PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 41


__ADS_3

Pak Arsya kemudian memerintahkan untuk menyalakan musik dansa. Dan pak Arsya memegang pinggang Aku. Aku mengerti apa maksud pak Arsya, Pak Arsya pasti meminta untuk Aku dansa dengannya. Berhubung Aku tidak punya pasangan malam ini, Aku pun tidak menolak untuk berdansa dengannya.


Apalagi ini adalah perintah Bos, jadi mana mungkin Aku berani menolak. Semua orang melihat kami berdua dansa. Dan mereka pun bertepuk tangan. Dan mereka juga mengikuti dansa tersebut.


Aku melihat Albert dari kejauhan sedang bersama Marsha. Mereka juga berdansa, sesekali Aku melirik mereka dengan tatapan sayu. Ya Allah, Aku sakit rasanya melihat kedekatan mereka. Harusnya Aku yang berdansa dengan Albert.


Tapi Aku menyembunyikan kesedihan Aku, lalu Aku kembali menatap Pak Arsya. Pak Arsya tersenyum menatapku. Aku juga membalas senyuman Pak Arsya. Tapi entah kenapa Aku malah membayangkan wajah Albert.


Aku berdansa dengan pak Arsya seperti princess Cinderella. Dan Pak Arsya pun sama juga seperti halnya seorang pangeran. Satu jam lamanya kami berdansa, sampai akhir acara.

__ADS_1


Setelah acara selesai, Aku pun segera pulang. Aku malah berpapasan dengan Marsha dan juga Albert. Lagi-lagi Marsha mendorong ku hingga Aku hampir jatuh dan untung saja pak Arsya segera menangkap Aku. Aku dan pak Arsya saling bertatapan.


"Pinter banget ya, mencari perhatian laki-laki. Ga lebih dari seorang wanita murahan." Mendengar itu, Aku langsung menoleh ke arah Marsha. Dan seketika Aku langsung melepaskan pelukan Pak Arsya dan langsung melayangkan tamparan ke pipi Marsha.


"Plak, plak!" Dua kali tamparan keras Aku layangkan ke pipi Marsha, Aku menampar nya dengan penuh emosi.


Albert malah membawa Marsha pergi dari tempat itu. Aku semakin emosi melihat mereka berdua. Dadaku kembang kempis melihat mereka dan perlakuan mereka hari ini. Pak Arsya yang melihat itu, hanya diam saja. Dan kemudian pak Arsya malah memegang tangan Aku.


Pak Arsya membawaku ke suatu tempat, yaitu taman belakang kantor. Pak Arsya memperlihatkan Aku sebuah bintang di langit. Lalu pak Arsya menari dengan tarian Michelle Jackson di hadapan ku. Tapi tariannya salah, yang membuat Aku tertawa sampai sakit perut. Ternyata pak Arsya orangnya lucu juga.

__ADS_1


Pak Arsya bilang, bahwa pak Arsya ingin menghiburku. Pak Arsya juga tidak ingin membuat Aku jadi sedih dan berpengaruh pada pekerjaan. ya ampun Pak Arsya ini baik banget orangnya.


... ******...


Hari ini kembali lagi untuk bekerja di kantor. Dan sebagai pemimpin perusahaan Aku harus datang lebih awal. Semata-mata untuk memberikan contoh yang baik untuk para bawahan.


Aku kaget setengah mati pas Aku membuka ruangan, ternyata ada pak Arsya yang sedang berdiri disitu. Pak Arsya membaca surat kontrak kerjasama dengan perusahaannya Radit. Aku takut salah lagi di depan Pak Arsya. Tapi Pak Arsya malah tersenyum kepada ku.


Pak Arsya mengatakan sangat bangga terhadapku. Perusahaan Radit saat ini sedang bermasalah dengan keuangannya. Pak Arsya sudah mengetahui itu semua. Dan Pak Arsya juga bangga karena caraku ini telah membantu orang lain dalam kesusahan. Pak Arsya mengucapkan good luck di telingaku.

__ADS_1


__ADS_2