PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 46


__ADS_3

"Terimakasih ya pak, Bapak sudah mau bantuin saya." Ujar Sofia kepada Arsya sambil memberi senyum.


Sudah satu minggu Sofia istirahat di rumah, sekarang Sofia sudah merasa dirinya sehat. Sofia kembali masuk ke kantor. Sofia merasa rindu sekali dengan pekerjaannya.


Sofia pun kembali masuk kantor, dan semua karyawannya menyambut Sofia dengan baik. Para karyawannya merasa senang melihat Sofia bisa kembali ke kantornya lagi.


"Selamat datang kembali di kantor Ibu Sofia, kami sangat senang melihat Ibu Sofia sangat sembuh." Sambut salah satu karyawan mewakili para karyawan yang lain.


"Terimakasih atas perhatiannya, saya sangat bersyukur memiliki karyawan yang baik seperti kalian." Sofia membalas sambutan mereka. Dan Sofia juga memberikan senyuman hangat kepada mereka.


Sofia lalu masuk ke ruangannya. Dan Sofia mulai fokus dengan pekerjaannya sekarang. Kemudian Arsya masuk secara tiba-tiba, membuat Sofia merasa kaget. Arsya berjalan mendekati Sofia seperti orang yang sedang marah.


Arsya kemudian menarik telinga Sofia karena merasa gemas terhadap Sofia. Arsya yang memerintahkan Sofia untuk tetap istirahat dulu, malah dilanggar oleh Sofia.


"Dasar bandel, keras kepala, ga bisa dibilangin." Kata Arsya dengan gemas.

__ADS_1


"Aduh, ampun pak.. sakit.." Kata Sofia sambil memegangi telinganya yang kesakitan.


"Siapa yang memberi kamu ijin masuk kantor?" Tanya Arsya kesal.


"Kan Saya sudah sehat pak," Jawab Sofia memelas.


"Kamu itu belum sehat benar, Kamu belum sembuh benar." Kata Arsya yang merasa jengkel. Sofia pun memelas lagi membuat Arsya melepaskan telinganya.


Sofia pun memegang dagunya dengan tangan sebelah. Kemudian menatap Arsya dengan tatapan manja dan tersenyum kepadanya. Hal ini membuat Arsya bingung dan salah tingkah. Arsya senyum-senyum sendiri melihat tingkah Sofia.


"Cepat masakin Aku, dengan masakan yang sangat enak." Kata-kata Arsya membuat Sofia membuka matanya lebar-lebar. Sofia merasa menghela nafas, merasa kesal.


Sofia pun beranjak ke ruang dapur kantor, untuk masakin sesuatu. Dengan malas Sofia masak untuk Arsya. Setan masakan sudah siap, Sofia memberikan hidangan itu kepada Bosnya. Sofia memasang wajah cemberut dan masam. Arsya hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah Sofia.


Arsya sangat paham apa kemauan Sofia, rasanya ingin sekali melakukan itu. Namun hal ini tidak Arsya lakukan karena Dia belum mengungkapkan hal sebenarnya tentang perasaannya.

__ADS_1


Kemudian, sekertaris Sofia mengetuk pintu. Dan Sofia memerintahkan untuk masuk. Sekertaris itu mengatakan kalau ada orang yang ingin bertemu dengan Sofia.


"Kamu suruh saja tunggu di ruang tunggu. Sebentar lagi Saya akan ke sana." Ujar Sofia kepada Sekertaris nya. Kemudian Sofia pamit kepada Arsya untuk menemui orang tersebut,


Arsya pun mengangguk.


"Febri?" Sapa Sofia, dan membuatnya bertanya-tanya. Untuk apa Albert kesini?


Albert menyerahkan sebuah surat untuk memutuskan kontrak kerjasama. Dan Sofia pun mengambil surat itu dan membacanya.


"Alasan kamu apa sampai memutuskan kerjasama dengan perasaan ku?" Tanya Sofia tidak mengerti.


"Lebih baik, saya tidak bekerjasama dengan Ibu. Karena Ibu sudah membuat Marsha sedih dengan perkataan Ibu." Jawab Albert.


"Maksud kamu?" Tanya Sofia masih tidak paham dengan perkataan Albert.

__ADS_1


__ADS_2