PACARKU PRIA BERISTRI

PACARKU PRIA BERISTRI
Bab 37


__ADS_3

"Oh, ya sudah biar nanti Aku suruh asisten untuk merawat kucing kamu selama tiga hari. Dan Kamu harus tetap istirahat disini, jangan kemana-mana." Kata pak Arsya tetap tidak memberikan Aku ijin untuk pulang.


"Kenapa bapak sangat perhatian sama Aku?" Aku memberanikan diri untuk bertanya.


"Karena Aku tidak mau kalau sampai kamu itu kenapa-kenapa. Kamu kan sekarang jadi pemimpin di kantor Aku, kalau kamu sampai kenapa-kenapa nanti siapa yang Akan ngurusin kantor?" Kata Pak Arsya menjelaskan. Dan Aku tersenyum mendengar ucapan pak Arsya. Karena pak Arsya sangat peduli terhadap bawahannya.


Aku kagum dengan pak Arsya, karena pak Arsya begitu baik dan sangat care terhadap bawahan. Pak Arsya tidak pernah membanding-bandingkan siapapun. Dan Pak Arsya begitu rendah hati.


Pak Arsya malah menyewa perawat khusus untukku selama tiga hari. Aku pun heran padahal cuma keseleo biasa. Jika Aku bertanya jawabannya pasti sama. Dan Pak Arsya Pak Arsya juga ikut jagain Aku selama tiga hari.


Ya ampun, pak arsya baik banget sama bawahan. Sampai segitunya merawat bawahan. Pantas saja para pembantu, bodyguard dan satpam pun pada nyaman bekerja dengan pak Arsya. Karena pak Arsya begitu perhatian.

__ADS_1


Tiga hari telah berlalu, dan kakiku juga sudah enakan. Dan sekarang waktunya Aku pulang dan kembali bekerja. Sekarang lebih baik Aku pamit dulu sama pak arsya dan ngucapin terimakasih.


Tok, tok tok.


Ada suara orang yang mengetuk pintu, siapa ya kira-kira? Aku membuka pintu kamar dan ternyata pelayan pak Arsya.


"Ada apa Bi?" Aku bertanya kepada Bibi, pembantu pak Arsya.


"Nona sudah di tunggu tuan Arsya di ruang makan." Kata Bibi menyampaikan pesan pak Arsya.


Pasti pak Arsya ingin dimasakin lagi seperti kemarin. Hari ini Aku akan masakin pak Arsya masakan yang enak banget. Sebagai tanda terimakasih Aku kepadanya. Karena sudah merawat Aku.

__ADS_1


Aku segera menuruni tangga dan menemui pak Arsya. ya walaupun tanpa alas kaki, tapi ga apa-apa. Ini kan lantainya sangat bersih, dan mulus jadi kaki Aku ga sakit.


"Selamat pagi pak Arsya.." Sapa ku kepada pak arsya dengan senyuman.


Aku langsung, pergi ke dapur yang tempatnya sangat berdekatan dengan ruang makan. Aku pun segera mengambil celemek untuk siap-siap masak buat pak Arsya. Pasti pak Arsya sudah sangat lapar.


"Kamu mau kemana?" Pak Arsya kemudian memanggilku, yang membuat Aku menghentikan langkahku menuju dapur.


"Mau ke dapur pak, mau masakin Bapak. Bapak pasti sudah lapar kan?" Kataku kepada pak arsya. Kemudian pak arsya tiba-tiba menggebrak meja yang membuat Aku kaget. Aduh gawat pak arsya pasti marah sama Aku, karena Aku pasti telat masakin pak Arsya.


Pak Arsya berjalan mendekati Aku, dan kemudian pak Arsya mendekatkan wajahnya ke Aku. Aku pun merasa sangat tegang takut kalau pak Arsya akan membentak Aku. Aku pun memejamkan mata Aku. Lalu,

__ADS_1


"Yang nyuruh kamu masak itu siapa? Aku nyuruh kamu untuk makan bareng sama Aku." Hah, Aku kembali membuka mata dan ternganga. Aku kira pak Arsya akan membentak Aku. Kemudian pak Arsya menarik tangan Aku.


"Ayo cepetan." Kata pak arsya sambil menarik tangan Aku. Aku pun tetap termangu.


__ADS_2