
"Ada apa? cepetan Aku ga punya banyak waktu!" Kata Albert.
"Al, kamu kenapa sih?" Tanya Sofia.
"Apanya yang kenapa?" Tanya Albert balik.
"Al, Aku merasa ada yang aneh dari kamu!" Jawab Sofia.
"Aneh kenapa? Aku biasa aja." Jawab Albert.
"Kamu seperti menghindar dari Aku!" Kata Sofia jujur.
"Siapa yang menghindar? Itu cuma perasaan kamu saja." Jawab Albert berbohong.
"Jangan bohong Al, Aku kenal kamu itu bukan cuma setahun, dua tahun! Aku tahu betul siapa kamu! Sekarang kamu jujur, kamu memang lagi menghindar dari Aku
kan?" Kata Sofia lagi.
__ADS_1
Albert pun menghela nafas. Dan langsung mengatakannya kepada Sofia.
"Iya. Aku memang lagi menghindar dari kamu. Kamu tau kenapa? Karena Aku menyukai kamu Sofia, Aku tau kalau perasaan Aku tidak akan pernah terbalaskan. Aku tahu Kalau kamu menganggap ku tidak lebih dari seorang sahabat. Lebih baik, Aku menghindar dari kamu sebelum perasaanku semakin dalam!" Jawab Albert tegas.
"Jadi, kamu?" Kata Sofia syok.
"Iya! Aku tahu kamu menyukai orang lain kan? Dan begitu pun dengan orang tersebut juga menyukai kamu kan? dan kalian jadian kan?" Kata Albert dengan lantang.
"Albert, Aku... Aku minta maaf.. Aku ga
"Lebih baik kita tidak usah bersama-sama lagi. Anggap saja, kita tidak pernah kenal sebelumnya!" Kata Albert tegas. Kemudian langsung meninggalkan Sofia.
Mendengar pernyataan itu, Sofia langsung syok. Dadanya kembang kempis, nafasnya tidak beraturan. Seperti berat untuk bernafas. pikiran hati nya tidak menyatu. matanya juga berkaca-kaca. Lalu Iya langsung lari ke halaman belakang sekolah yang terdapat taman.
Sofia menangis sesenggukan. Sofia memang menganggap Albert hanya sekedar sahabat. Tapi Sofia sangat menyayangi Albert. Meskipun Radit adalah orang yang spesial di hati Sofia, Namun Albert merupakan orang yang istimewa bagi Sofia.
Kini hati Sofia kacau balau dan tidak menentu. Sekian lama Sofia menangis di taman. Akhirnya Iya pun kembali ke kelas. Silvi mendapati Sofia dengan mata yang sembab. Sementara Albert tidak peduli dengan hal itu.
__ADS_1
"Sof.. Kamu habis nangis?" Tanya Silvi dengan lembut.
"Enggak.. Siapa yang nangis? Mataku cuma perih saja!" Jawab Sofia mengelak.
"Jangan bohong! Aku tahu kamu lagi nangis kan? Kenapa si? cerita dong.." Tebak Silvi. Dan menyuruh Sofia untuk cerita.
"Ga ada vi.. ya.. emang Aku ga nangis.. mata Aku itu cuma lagi perih aja.." Jawab Sofia mengelak lagi.
"Oh.. ya sudah kalau ga mau cerita. Tapi kalau kamu butuh teman curhat.. Aku siap kok dengerin.. ya siapa tahu Aku bisa ngasih solusi!" Kata Silvi menawarkan.
Selain Albert, Silvi juga sahabat Sofia. Tapi bedanya hanya kedekatan saja. Selama ini Sofia selalu dekat dengan Albert. Kini Albert sudah tidak lagi peduli dengannya. Jangankan bertanya seperti pertanyaan Silvi, Melihatnya saja sepertinya Albert merasa ogah.
Mungkin sekarang Albert benci terhadap Sofia. Akhir-akhir ini Albert memang sengaja tidak berangkat bareng dengan Sofia. Bahkan pulangnya pun sama.
Albert lebih memilih bersama teman-teman yang lain ketimbang bersama Sofia. Biasanya tiap hari Albert Selalu ajak Sofia ke kantin atau ke perpustakaan, kini tidak ada lagi ajakan dari Albert.
Sofia merindukan sosok Albert yang dulu. Yang selalu bersama Dia. Tiap kali Sofia berusaha mendekati Albert. Namun Albert tidak pernah menghiraukannya.
__ADS_1