PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 58


__ADS_3

Marsha hari ini sedang merasa malas, untuk menghilangkan kejenuhan nya, Marsha keluar untuk pergi ke mall, sesampainya di mall, Iya berpapasan dengan Radit.


Marsha sangat malas melihat wajah Radit, sementara Radit melihat wajah Marsha sangat aneh, tidak seperti biasanya. Cuma Radit merasa masa bodoh, tidak peduli dengan Marsha.


Tapi Radit sangat penasaran, tumben sekali Marsha hanya diam saja tidak memaki-makinya.


"Tumben, Marsha tidak sama Albert. Biasanya dia selalu berdua dengan Albert. Ada apa ya?" Gumam Radit, Radit pun mulai mengikuti Marsha.


"Marsha, tunggu!" Radit memanggil Marsha. Radit pun menarik tangan Marsha.


"Apa sih Radit?" Marsha mulai kesal dengan Radit. Radit jadi mengerti apa yang membuat Marsha kesal tidak seperti biasanya.


"Tumben, ga sama Albert. Biasanya kamu selalu pergi berdua dengannya. Kemana dia?" Marsha memalingkan wajah mendengar pertanyaan Radit. Dan Radit pun hanya tersenyum.


"Bukan urusan kamu." Jawab Marsha dan ingin meninggalkan Radit begitu saja. Tapi Radit malah menariknya lagi.

__ADS_1


"Albert kemana sih? Jangan-jangan Albert sudah ninggalin kamu ya?" Tebak Radit sambil tersenyum sinis.


"Saya bilang bukan urusan kamu. Sekarang kamu minggir!" Kata Marsha sudah mulai kesal. Dan lagi-lagi Radit menarik tangan Marsha.


Radit menawarkan kerjasama dengan Marsha. Radit mengajak kerjasama untuk menghancurkan Sofia. Marsha mulai mencerna apa maksud Radit.


Marsha sok jual mahal, menolak tawaran Radit.


"Gak, Aku ga mau kerjasama sama orang kayak kamu!" Kata Marsha sok jual mahal.


Marsha belum menyalakan mesin mobil. Dan Marsha malah menyenderkan badannya di tempat duduk mobil. Marsha memikirkan tentang tawaran Radit.


Di Suatu sisi Marsha sebenarnya juga punya dendam terhadap Sofia. Tapi di sisi yang lain, Marsha tidak ingin kerjasama dengan orang yang licik seperti Radit.


Marsha pun bingung, Jika Marsha kerjasama dengan Radit, yang ada dia yang akan dirugikan. Tapi jika menolak, ini adalah kesempatan emas bagi Marsha untuk membalaskan dendamnya terhadap Sofia.

__ADS_1


Tapi Marsha tidak kehilangan akal, dia punya rencana lain yang dapat menguntungkan dirinya sendiri. Lalu Marsha menyalakan mesin mobilnya dan menancap gas.


Setelah sampai di rumah, Marsha akhirnya menelfon Radit. Dan menyatakan kalau Iya setuju menerima tawaran Radit.


"Hahahaha, sudah Aku duga. Pasti kamu tidak akan menolak tawaran ku." Radit tertawa puas karena merasa menang.


"Ga usah banyak bicara kamu. Sekarang cepat katakan, apa rencana kamu?" Tanya Marsha langsung to the poin Saja. Radit tertawa lagi.


"Sabar dong, kita susun rencana dulu, karena musuh kita yang satu ini tidak mudah ditaklukkan." Kata Radit kepada Marsha.


Marsha menjadi tidak sabar dengan rencana yang akan dijalankan oleh Radit. Dan Radit malah mentertawakan Marsha. Tetapi Radit bukan orang yang bodoh, Iya juga sangat berhati-hati terhadap Marsha. Dua orang licik kerjasama dalam merangkai sebuah kejahatan. Mereka berdua tidak ingin merugikan dirinya sendiri.


Dan Mereka berdua hanya ingin ambisinya bisa tercapai. Tanpa berfikir siapa yang akan dirugikan. Marsha tahu Sofia bukanlah orang sembarangan. Dia perempuan yang sangat cerdas. Maka dari itu, Marsha dan Radit tidak gegabah untuk menghancurkan Sofia.


Marsha dan Radit ingin membuat Sofia hancur dari dalam.

__ADS_1


__ADS_2