
"Coba kamu lihat itu. Itu kan ada cctv, jadi kita bisa tahu dong, siapa sebenarnya yang bersalah." Jawab silvi.
"Mendingan kita langsung cek saja." Kata Albert.
Albert dan silvi langsung pergi ke ruang CCTV, lalu meminta petugas CCTV untuk memperlihatkan keadaan di ruang kelas mereka.
Dengan cermat, mereka mengamatinya, dan mereka melihat memang ada perempuan yang masuk ke kelas mereka ketika waktu istirahat tadi. Silvi meminta untuk zoom gambar.
"Tunggu pak, coba di zoom pak." Kata Silvi.
Gambar itu di zoom, dan ternyata memang benar, ada seseorang yang sengaja menaruh barang tersebut ke dalam tas milik Sofia. Dan ternyata yang menaruh benda haram itu adalah anak kelas sebelah. Jelas saja Albert dan Silvi mengenalinya.
Albert dan Silvi mengcopy rekaman tersebut. Lalu Mereka segera pergi ke ruang guru untuk menemui wali kelas mereka. Wali kelas mereka juga lega, ternyata anak didiknya memang tidak bersalah.
__ADS_1
Wali kelas mereka akhirnya menemui kepala sekolah. Dan Kepala sekolah pun juga percaya.
Dan Mereka pergi ke kantor polisi untuk memberikan rekaman itu ke polisi. Selang berapa menit kemudian tibalah mereka di kantor polisi. Akhirnya Sofia bebas juga, Albert dan Silvi pun senang,
Sementara perempuan suruhan sela itu dipanggil oleh kepala sekolah, untuk dimintai keterangan. Bahkan orang tuanya juga dipanggil. perempuan itu juga mengaku kalau iya disuruh oleh seseorang. Naasnya Dia kena D.O oleh pihak sekolah.
***
Mereka sering belajar bersama, bahkan saling sharing. Disini Sofia kadang menjadi guru sekaligus teman buat mereka. Sofia sangat cerdas, Albert dan Silvi tidak memahami semua pelajaran. Namun Sofia dengan telaten mengajari Mereka.
Itulah yang mereka suka dari Sofia, selain anaknya baik, Sofia juga senang berbagi ilmu dengan siapapun. Sofia tidak pernah menyombongkan diri.
Sementara Radit, terus saja memberikan semangat kepada Sofia. Hubungan Mereka kian hari kian dekat. Awalnya Radit hanya ingin menjadikan Sofia sebagai pelarian saja, tapi kali ini Iya benar-benar jatuh cinta dengan Sofia.
__ADS_1
Radit juga membantu Sofia dalam mempersiapkan ujian NASIONAL. Ketika mereka belajar bareng, Radit selalu hadir. H-1 hari ujian Nasional, mereka istirahat dulu belajarnya. Mereka refreshing otak sejenak, dengan cara jalan-jalan, joging, dan lain sebagainya yang bisa membuat mereka happy.
...******...
Hari ujian Nasional telah tiba, semua murid pun merasa deg-degan dengan hari itu. Termasuk Sofia, Albert dan Silvi. Mereka tidak henti-hentinya terus berdoa kepada Allah SWT, agar diberikan ketengan dan kelancaran.
Radit pun tidak lupa memberikan semangat kepada Sofia, lewat chat WhatsApp nya. Sofia hanya senyum-senyum sendiri. Sofia tidak sadar bahwa Silvi mengintip isi chat nya Sofia. Dan Silvi pun meledek Sofia.
"Cie, cie.. enak ya, yang punya kesayangan. Ada yang memberi semangat. Beda dengan kita ya Albert, ga ada yang mau menyemangati." Kata Silvi meledek Sofia.
"Apaan sih, kalian itu. Mulai deh ngeledek nya, udah ah." Jawab Sofia dan segera menutup HPnya.
Silvi dan Albert pun tertawa melihat raut wajah Sofia yang memerah, seperti orang yang sedang malu. Namun Sofia pun ingin ikut tertawa juga.
__ADS_1