PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 38


__ADS_3

"Ayo cepetan." Kata pak arsya sambil menarik tangan Aku. Aku pun tetap termangu.


Aku pun sarapan bareng bersama pak Arsya. Aku ga nyangka ternyata masakannya enak banget. Ini masakan paling enak yang belum pernah Aku cicipi. Aku makan dengan lahap, tidak terasa ternyata Aku telah selesai duluan.


Dan Pak arsya pun memandangi Aku. Aku jadi gelagapan dan tersipu malu. Aku jadi ga enak diliatin begini. Aduh, Sofia ga bisa kontrol diri banget sih. Aku menepuk jidat Aku sendiri.


"Kamu lapar atau bagaimana? Lahap banget makannya." Tanya pak arsya.


"Maaf Pak, soalnya makanannya enak sekali. Aku jadi lupa diri." Jawabku malu-maluin.


Pak Arsya hanya tersenyum mendengar jawaban Aku. Pasti pak arsya mengira kalau Aku ga pernah makan enak. Aduh, jadi malu gini.


Pak arsya pun mengambil sebuah tisu, Aku kira itu tisu buat lap bibirnya sendiri. Ternyata pak Arsya menggelap bibir Aku. Aku pun membulat bola mata Aku lebar-lebar. Ga nyangka pak Arsya akan berbuat seperti ini.

__ADS_1


Aku segera mengambil tisu itu dari tangan pak Arsya. Dan Pak arsya malah melarang ku. Alasannya tidak boleh membantah perintah bos besar.


"Sekarang kita siap-siap, dan itu Aku ngelapin bibir kamu, supaya kamu tidak belepotan. apa nanti kata orang." Kata Pak Arsya memberi jawaban.


Kemudian kita pun siap-siap pergi ke kantor. Tapi pak Arsya tetap menggendong ku menuju mobil. Alasannya takut kakiku kotor. Dan Pak arsya pun segera melajukan mobilnya. Tapi tunggu dulu, sebenarnya pak Arsya mau bawa Aku kemana? sepertinya ini bukan jalan menuju kantor. Aku hanya diam saja tidak bertanya apa-apa.


Ternyata pak Arsya membawa Aku ke sebuah mall. Mungkin ada sesuatu yang ingin pak arsya beli. Pak arsya pun ke tempat sepatu wanita. Mungkin pak Arsya ingin membelikan sepatu untuk kekasihnya.


Pak Arsya menyuruh ku untuk memilih sepatu. Jangan-jangan benar pak Arsya ingin membelikan sepatu untuk kekasihnya. Ya ampun, pak arsya romantis banget sih. Aku jadi senyum-senyum sendiri.


"Oh iya, nikah kapan?" Tanyaku tiba-tiba kepada pak Arsya. Karena pengen tahu aja.


Pak arsya mengernyitkan dahi mendengar kata-kataku. Dan sedikit tersenyum, lalu berjalan mendekati ku.

__ADS_1


"Nikah? Apa kamu siap?" Tanya pak arsya kepadaku. Apa pak arsya juga memerintahkan Aku untuk mempersiapkan segala keperluan pernikahannya ya? Ya ampun beruntung banget Aku punya bos seperti ini. Dipercaya 100%.


"Siap pak! Kapan pun saya selalu siap." Jawabku sambil tersenyum kepada pak arsya.


"Yes!" Pak arsya senang banget mendengar Aku siap. Dan Pak arsya tiba-tiba memeluk Aku begitu saja sampai Aku kesulitan untuk nafas.


"Pak, lepasin Aku. Aku ga bisa nafas." Kataku terbata-bata.


Pak arsya kemudian melepaskan pelukannya. Dan memegang tangan Aku lalu mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih kamu sudah bersedia menjadi istri Aku. Aku janji akan membahagiakan mu." Kata-kata pak arsya membuat Aku termangu. Hah, apa maksudnya pak arsya berbicara seperti itu?


"Saya Sofia pak, bukan kekasih bapak." Kataku kepada Pak arsya.

__ADS_1


"Maksud kamu tadi bertanya kapan nikah?" Tanya pak arsya yang kemudian senyumnya hilang menjadi heran.


__ADS_2