
Sangat tidak mungkin, jika Sofia adalah seorang pemakai. Karena selama ini Sofia terkenal siswi yang sangat berprestasi. Begitu juga dengan gurunya, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Tapi mau bagaimana lagi, barang bukti sudah ada di tasnya Sofia.
Pengawas pun membawa Sofia ke kantor polisi, atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba. Untuk sementara waktu Sofia menjadi tersangka.
Sofia mengelak semua itu, karena Sofia memang tidak pernah memakai barang itu. Sofia berusaha menjelaskan kepada pengawas bahwa barang itu bukan miliknya.
Begitu juga dengan teman-teman Sofia, yaitu Albert dan Silvi membantu Sofia menjelaskan semuanya. Namun pengawas tetap saja tidak percaya.
"Ini bukan milik saya pak, saya tidak pernah memakai barang ini. Dan saya juga tidak tahu kenapa barang ini bisa ada di tas saya." Kata Sofia.
"Benar pak, saya berani jamin bahwa teman saya ini tidak tahu tentang barang ini pak." Kata Albert.
"Memangnya ini barang sakti? Bisa terbang sendiri ke dalam tas kamu?" Kata salah satu pengawas itu kepada Sofia.
"Tapi pak?" Kata Sofia tidak mengerti.
"Sebaiknya, adik ini jelaskan saja di kantor. Tolong bawa dia!" Kata polisi tersebut dan memerintahkan untuk membawa Sofia.
__ADS_1
Sofia hanya bisa diam dan pasrah, mau bagaimana lagi, mau dijelaskan bagaimana pun tetap saja polisi itu tidak akan percaya.
Sofia hanya berharap ada keajaiban yang bisa menolongnya. Bahwa dirinya tidak bersalah.
Albert dan silvi menahan polisi tersebut. Albert dan silvi meminta ijin kepada polisi tersebut untuk berbicara kepada Sofia.
"Tunggu pak, ijinkan saya berbicara sebentar dengan teman saya pak, ga lama kok pak." Kata Albert.
"Silahkan kami kasih waktu anda 15 menit." Jawab polisi tersebut.
"Sofia, Aku tahu kamu tidak salah. Kamu yang sabar ya, Aku dan silvi berjanji akan membantu kamu. Supaya kamu bisa keluar dari masalah ini." Kata Albert sedih.
Kemudian Albert dan silvi memeluk erat Sofia, mereka bukan menganggap Sofia sebagai teman lagi, tapi mereka menganggap Sofia seperti saudara sendiri.
Ditengah-tengah masalah yang dihadapi, Sofia sangat beruntung sekali bisa memiliki sahabat yang perhatian dan peduli terhadap dirinya.
Kemudian polisi tersebut membawa Sofia ke kantornya. Sofia berusaha tegar, rasanya ingin sekali sofia menangis. Namun iya tidak mungkin menangis di depan polisi.
__ADS_1
Sofia merasa takut, tubuhnya gemetar. Namun Sofia tidak menunjukkan kekacauan hatinya, iya berusaha untuk bisa tenang.
Di Sekolah, Albert dan silvi memikirkan bagaimana caranya agar Sofia bisa bebas. Mereka merasa iba dan kasihan kepada Sofia, karena mereka tahu kalau Sofia itu tidak bersalah. Tiba-tiba silvi kepikiran sesuatu.
"Tunggu, tunggu. Sangat tidak mungkin kalau sofia memakai barang haram itu." Kata Silvi.
"Ya enggak mungkin banget lah. Kita tahu betul bagaimana sofia." Kata Albert.
"Apa mungkin ada orang yang sengaja menaruh barang haram itu ke tasnya sofia?" Kata silvi curiga.
"Benar juga kata kamu. Tapi bagaimana caranya supaya kita bisa membuktikan bahwa Sofia itu tidak bersalah." Tanya Albert lagi.
Mereka terus berfikir keras untuk mencari bukti. Lalu si silvi mendongak ke atas, dan tidak sengaja melihat CCTV.
"Aha, Aku tahu caranya." Kata Silvi kemudian.
"Apa caranya?" Tanya Albert.
__ADS_1
"Coba kamu lihat itu. Itu kan ada cctv, jadi kita bisa tahu dong, siapa sebenarnya yang bersalah." Jawab silvi.
"Mendingan kita langsung cek saja." Kata Albert.