PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 32


__ADS_3

"Apa kabar?"


"Alhamdulillah kabar Aku baik." Dia sambil memberikan senyum datar kepadaku.


Dan Aku pun pamit untuk pergi dari kantornya Sofia. Aku pun hendak mengulurkan tangan kepadanya. Niatku hanya untuk berjabat tangan dengannya, Namun sepertinya Iya enggan menerima jabat tangan dengan ku. Dan Dia pun menerimanya juga.


Aku pun langsung pamit pergi, Aku berharap semoga kontrak kerjasama perusahaan ku segera Iya ACC. Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan Sofia, setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Sofia yang dulu masih sama dengan Sofia yang sekarang. Cantiknya masih tetap alami.


Aku menyesal pernah membohongi Sofia dulu. Aku pikir, dulu Sofia akan frustasi setelah Aku khianati Dia. Namun Aku salah, ternyata Sofia bukanlah perempuan lemah yang Aku kira. Mungkin sekarang Sofia merasa canggung setelah bertemu denganku lagi.

__ADS_1


Aku tidak menyangka kalau sekarang Aku akan membutuhkan bantuannya. Roda memang selalu berputar. Tidak terasa ternyata hari sudah siang dan sekarang waktunya untuk makan siang. Dan memang sepertinya cacing yang ada di perutku sudah mulai demo.


Aku mencari tempat makan di restoran biasa saja yang lebih murah. Karena sekarang harus serba ngirit. Dan Aku pun tidak sengaja berpapasan dengan perempuan yang sangat Aku benci sekarang ini.


"Loh, Radit?" Perempuan itu menyapaku dengan senyuman sinis kepadaku. Aku pun tidak menjawabnya.


"Tumben makan disini? Kenapa, sudah bangkrut ya? Hahaha... kasihan banget kamu ya, untung saja Aku segera putus dari kamu. Kalau tidak, mungkin Aku sudah menderita. Ya, untung saja Aku dapat penggantinya yang lebih tajir, lebih muda lagi dari kamu." Kata-kata perempuan itu membuat Aku menjadi emosi, Aku pun mengepalkan kedua tanganku ingin menghajarnya. Untung saja Aku masih bisa menahan diri.


"Marsha, Aku juga bersyukur bisa putus dari kamu. Karena jika tidak, bisa-bisa Aku diperas olehmu. Aku bersyukur bisa bebas dari perempuan mata duitan seperti kamu. Jika pun ada laki-laki yang menerima mu, itu artinya dia laki-laki yang sangat bodoh." Aku membalas perkataan Marsha dengan memberikan senyum yang tidak kalah sinis.

__ADS_1


Seketika raut wajah Marsha berubah menjadi masam. Dan diapun langsung pulang, Aku pun segera masuk ke restoran.


Sambil menunggu pesanan tiba di meja, Aku dengan iseng membuka HP. Dan muncullah dalam pikiran ku ingin membuka link tentang Sofia.


Aku mencari tahu tentang Sofia, Setelah Aku membaca semua berita tentangnya di link, Aku merasa kagum dengannya. Terbesit dalam pikiranku ingin mendekatinya lagi. Tatapi apakah Dia mau sama Aku setelah apa yang pernah Aku lakukan dulu.


Sofia yang dulunya terlihat lugu, sekarang menjadi seorang CEO di perusahaan ternama.


Ternyata Sofia lulusan dari luar negeri dan berhasil meraih nilai cumlaude. Sofia memang benar-benar perempuan yang cerdik.

__ADS_1


Sekarang denger-denger beritanya perusahaan Sofia akan melaunching kan produk baru yang berjenis skincare. Dan sepertinya produk ini sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat apalagi kaum hawa.


Memang benar kata temanku, ternyata Aku tidak salah mengajukan kontrak kerjasama dengan perusahaannya Sofia. Mudah-mudahan saja Sofia ACC kontrak kerjasama itu.


__ADS_2