PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 51


__ADS_3

"Terimakasih Mas," Tidak ada kata-kata lain selain terimakasih yang keluar dari mulut Sofia.


arsya mengajak Sofia untuk makan siang di luar. Kali ini Arsya tidak menyuruh Sofia untuk masak lagi. Sesekali Sofia menggoda Arsya dan iseng.


"Bapak Arsya mau dimasakin apa sekarang?" Sofia iseng, dan tersenyum ingin menggoda Arsya. Arsya malah mencubit hidung Sofia kerena gemas. Arsya pun menggandeng tangan Sofia.


Kemesraan mereka mulai terlihat, para karyawan pun mulai berbisik dan senyum-senyum sendiri melihat kedekatan mereka. Namun Sofia masih terasa malu, sesekali Sofia ingin melepaskan tangannya dari genggaman Arsya. Namun Arsya memegang erat-erat tangan Sofia agar tidak terlepas.


Seperti biasa Sofia tidak mau makan siang di restoran mewah, Sofia malah berhenti di sebuah rumah makan biasa. Arsya merasa heran dengan Sofia.


"Kenapa makannya disini?" Arsya bertanya-tanya, niatnya Arsya ingin mengajak Sofia makan di restoran mewah.

__ADS_1


"Ini rumah makan langganan Aku mas, disini juga enak kok, ga kalah dengan restoran yang lain.." Sofia sambil tersenyum, Arsya pun hanya menggelengkan kepala. Heran dengan Sofia.


"Kenapa kamu ga mau makan di restoran yang mewah? kenapa makannya disini?" Tanya Arsya penasaran.


"Bedanya makan disini dengan restoran mewah itu apa? Kan, sama saja mas.. tingkat kesehatannya pun sama, menu makanannya juga sama. Hanya saja yang berbeda itu harga. Lagian mas, semua orang yang makan disini dilayani dengan baik, tanpa pandang bulu. Makan disini itu kita bisa berpikir bahwa semua manusia itu sama mas, hanya saja yang membedakan perilaku." Jawab Sofia menjelaskan. Arsya tertegun dengan ucapan Sofia.


Arsya mendapat pelajaran berharga dari Sofia sekarang ini. Arsya merasa malu dengan Sofia yang usianya lebih muda tapi memiliki tingkat sosialisasi yang sangat tinggi. Arsya semakin sayang dengan Sofia.


"Enak ya mas?" Sofia menggoda Arsya lagi, seketika Arsya berhenti sebentar dan tersenyum. Lalu mengangguk pertanda bahwa makanan tersebut enak.


Setelah makan selesai, Arsya membayar makanan tersebut dan Arsya tertegun, ternyata makanan itu sangat murah bagi Arsya. Dan Mereka pun kembali ke kantor.

__ADS_1


Sofia dan Arsya berpapasan dengan Radit. Radit menoleh ke arah Sofia dan bertanya-tanya siapa laki-laki bersama dengan Sofia. Radit tidak jadi makan siang di tempat itu. Radit memilih mengikuti Sofia dan Arsya.


Radit mengikuti Sofia dan Arsya sampai ke kantornya. Radit mendengar percakapan mereka dan mendengar juga panggilan sayang yang keluar dari mulut Arsya.


"Ternyata Sofia sudah memiliki laki-laki lain." Radit mengepalkan tangannya, dan langsung melajukan mobilnya karena tidak terima jika Sofia bersama laki-laki manapun selain bersamanya.


Radit memikirkan cara agar bisa mendapatkan Sofia kembali. Radit sangat berambisi untuk mendapatkan Sofia. Radit sangat over protektif terhadap Sofia. Radit terus berpikir agar mereka berpisah.


... **********...


Hari pernikahan Arsya dengan Sofia semakin dekat, tinggal menghitung hari. Sofia meminta Sekertaris nya untuk menggantikannya sementara waktu masalah perusahaan. Begitu juga dengan Arsya, juga sibuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan.

__ADS_1


Sofia dan Arsya tidak boleh bertemu dulu selama tiga hari sampai menjelang pernikahan. Baru tiga hari tidak bertemu, Sofia merasa sangat rindu terhadap Arsya, begitu juga dengan Arsya merasakan rindu terhadap Sofia.


__ADS_2