PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 119


__ADS_3

#Jerman#


Setelah 15 jam 50 menit perjalanan, Sofia dan Rafa pun sampai juga di bandara Internasional Berlin. Dan mereka tunggu beberapa saat lalu turun.


"Haduh.. Akhirnya sampai juga.." Kata Sofia.


"Capek ya?" Tanya Rafa.


"Banget!" Ujar Sofia. Karena kasihan, Rafa pun mengganti Sofia untuk menggendong Aarav. Ternyata Tifani sudah menjemput mereka di bandara.


"Welcome to Berlin city." Sambut Tifani kepada mereka. Sofia dan Rafa merasa dihargai dan di hormati oleh Tifani.


Mereka pun langsung menuju apartemen yang telah disediakan oleh Tifani untuk mereka. Sofia sangat berterimakasih kepada Tifani.


"Sudah menjadi kewajiban saya, untuk menyambut dan menyediakan tempat untuk menginap. Apalagi tamunya istimewa." Ujarnya. Sofia sangat tersanjung dengan kata-kata Tifani.


"By the way, who is this little boy?" Tanya Tifani.


"This is my children." Tifani terbelalak ternyata Sofia sudah punya anak.


"What, your children? Then where's his father?" Sofia pun menceritakan tentang kecelakaan pesawat yang dialami suaminya satu tahun yang lalu. Tifani pun meminta maaf karena dia benar-benar tidak tahu.


Tifani mengucapkan turut berduka cita atas musibah yang menimpanya. Sofia memakluminya. Karena Sofia tahu bahwa Tifani tidak sengaja bertanya.


Akhirnya mereka sampai juga di apartemen Tifani. Mereka juga disambut dengan baik oleh Rani. Rani pun juga dibuat kagum oleh kecantikan Sofia.


"you are so beautiful..." Sofia menunduk malu ketika Rani memujinya. Dan Rani pun mempersilahkan mereka masuk. Rani memberitahu kamar mereka.


"Can we know each other?" ujar Rani.


"Ofcourse, my Name is ****Sofia****. What about you?"


"My Name is Rani." Mereka sambil berjabat tangan.


"Wow, beautiful name.. Her name is as beautiful as the person." Rani malu-malu tetapi senang juga ketika dipuji oleh Sofia.


"Thank you.." Ucapnya. Dan Rani pun juga menyapa Aarav.

__ADS_1


"What is this your son?" Sofia mengangguk.


"Yes this is." Jawabnya. Rani sangat menyukai Aarav dan merasa sangat gemas dengannya.


Rani pun meminta ijin untuk menggendongnya sebentar. Dan tentu saja Sofia mengijinkannya. Kemudian Rani menanyakan tentang Rafa. Sofia mengatakan kalau dia adalah temannya.


"Is it true?" Tanya Rani tidak percaya. Karena mereka terlihat sangat dekat. Bahkan menurut Rani kedekatan mereka seperti sepasang kekasih.


"Yes that's right." Kata Sofia. Lalu Rani pun bertanya tentang ayahnya Aarav juga. Sofia menghela nafas sejenak. Kemudian Sofia menjelaskan bahwa suaminya mengalami kecelakaan pesawat.


"Oh my god, I am sorry.. I don't know.."


"Don't worry, no problem.." Ujar Sofia sambil tersenyum.


Rani pun menyuruh Sofia untuk beristirahat. Karena Rani tahu bahwa perjalanannya yang begitu jauh sangatlah melelahkan. Sofia merasa benar-benar sangat dihargai. Dan Rani pun rupanya sangat baik. Rani pun keluar dari kamar Sofia.


Pas Rani keluar dari kamar Sofia, Rani berpapasan dengan Rafa. Rani sangat kaget melihat Rafa. Mereka pun saling bertatapan.


"I am sorry, excuseme.." Kata Rani gugup kemudian Iya pergi. Rani pun menoleh lagi ke belakang. Begitu juga dengan Rafa, iya juga menoleh ke arah Rani.


Rani pun memberikan senyum kepada Rafa. Dan Rafa pun membalas senyuman Rani. Rani pun langsung pergi.


"I would love to meet him.." Ujarnya lagi.


Begitu juga dengan Rafa, Rafa begitu kagum melihat kecantikan Rani. Lalu Rafa mengetuk pintu kamar Sofia dan bertanya tentang Rani.


"Oh, Dia namanya Rani.. kenapa?" Sofia penasaran.


"Enggak apa-apa, cuma nanya saja. Dia cantik juga ternyata." Sofia pun senyum-senyum sendiri. Rafa yang memandangi Sofia senyum-senyum merasa heran.


"Ngapain senyum-senyum seperti itu?"


"Enggak apa-apa, kamu lucu aja.. Kamu suka ya sama dia?" Ledek Sofia.


"Apaan sih? Baru ketemu. Kan Aku cuma bilang cantik doang.." Sofia tambah jadi tertawanya.


"Enggak apa-apa kali, Iya sekarang kamu cuma bilang cantik.. Entar suka beneran loh.." Ujarnya. Lalu Rafa pun langsung mencubit hidung Sofia. Sofia semakin merasa lucu melihat Rafa kesal seperti itu.

__ADS_1


Karena kalau Rafa kesal, Wajahnya malah semakin lucu bukan menakutkan menurut Sofia. Rafa yang melihat Sofia tertawa seperti itu, merasa senang. Apapun akan Rafa lakukan asal Sofia senang.


Sofia dan Rafa tidak bisa terlalu lama tinggal di Jerman. Karena mereka juga punya tanggung jawab dengan perusahaan mereka. Sofia dan Rafa pun harus bisa bergerak cepat.


...****************...


Suasana malam hari di kota Jerman sangatlah berbeda dengan kotanya sendiri. Sofia menikmati pemandangan malam hari di kota Jerman. Gemerlap lampu di Berlin yang menerangi jalan-jalan membuat Sofia sangat menyukainya.


Sofia bertemu dengan Tifani di sebuah restoran yang sangat mewah. Sofia ditemani oleh Rafa. Terlebih dahulu Sofia basa-basi dan membahas tentang pekerjaan. Ketika Tifani mulai merasa enak untuk diajak ngobrol, disitulah Sofia memancing pertanyaan.


"Oh iya, itu yang laki-laki kemaren waktu di Jepang anaknya Om ya?" Sofia mulai bertanya.


"Maksud kamu Arsya? Dia bukan anak saya.. Hanya dulunya papanya dia teman baik om." Sofia pun mengangguk dan satu jawaban telah Sofia dapatkan. Dan Sofia pun melanjutkan pertanyaan selanjutnya.


"Oh, maaf sebelumnya om. Ayahnya Arsya itu kemana ya? Apa dia tinggal sama om dari kecil?" Pertanyaan Sofia yang sopan. Tifani pun mulai menjelaskan siapa sebenarnya Arsya. Sofia pun menyimak penjelasan Tifani secara baik-baik.


Setelah Tifani menjelaskan semuanya tentang Arsya, kini Sofia menjadi tahu semuanya. Ternyata benar, Arsya adalah suaminya. Pantesan Arsya tidak mengenalinya, ternyata Arsya mengalami amnesia.


Meskipun begitu, Sofia tetap bersyukur karena Sofia bisa dipertemukan kembali dengan suaminya. Dan jawaban kedua pun sudah Sofia dapatkan.


"Maaf om, apa om Tifani tidak ingin Arsya kembali ingatannya?" Tanya Sofia.


"Justru karena saya ingin ingatan Arsya kembali lagi, makanya saya melakukan ini." Tifani menjelaskan maksudnya kepada Sofia. Dan Sofia pun tahu caranya.


Lengkap sudah jawaban yang Sofia inginkan. Sofia tahu bagaimana caranya agar ingatan suaminya cepat pulih. Dan Sofia tinggal melanjutkan rencana selanjutnya.


Sofia melanjutkan membahas pekerjaan dengan Tifani. Tifani sangat suka dengan cara kerja Sofia. Yang konsisten, Tifani tidak heran jika Sofia menjadi wanita yang sukses, karena memang cara kerjanya sangat bagus.


Setelah semuanya selesai, Sofia pun pamit dan kembali ke apartemen. Seperti biasa Rafa menjemput Sofia. Dan Rafa bertemu dengan Tifani. Tifani memandangi Rafa dengan tatapan yang berbeda.


Ketika memandang Rafa, dari matanya, bibirnya dan senyumnya. Mengingatkan Tifani kepada bintang. Tiba-tiba Tifani mencegah Rafa untuk pergi.


"Tunggu nak!" Rafa pun membalikkan badan.


"Iya Om?" Kata Rafa.


"Bolehkah saya memeluk kamu?" Rafa mengernyitkan dahi karena heran.

__ADS_1


"Boleh kok om.." Langsung saja Tifani memeluk Rafa. Setelah memeluk Rafa, entah mengapa rasa rindu Tifani terobati. Tidak terasa Tifani meneteskan air mata. Dan Tifani mengucapkan terimakasih kepada Rafa karena telah mengijinkannya untuk memeluknya.


__ADS_2