Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Menuju Halal


__ADS_3

Sudah di pastikan jika tanggal pernikahan antara Mara dan Regar satu bulan lagi, maka hanya ada waktu sebulan untuk mempersiapkan segalanya.


"Re.." panggil Maira saat melihat Regar yang baru keluar dari kamar dengan setelan jas seerti biasa.


"Ya Kak.." Regar menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan Maira


"Klian udah feeting baju pernikahan?" tanya Maira


"Hmm, belum sih Kak soalnya kan aku juga masih sibuk bnget mungkin dua mjnggu sebelum ijab lah." jawab Regar


"Jngan di tunda tunda, waktu kalian cuma tinggal tiga minggu lagi loh.." ucap Maira berlalu meninggalkan Regar yang masih memikirkan perkataan Kakaknya.


"Ya juga, waktunya cuma tinggal tiga minggu dan sebentar lagi Mara akan jadi istriku." ujarnya tersenyum saat memikirkan Mara yang akan menjadi istrinya.


"Kak, Regar berangkat.." ujar Regar


"Hati hati..." jawab Maira dari arah dapur


Regar sudah di jalan menuju Cafe, ia selalu membayangkan wajah cantik dan malu malu calon istrinya saat lamaran satu minggu yang lalu.


Berbeda dengan Regar, saat ini Mara sedang berbicara dengan seorang pria di taman kampus dan menjelaskan jika ia benar benar tak bisa membalas cinta pria itu karena sudah ada Regar di hatinya bahkan sebentar lagi mereka akan menikah.


"Maaf Kak, tapi aku gak bisa terima Kakak." ujar Mara hendak beranjak dari sana namun dengan cepat pria di hadapannya menarik tangannya hingga langkah Mara terhenti dan berusaha meepaskan genggamn tangan yang cukup kuat dari pria itu.


"Kak, lepas.." Mara menarik tangannya kuat namun sama sekali tak bisa terlepas dari genggamn pria di depannya yang tetap diam.


"Kenapa kamu selalu menolak aku Mar?" tanya pria yang kini berjalan mendekatinya.


"Itu karena aku akan menikah.." jawab Mara tanpa ragu membuat pria yang ia panggil Kakak itu mengerutkan keningnya serta tatapan tak percaya pada Mara yang masih berusaha melepaskan tangannya.


"Bohong, akj tahu kamu hanya membuat alasan kan!" ujarnya tersenyum sinis


"Aku gak bohong Kak Arnold, kalo gak percaya silahkan Kakak datang di acara pernilahanku setelah Wisuda nanti.." tantang Mara yang kini sudah berjalan menjauh setelah ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan pria bernma Arnold.


Arnold mematung memikirkan perkataan Mara gadis yang sangat ia sukai sejak gadis itu kuliah di tempat yang sama dengannya, bahkan dulu iapun sempat menyatakan perasaannya namun selalu di tolak dengan alasan tak ingin berpacaran. Sekarang ia kembali untuk menyatakan perasaannya lagi pada Mara dan bahkan iapun sudah berencana untuk meminang gadis impiannya, namun siapa sangka jika wanita yang ia sukai ternyata sudah lebih dulu di lamar oleh pria lain dan sialnya Mara menerima lamaran itu sebelum ia sempat mengungkapkan perasaannya.


"Akhhhh, sial sial sial..." Arnold mengacak ngacak rambutnya kasar.

__ADS_1


"Aku terlambat..." ujarnya kemudian terduduk di kursi panjang.


"Mara aku mencintaimu.." lirihnya kemudian air mata sudah jatuh ke pipinya dan ia membiarkannya saja.


"Aku sangat mencintaimu.." Arnold merasa frustasi mengapa kisah cintanya harus kandas bahkan saat ia belum memulai.


Cukup lama Arnold di taman, dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang bahkan jika bisa ia ingin pergi sejauh mungkin agar ia bisa melupakan wanita yang begitu ia cintai swjak lama.


"Baiklah, aku akan pergi sejauh mungkin." ujar Arnold menatap arah kemana Mara pergi tadi


"Ku harapa kau selalu bahagia Mar." Arnold beranjak dari sana, ia akan mencoba melupakan Mara gadis pertama yang mampu membuatnya benar benar merasa jatuh cinta sekaligus terluka.


"Maaf Kak, mungkin dulu aku memang menyukaimu, tapi sekarang di hatiku hanya ada Kak Regar dan sebentar lagi kami akan menikah." ucap Mara yang ternyata belum pergi jauh dari sana dan masih memperhatikan Arnold yang sangat terluka.


"Semoga Kakak juga bisa bahagia dengan orang yang bisa menerima Kakak dengan baik." Marapun beranjak dari tempat sembunyiannya menuju parkiran di mana mobilnya terpakir setiap hari.


Di kantor, Syakira dan Rabi sedang sibuk tapi bukan karena pekerjaan melainkan mereka sedang menulis nama nama tamu yng akan mereka undang, padahal Mara dan Regar sudah pernah mengatakan jika mereka ingin pernikahan yang sederhana tapi ya namanya juga emak emak, sudah pasti heboh.


"Siapa lagi?" tanya Syakira saat memperhatikan hampir lima lembar sudah ia menulis nama orang orang yang akan mereka undang.


"Ku rasa sudah cukup, kita tinggal tany teman teman Regar dan Mara siapa yang akan mereka undang nanti." jawab Rani tersenyum karena merasa sudah semua nama yang ia sebutkan.


"Baiklah, kalo gitu biar aku yang telfon Regar dan kamu telfon Mara. Gimana?" tanya Syakira sekaligus memberi usul yang segera di anggukan kepla oleh Rani tanda jika ia setuju


"Halo Kak, nanti aku telfon lagi ya sekarang lagi mau rapat bentar.." jawab Regar cepat sebelum Syakira mengeluarkan suaranya.


"Tapi..." sambungan terputus dan Regarlah yang memutusnya membuat Syakira kesal.


"Dasar anak ini.." dumel Syakira kembali meletakkan hpnya ke atas meja sedikit agak kuat.


"Kenapa?" tanya Rani melihat ekspresi wajah Syakira.


"Biasa Regar, selalu sibuk padahal sebentar lagi mau nikah.." jawab Syakira masih kesal.


"Hah, kalo gitu sama.." ternyata Rani juga mengalami hal yang sama, putrinya sudah memutus sambungan telfon mereka bahkan saat Rani belum berbicara sama sekali dengan alasan yang sama seperti Regar.


"Anak anak ini, mereka yang nikah kita yang repot.." ujar Syakira. Rani dan Syakira saling pandang dan beberapa detik kemudian mereka tetawa bersama.

__ADS_1


"Hah, aku gak nyangka anakku akan menikah Sya! rasanya baru kemarin dia bisa pake celana sama baju sendiri.." fikir Rani tak menyangka jika akhirnya anak gadisnya sudah cukup umur dan akan menikah.


"Ya, kamu benar. Bahkan dia bisa mendahului Mamahnya yang masih gak jelas.." ucap Syakira sedikit ada ledekan di sana membuat Rani mencubit pinggangnya.


"Bukan gak jelas, tapi kamu tahu Mas Agus masih harus mengurus proyeknya yang ada di luar negri dan itu butuh waktu sedikit lama siapa sangka jika anakku malah lebih dulu mendapatkan jodoh dan memutuskan langsung menikah.." jelas Rani panjang lebar, Syakira hanya manggut manggut dengan senyum simpul.


"Ya ya, semoga semua urusan calon suamimu itu segera selesai siapa tahu bisa barengan sama Mara nanti, jadi Regar gak perlu keluarin biaya banyak buat sewa gedung." ujar Syakira


"Enak aja.." Jawab Rani tak setuju dengan usulan sahabatnya itu.


"Kamu sendiri gimana sama Mas Rangga?" tanya Rani mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ha ha, kamu mau ngalihin pembicaraan ya!" Syakira yang mengerti menatap Rani.


"Aku bahagia, Mas Rangga selalu bisa membuat aku dan Arka bahagaia dan semoga selamanya begini.." jawab Syakira tersenyum.


"Aamiin.." Kini kedua wanita yang sudah tak muda lagi namun masih terlihat cantik itu saling menyandarkan punggung mereka satu sama lain dengan mata yang sama sama terpejam.


"Gak nyangka kita bisa sampai di sini ya Ran!" ujar Syakira masih dengan posisi yang sama


"Hmm, rasanya waktu berlalu cukup cepat. Begitu banyak suka dan duka yang kita lalui bersama." jawab Rani.


"Makasih selalu ada buat aku dan Mara Sya.." ujatmr Rani tulus memegang tangan Syakira yang di letakkan di samping.


"Hm, aku juga.."


Syakira dan Rani sedang menikmati masa kebahagiaan mereka, entah esok apa mereka masih bisa merasakan kedamaian seperti saat ini, untuk itu mereka ingin menikmatinya bersama.


Lanjut say...


Makasih yang dah mampir, lagi usaha buat crazzy up sesuai janji...


Jangan lupa likenya sama dukungannya ya biar Author tambah semangat...


Makasih orang baik....


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2