PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 11


__ADS_3

Kemudian Albert dan Silvi membawa Sofia keluar kelas dengan segera. Albert dan Silvi sengaja bolos sekolah demi membawa Sofia pulang. Agar Iya lebih tenang.


Sesampainya di rumah Sofia, Albert dan Silvi berusaha menenangkan Sofia. Sofia benar-benar merasa dipermalukan kali ini. Sofia menangis bukan karena sakit hati. Tapi karena Iya malu dan kecewa.


"Sof, kamu tenang ya.." Kata Silvi sambil mengelus pundak Sofia.


Lalu Sofia mengusap air matanya sendiri. Dan melihat Albert dan Silvi berada di dekatnya.


"Kalian kenapa nolongin Aku, Aku ini kan pelakor. Aku ga pantas menjadi teman kalian.." Kata Sofia dengan suara serak.


"Siapa yang bilang kamu pelakor, kamu itu bukan pelakor. Kamu itu hanya korban, kamu itu ga salah.." Bantah Albert.


"Iya Sofia, benar apa kata Albert.. Kamu hanya korban, kamu bukan pelakor.." Sanggah Silvi.


"Tapi semua teman-teman di sekolah sudah cap Aku sebagai pelakor.." Kata Sofia tidak bersemangat.


"Itu kan kata mereka, tapi tidak dengan kita. Aku dan Albert percaya sama kamu. Karena kita sudah tahu yang sebenarnya. Kamu ga salah.." Kata Silvi mencoba menenangkan.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan mereka?" Tanya Sofia takut.


"Sudah, jangan pikirkan mereka. Lambat laun mereka pasti akan tahu yang sebenarnya kok.." Kata Albert juga ikut menangkan.


Albert merasa kesal dan marah kepada Radit. Albert tidak habis pikir kenapa Radit setega itu membohongi Sofia. Dan kenapa Radit menjadikan Sofia sebagai kemarahan orang lain.


Padahal Albert sudah mengikhlaskan Sofia untuknya. Tapi kenapa Radit malah menyakitinya. Karena tidak ingin Sofia sedih terus menerus akhirnya mereka menyuruh Sofia untuk menjauhi Radit. Dan menghapus kontak Radit.


Sofia pun menuruti apa kata mereka. Mulai hari ini Sofia tidak akan pernah mengenal Radit lagi. Dan Sofia akan memblokir nomor kontak Radit.


Di sekolah Radit mencari Sofia. Iya datang lagi ke sekolahnya Sofia. Kebetulan Radit juga alumni Sekolah itu.


Radit belum mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian salah satu siswa perempuan mendekati Radit. Dan langsung mencaci Radit.


"Oh.. Jadi ini laki-laki yang suka mainin perempuan?" Kata salah satu siswa tersebut sambil tersenyum mengejek.


Radit kaget mendengar ucapan cewek itu. Radit tidak mengerti apa maksud dari omongannya tersebut. Radit hanya menggeleng-geleng kepala tidak mengerti.

__ADS_1


Secara tidak sengaja Radit melihat Sela. Radit mengucek kedua matanya. Ternyata benar itu adalah Sela. Radit heran mengapa Sela bisa ada di sekolah ini.


Perasaan Radit tidak enak. Radit merasa curiga apakah omongan cewek barusan ada kaitannya dengan Sela. Kemudian Radit pun mencari tahu.


Setelah mendengar semuanya Radit pun terkejut. Dan mendekati Sela dalam keadaan marah. Kemudian Radit menyeret Sela keluar dari area sekolahan


"Radit, kamu apa-apaan si?" Tanya Sela sambil berjalan terbirit-birit.


"Pokoknya kamu ikut Aku sekarang!" Kata Radit dengan menyeret sela tanpa menoleh kanan dan kiri.


Kemudian Radit berhasil membawa Sela keluar. Dan dengan kasar Radit menarik tangan Sela. Dan Sela hampir jatuh.


"Apa yang telah kamu lakukan sama Sofia?" Tanya Radit dengan marah


"Aku ga ngelakuin apa-apa.." Kata Sofia berbohong.


"Jangan bohong!" Bentak Radit.

__ADS_1


" Iya Aku memang mempermalukan Sofia di depan teman-temannya. Itu karena Sofia telah merebut kamu dari Aku. Dan karena perempuan itu kan, alasan kamu ninggalin Aku." Kata Sela terus terang.


__ADS_2