
Padahal kan ini cincin unik dan bisa didapatkan kalau memesannya. Kenapa cincin yang Marsha gunakan bisa sama ya? Sebenarnya apa yang telah direncanakan oleh Marsha?
Ah, sudahlah itu bukan urusanku. Sekarang Albert sudah menjadi milik orang lain, sebaiknya Aku fokus saja sama pekerjaan Aku. Aku tidak boleh lagi berharap sama Albert.
Hari sudah mulai sore, dan saatnya untuk Aku pulang. Kali ini Aku pulang sendiri, lalu Aku menancap gas agar lekas sampai rumah. Aku mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba di tengah jalan ada sebuah kucing yang menyebrang jalan. Dan Aku pun langsung menginjak remaja secara mendadak.
Aku langsung turun dari mobil melihat keadaan di luar. dan Aku melihat seekor kucing jalanan yang sangat kurus. Aku melihat takut ada luka di kucing tersebut. Aku pun langsung mengusap dada Aku, untung saja kucing ini tidak kenapa-kenapa.
Aku merasa kasihan melihat kucing ini, sepertinya kucing ini sedang lapar, Aku pun membawanya pulang. sesampainya di rumah, Aku langsung memberikan kucing ini makan dengan makanan khusus kucing.
"Kucing ganteng, sekarang kamu tinggal disini sama Aku.. Aku akan kasih kamu nama Albert. Ok sayang?" Kataku kepada kucing tersebut.
Sekarang Aku punya teman baru, yaitu Albert. Meskipun hanya seekor kucing, seenggaknya Aku punya teman curhat. Aku janji akan merawat Albert dengan sepenuh hati.
__ADS_1
Aku pun membersihkan bulu-bulu kucing ini dari kotoran yang sudah lengket di bulunya. Kemudian Aku pun memasukkannya ke dalam kandang kucing. Ternyata kucing ini bagus setelah dibersihkan.
Setiap hari Aku memberikan kucing ini gizi sesuai kebutuhan kucing. dan tidak terasa ternyata sudah satu bulan Aku merawat kucing ini. Dan Aku pun sangat menyayangi Albert si kucing.
...**********...
Dert... dert...
Suara HP ku bergetar, Aku membuka HP ku ternyata dari kantor. Sekertaris ku menyatakan bahwa hari ini ada meeting pagi bersama dengan perusahaan yang lain.
Sesampainya di kantor, Aku langsung menuju ke ruangan terlebih dahulu. Aku menyuruh sekretaris ku untuk segera mempersiapkan semuanya.
"Maaf Bu, ada seorang CEO dari perusahaan lain ingin gabung dengan perusahaan perusahaan kita Bu." Aku memutar kedua bola mataku, dan bertanya-tanya. Sebenarnya perusahaan mana yang ingin bergabung dengan perusahaan Aku? Sebaiknya Aku lihat dulu nanti setelah meeting.
__ADS_1
"Kamu temui dia dulu, dan kamu suruh tunggu saya di ruang tunggu. Nanti setelah meeting Aku akan menemuinya." Perintahku.
"Siap Bu!" Sekertaris ku langsung menemui CEO tersebut. Dan setelah itu dia balik lagi.
"Bagaimana sudah siap semuanya?" Tanyaku kepada Sekertaris takut ada yang ketinggalan.
"Sudah Bu, semuanya sudah siap."
"Ok, bagus."
Aku segera menuju ruang meeting, dan seperti biasa ada Albert disitu. Aku bersikap profesional di tempat meeting. Dan mengesampingkan urusan pribadi. Sekarang yang ada di hadapan Aku ini bukanlah Albert yang dulu. Melainkan hanya seorang partner kerja.
Meeting pun akhirnya selesai juga, semuanya meninggalkan ruangan kecuali Aku dan Albert. Seperti biasanya Aku tetap bersikap biasa terhadapnya.
__ADS_1
"Ibu Sofia, saya minta maaf atas sikap saya yang kemarin. Dan ternyata itu bukan salah Ibu, melainkan salah Marsha." Albert memulai percakapan.
"Tidak apa-apa, saya tidak pernah mencampur adukkan antara pekerjaan dan pribadi." Kataku kepada Albert.