan Rafa dengan perusahaan Albert telah melakukan kerjasama.


Rafa pun mengajak Sofia untuk melihat sebuah proyek. Rafa kali ini membutuhkan bantuan Sofia. Dan Sofia pun setuju. Mereka pun pergi bersama. Di jalan, Rafa terus saja memandangi wajah Sofia yang sangat cantik.


Rafa benar-benar sudah kesemsem dengan kecantikan Sofia. Setelah mereka sampai di lokasi, Sofia melihat ada yang menjual buah strawberry di pinggir jalan. Dan Sofia berjalan mendekat ke dagang buah strawberry tersebut.


Sofia sedang mengidam buah strawberry, hal itu diketahui oleh Rafa. Rafa melihat Sofia dari jauh yang sedang membeli strawberry. Lalu Rafa menyusul Sofia, dan membelikannya untuk Sofia. Sofia sangat merasa tidak enak, sementara penjual strawberry tersebut hanya senyum-senyum sendiri.


"Ya ampun, jadi ngiri lihat mbak dan masnya.. Masnya perhatian banget sama mbaknya, kalian benar-benar serasi.." Kata penjual strawberry tersebut.


"Suami idaman banget masnya.." Kata salah satu pedang yang lain. Rafa tersenyum mendengar kata dari pedagang tersebut, dan dalam hati Rafa berharap semoga perkataan pedagang itu menjadi nyata.


Sementara Sofia juga tersenyum dan tertunduk sedih, Sofia ingin Arsya berada di sampingnya dan membelikan buah untuknya. Yang Sofia inginkan adalah suaminya bukan laki-laki lain.


Sofia masih bisa menyembunyikan perasaan sedihnya rapat-rapat. Rafa yang melirik Sofia mengerti apa yang sedang Sofia rasakan. Lalu, Rafa membawa Sofia untuk kembali ke proyek.


Sofia dan Rafa mencari tempat duduk untuk menikmati buah strawberry. Rafa memperhatikan Sofia yang memakan strawberry tersebut. Rafa sangat prihatin dengan Sofia melihat dia memakan buah itu.


Sofia lalu melirik ke Rafa, dan Sofia merasa ga enak jika dilihatin begitu. Lalu Sofia tiba-tiba berhenti memakan buah itu.

__ADS_1


"Kenapa berhenti?" Tanya Rafa, Sofia hanya tersenyum dan mengatakan kalau dia malu dilihatin begitu. Rafa mengambil tisu lalu mengelap bibir Sofia. Sofia tercengang dengan perhatian Rafa yang seperti ini.


"Harusnya yang begini adalah mas Arsya," Kata batin Sofia, kemudian Sofia mengambil tisu tersebut dari tangan Arsya dan mengelap nya sendiri.


"Sofia, apa kamu merindukan suamimu?" Tanya Rafa tiba-tiba. Dan Sofia pun hanya mengangguk.


"Aku sangat merindukan dia Rafa," Sofia kembali menunduk dan meneteskan air mata. Kemudian Rafa pun menyeka air mata Sofia dengan lembut.


"Sofia, jangan pernah menangis lagi." Kata Rafa dengan lembut.


Rafa adalah cowok yang sangat cool dan bersikap dingin. Tetapi semenjak bertemu dengan Sofia, Rafa berubah menjadi sangat perhatian. Sebenarnya Rafa paling tidak bisa melihat wanita yang sedang menangis.


"Sofia, Aku janji Aku akan mempertemukan kamu dengan Arsya." Janji Rafa. Sofia pun tersenyum, mendengar ucapan Rafa lalu berterimakasih.


"Semangat dong..." Kata Rafa dan mereka pun tertawa bareng.


Dan Mereka melihat proyek yang sedang mereka bangun. Sofia kemudian ikut membahas tentang proyek tersebut. Dan Sofia juga mengeluarkan ide-ide briliannya. Rafa dan Albert sangat kagum dengan Sofia.


Bukan hanya mereka berdua yang kagum, tapi klian yang lain juga kagum. Para klian itu bertepuk tangan.


Arsya sakit pinggang lagi


Arsya berteriak dan merasakan sakit yang sangat hebat, karena tidak kuat menahan sakit yang ada di pinggangnya, akhirnya Arsya pun tidak sadarkan diri. Kemudian pembantu Arsya pun panik dan berteriak minta tolong.


Arsya pun segera dibawa ke rumah sakit. Pembantu menghubungi Sofia dan mengabarkan kalau Arsya sedang dilarikan ke rumah sakit. Mendengar hal ini, Sofia sangat kaget.


"Baik Bibi, saya akan segera ke sana." Sofia pun segera bergegas untuk menyusul suaminya.


"Sofia, kamu mau kemana?" Tanya Rafa.


"Suamiku masuk rumah sakit Rafa, Aku harus segera ke sana."

__ADS_1


"Biar Aku antar kamu ke rumah sakit ya, Aku ga mau kamu kenapa-kenapa. Apalagi kamu sedang hamil besar." Sofia pun mengangguk, dan Rafa segera mengantar Sofia ke rumah sakit.


Sesampainya di sana Sofia segera menemui Pembantunya. Dan segera menanyakan keadaannya.


"Bagaimana dengan mas arsya? Tanya Sofia panik.


"Tuan sedang ditangani dokter nyonya," Jawab pembantunya. Sofia pun duduk dengan cemas. Rafa sangat kasihan melihat kecemasan Sofia.


Kemudian dokter selesai memeriksa Arsya, dan Sofia segera beranjak dari tempat duduk, lalu menanyakan keadaan suaminya. Dan dokter menyuruh Sofia untuk membicarakan kondisi Arsya di ruangannya.


"Meskipun berat, hal ini harus segera saya sampaikan." Kata dokter itu.


"Ada apa dengan suami saya dok?" Tanya Sofia.


"Suami Ibu, mengidap gagal ginjal. Dan suami ibu membutuhkan pendonor yang cocok dengan ginjalnya." Kata dokter tersebut menjelaskan.


"Dokter cek ginjal saya saja dok." Sofia menawarkan dirinya.


"Maaf bu, seorang Ibu hamil tidak disarankan untuk menjadi pendonor. Karena sangat berbahaya." Kata dokter itu menolak permintaan Sofia.


"Dokter, saya mohon. Dia itu suami saya, saya tidak mau terjadi apa-apa dengannya." Kata Sofia tetap kekeh untuk menjadi pendonor.


"Tapi itu sangat beresiko buat keselamatan Ibu," Kata dokter itu menasehati.


"Saya tidak peduli dengan keselamatan saya, saya ingin keselamatan suami saya." Dokter itu menunduk, dan sulit untuk mengambil keputusan.


Mendengar hal ini, tiba-tiba saja Rafa ikut masuk ke ruangan dokter itu. Dan mencegah Sofia untuk menjadi pendonor.


"Jangan bodoh kamu Sofia, ini sangat beresiko buat kamu." Kata Rafa merasa tidak rela dengan keputusan Sofia.


"Enggak Rafa, Mas Arsya itu suami Aku. Dia butuh Aku, Rafa Aku sangat menyayangi dia. Aku pernah bilang kan, kalau Aku mencintai Dia lebih dari diriku sendiri." Kata Sofia kepada Rafa. Kemudian Sofia memohon kepada Dokter untuk mengabulkan permohonannya.

__ADS_1


Sebelum Dokter itu mengiyakan, Dokter kemudian menjelaskan bahwa resiko yang sangat besar, adalah Dirinya akan hidup hanya pada sampai melahirkan saja. Sofia menyanggupi resiko itu.


Sementara Rafa sangat khawatir dengan keadaan Sofia. Rafa tidak rela jika harus kehilangan Sofia. Rafa ingin mencegah Sofia, namun Sofia tetap bersi keras. Rafa pun tidak bisa berkata apa-apa.


__ADS_2