Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Hampir Menyerah


__ADS_3

Bunda Syakira udah bahagia ya guys sama Papah Rangga, jadi Author mau langsung lanjut buat kisah Arka dan kawan kawan, sedangkan Papah Regar sudah memilih untuk sendiri karena masih punya rasa sama Syakira namun gak mau ngerebut istri orang jadi dia lebih milih buat hidup sendiri dan merawat anak anaknya.


Satu tahun terlewati begitu saja, baik Arka dan Habibi masih setia menemani Wulan yang tak kunjung sadar bahkan Dokter yang merawat Wulan pun sudah tak begitu yakin akan kondisi anak dari pemilik rumah sakit tempat ia bekerja.


"Maaf Tuan, tapi sepertinya Nona Wulan...." ucapan Dokter khalit terhenti saat ia melihat tatapan tajam dari Regar. Namun ia tetap harus mengatakan yang sebenarnya tentang kondisi pasiennya.


"Saya minta maaf Tuan, tapi ini sudah di luar kendali saya sebagai manusia dan saya serta Dokter lain pun sudah berusaha sebaik mungkin akan tetapi Nona Wulan seperti tak memiliki semangat untuk tetap bertahan hingga tetap memilih tidur seperti saat ini.." jelas Dokter Khalit, walau ragu dan takut ia tetap menjelaskan. Regar memejamkan matanya, ia sendiri tahu akan hal itu namun Regar tak akan menyerah. Regar menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya sedangkan Dokter Khalit yang ia panggil dari rumah sakitnya untuk menemui dirinya di kantor dan menjelaskan tentang kondisi putrinya yang sudah satu tahun ini tak kunjung bangun dari koma hanya bisa menundukkan wajahnya dengan rasa gugup.


tok tok tok....


Suara ketukan pintu ruangan Regar membuyarkan keheningan dalam ruangan itu membuat Dokter Khalit menghembuskan nafsnya pelan.


"Tuan ada yang ingin bertemu dengan Anda, dan katanya ini penting!" ucap Sekertaris Regar


"Siapa?" tanya Regar masih dengan mode dingin dan tatapan tajam.


"Tuan Rangga..." jawab Sekertaris Regar gugup.


Regar yang sejak tadi memainkan penah di tangannya pun menghentikan gerakannya dan menatap lurus ke arah Sekertarisnya yang masih berdiri di ambang pintu ruangan Regar.


"Suruh masuk." ucap Regar akhirnya dan Sekertarisnya pun segera keluar.


"Kau kembali ke rumah sakit dan terus pantau perkembangan putri ku.." perintah Regar dan segera di sanggupi oleh Dokter Khalit.


"Baik Tuan, saya permisi..." Dokter Khalit beranjak dari tempatnya dan tak sengaja bertatap muka dengan Rangga yang juga baru saja membuka pintu ruangan Regar.


"Tuan Rangga..." sapa Dokter Khalit yang juga mengenal Rangga rajanya para pebisnis.


Rangga hanya tersenyum sekilas kemudian mengalihkan pandangannya pada Regar yang kembali memejamkan matanya. Dokter Khalit pun segera keluar dan meninggalkan kedua orang yang terkenal akan kehebatan mereka dalam berbisnis karena Regar selaku berada di urutan no 2 setelah Rangga yang selalu berada di urutan pertama.


"Maaf mengganggu waktumu Regar!" ucap Rangga yang langsung duduk tanpa menunggu di persilahkan oleh Regar yang segera membuka matanya saat mendengar suara Rangga.

__ADS_1


"Hmm, tak masalah.." jawab Regar memperbaiki duduknya dan menatap Rangga.


"Ada apa? tumben kau datang ke kantorku?" tanya Regar sedikit penasaran pasalnya tak pernah sekalipun Rangga mendatangi kantornya meski sekarang mereka sedang menjalankan kerjasama.


"Ini tentang putrimu Wulan." jawab Rangga tenang namun tidak dengan Regar yang mengerutkan keningnya mendengar nama putrinya di sebut.


"Apa maksudmu?" tanya Regar lagi, raut wajahnya sangat tak enak di pandang.


"Aku hanya ingin mengusulkan Dokter yang terbaik untuk putri mu, namun ia berada di kota yang jauh dan tak bisa di bujuk untuk datang ke kota ini.." jawab Rangga masih tenang walau tadi Regar menatapnya tak suka. Regar terlonjat kaget, tak menyangka jika niat Rangga datang ke kantornya untuk mengatakan hal ini dan ada sedikit rasa tak enak di hatinya sebab tadi sempat berfikir buruk pada pria yang telah menikahi mantan istrinya itu.


"Siapa?" tanya Regar antusias.


"Namanya Dokter Karina, namun dia adalah Dokter yang misterius dan tak suka di atur bahkan ia sama sekali tak takut pada siapapun termaksud diriku." jawab Rangga, ia menggelengkan kepalanya saat mengingat bagaimana Dokter Karina yang terang terangan menolak dirinya untuk ikut ke kota ini dan melihat kondisi Wulan.


"Di mana dia?" tanya Regar lagi semakin penasaran dengan sosok Dokter yang di maksud Rangga.


"Dia berada di sebuah pulau terpencil bahkan penduduknya pun tak kurang dari 50 kepala keluarga, namun di sana sangat asri dan tenang." jawab Rangga serius.


"Kau tak bisa membawanya, tapi kau bisa membawa putrimu ke sana dan mendapatkan perawatan darinya." ucap Rangga serius. Regar menatap Rangga yang begitu serius.


"Apa dia masih muda?" tanya Regar, dalam fikirannya mungkin saja Dokter itu mau ia beri iming iming kedudukan.


Rangga menggelengkan kepalanya. " Usianya lebih dari 60 tahun, namun kemampuannya tak bisa di ragukan." jawab Rangga, ia mengerti akan jalan fikiran pria di hadapannya. Terdengar suara helaan nafas berat dari Regar.


"Jadi aku harus membawa putriku ke sana?" tanya Regar kembali memijit pelipisnya yang semakin berdenyut nyeri.


"Hmmm." dehem Rangga


"Baiklah, aku akan membawa putriku dan meminta Dokter itu untuk merawatnya. Apapun akan aku lakukan asalkan anakku bisa segera sadar dan kembali pulih." lirih Regar, sungguh ia sangat ingin melihat anaknya kembali seperti dulu.


Rangga mengerti perasaan Regar. "Dia Dokter hebat dan aku yakin Wulan akan sembuh di tangannya, tapi kau juga harus tetap berdoa pada yang Maha Pemberi Kesembuhan.." ucap Rangga di selingi dengan nasehat. Regar hanya mengangguk tanpa membuka matanya dan tetap menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Kenapa kau repot repot mencarikan Dokter untuk putri ku Ngga?" tanya Regar akhirnya, ia sudah sangat penasaran akan Rangga yang mau bersusah payah mencarikan anaknya Dokter bahkan sampai mendatangi pulau terpencil sekalipun.


"Karena Arka.." jawab Rangga jujur. Regar menatap Rangga dengan wajah heran.


"Arka!" ulangnya


"Ya, Arka selalu sedih saat kembali ke rumah, dan karena itu Syakirapun jadi ikut sedih dan aku tak suka melihat orang orang yang aku sayangi sedih di hadapanku." jawab Rangga.


Regar tak menyangka jika Rangga begitu menyayangi Syakira bahkan juga anaknya bersama Syakira.


"Terimakasih, kau sangat menyayangi Arka.." ucap Regar tulus dan Rangga mengangguk.


"Dia juga putraku sekarang." ujar Rangga tegas, kali ini Regar yang mengangguk.


"Baiklah, hanya itu yang ingin aku sampaikan dan sebaiknya kau segera membawa Wulan ke sana karena lebih cepat itu akan lebih baik untuk putrimu.." ucap Rangga, setelahnya ia segera berdiri namun tak langsung meninggalkan ruangan Regar.


"Hmm, aku mengerti. Terimakasih.." ujar Regar tulus.


Rangga mengangguk dan tersenyum tipis begipun dengan Regar yang juga sudah berdiri dan tersenyum ramah.


Rangga segera keluar dari ruangan Regar, ia akan langsung menemui kliennya di Restoran yang tak jauh dari kantor Regar karena itulah ia memilih untuk mampir sejenak ke perusahaan Regar untuk memberitahukan tentang Dokter Karina.


"Aku semakin yakin jika kalian sangat bahagia bersamanya..." gumam Regar setelah kepergian Rangga. Regar duduk di dekat jendela menatap gedung gedung bertingkat yang tak kalah tinggi dan mewah dari miliknya.


"Aku harap kalian selalu bahagia, dan aku tetap bisa bersama dengan anak anakku karena sekarang hidupku hanya untuk mereka saja." lanjutnya, Regar sudah sangat lelah untuk kembali mencintai karena di hatinyapun masih ada cinta untuk Syakira yang kini telah sangat bahagia bersama keluarga barunya.


Lanjut nih...


Makasih orang baik...


😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2