Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Bahagia setelah Duka


__ADS_3

Mara begitu bahagia akhirnya ia bisa menikah dengan orang yang ia cintai, begitupun dengan Regar karena kini Mara, wanita yang begitu ia cintai dan dengan sabar menunggu hingga bertahun tahun membuahkan hasil, meskipun sedikit ada masalah karena kecelakaan yang hampir mefenggut nyawanya.


Beberapa jam yang lalu, Mara dan Regar baru saja melaksanakan ijab qabul dan kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Makasih sayang masih mqu menerima Kakak dengan segala kekurangan Kakak saat ini!" Regar sedang memeluk istrinya, mereka sedang berada di kamar Regar.


"Aku uga Kak, aku juga mau bilang makasih.." Mara menempelkan kepalanya di dada Regar


"Untuk?" tanya Regar sedikit menunduk untuk melihat wajah istrinya yang juga mendongak menatap wajah suaminya yang masih terbalut perban.


"Makasih Kakak masih mau berjuang untuk tetap bertahan di saat saat kritis.." ujar Mara manis menatap lekat manik mata suaminya


"Aku gak tahu apa mungkin aku sanggup kalo sampe. harus kehilangan Kakak.." lanjutnya, air kembali jatuh dan dengan sigap Regar menghapusnya kemudian sedik menjauhkan tubuh mereka agar ia bisa semakin jelas menatap wajah istrinya.


"Kakak gak akan ninggalin kamu semudah itu.." jawab Regar mencium kening istinya cukup lama dan Mara memejamkan matanya merasakan ciuman sang suami yang terasa hangat di dahinya


"Bimbing aku Kak, untuk jadi istri yang baik buat kamu daj jadikan aku satu satunya bidadari dalam hidup kamu!" Mara kembali memeluk sang suami. Regar hanya mengangguk dan tersenyum.


Syakira dan yang lain turut bahagia atas pernikahan Regar dan Mara, meskipun di laksanakan cukup mendadak atas permintaan keduanya, namun tak mengurangi rasa hikmat dan sakralnya ijab Qabul.


Pernikahan mereka di laksanakan malam hari setelah isya dan hanya mengundang tetangga dekat juga kedua keluarga saja, Risa dan Farhanpun hadir karena sejak Regar kecelakaan Risa dan Farhan sedang berada di luar negri untyk melakukan pengobatan pada Risa yang masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya.


"Makasih ya sayang udah mau dateng, maaf ngundangnya agak mendadak.." ujar Syakira setelah ia melepaskan pelukannya pada Risa yang sudah ia anggap seerti anaknya sendiri, dan sepertinya gadis itu tengah berbadan dua.


"Gak papa Tan, justru Risa sama Mas Farhan mintak maaf karena gak bisa jenguk Kak Regar selama sakit.." jawab Risa merasa bersalah karena tak bisa menemani Syakira, padahal dulu Syakira yabg selalu ada untuknya di saat saat ia sedang terpuruk.


"Tante ngerti kok sayang." Syakira kembali memeluk Risa kemudian ia mengusap perut Risa yang sedikit agak menonjol


"Semoga lancra lancatmr ya sampe persalinan.." Risa dan Farhan tersenyum


"Aamiin.." jawab keduanya. Risa dan Farhanpun berpamitan namun sebelum ia benar benar pergi Risa kembali turun dari mobil dan mendekati Syakira dan membisikan sesuatu padanya membuat Syakira hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, setelah itu Risa kbali ke mobil dan Farhan melajukan mobilnya menjauh dari kediaman Regar.


"Tante gak bisa janjikan iru sayang.." gumam Syakira kembali teringat pada Arka putranya berkata jika belum siap bertemu dengan sang Ayah biologis kecuali takdir sendiri yang akan memepertemukan mereka.


Arka sedang berada di dapur, ia masih asik dengan makan malam yang sempat tertunda karena saat yang lain sedang makan ia justru menjadi tukang foto dadakan hingga melewatkan makan malamnya.


"Makan bro.." ucap Habibi yang ikut duduk di kursi makan di samping Arka yang yang menoleh sebentar kemudian kbali fokus pada makanannya


"Mantak dong dikit! Ayam goreng kacang buatan Tante loe enak banget." Hqbibi hendak mengambil paha ayam yang ada di piring sahabatnya yang sedang asik makan, dengan cepat Arka menggeser piringnya dan Habibi hanya menyentuh meja makan.


"pelit amat sih loe!" Habibi memanyunkan bibirnya karena gagal mendapatkan paha ayam milik Arka


"Ambil sendiri lah, masih banyak juga.." jawab Arka tetap fokus pada makanannya dan segera menghabiskannya dengan cepat.


Syakira memperhatikan putranya dari jauh, ia bingung harus mengatakan apa pada Arka.

__ADS_1


"Sayang kenapa?" tqnya Rangga saat nelihat istrinya yang hanya berdiri tak jauh dari dapur dan memeprhatikan anaknya sendiri


"Hmmm, gak sayang.." jawab Syakira sedikit kaget akan kehadiran sang suami.


"Rani sama Agus mau pamit, kita antar mereka dulu." ujar Rangga, ia tak ingin bertanya sekarang karena mefasa istrinya butuh waktu


"Hmm.." Rangga dan Syakirapun segera keluar untyk mengantar Rani dan Agus pulang, dan Mara serta Regarpun sudah berada di sana.


"Mamah pulng dulu ya sayang, baik baik. kamu di sini.. hiks hiks hiks..." Rani memeluk putri satu satunya yang kini sudah menjadi istri Regar, tangisnyapun pecah saat ia harus merelakan anknya hidup bersama orang lain


"Mah, jangan nangis.." ucap Mara mengelus punggung Mamahnya


"Sayang kita pulang, Mara dan Regar juga butuh istirahat.." bujuk Agus menarik Rani dari pelukan Mara.


"Kalo ada apa apa jangan sungkan buat hubungin Mamah ya.." ujar Rani menoleh pada Regar dan menatapnya tajam, yang di tatap malah menautkan kedua alisnya serta keningnya yang ia kerutkan membuat semoa orang yang berada di sana jadi tersenyum


"Mah, aku akan baik baik saja sama Kak Regar.." jawab Mara juga tersenyum melihat ekspresi sang suami.


"Ya..." Rani kembali memeluk putrinya kemudian mencium kening Mara barulah ia benar benar melepaskan anaknya dan mengikuti Agus masuk ke dalam mobil yang segera di bawa laju oleh Agus.


"Apa aku terlihat akan menyakitimu sayang?" tanya Regar menatao Mara yang semakin tersenyum sedangkan Syakira dan Rangga sudah tertawa kecil.


Mereka berempatpun masuk ke dalam, Regar dan Mara kembali ke dalam kamar karena benar tubuh mereka sangat lelah dan butuh istirahat, apa lagi besok Regar harus kembali menjalankan terapi jalan untuk bisa berjalan lagi.


"Tan kmi masuk dulu ya!" Syakira tersenyum mendengar panggilan Mara padanya yang masih memanggil Tante dan bukan Kakak namun ia tak mempermasalahkan


Mara dan Regar segera menuju kamar dengan Mara yang mendorong kursi roda yang di duduki Regar.


"Bun, Arka sama Bibi juga mau istirahat ya, capek ngantuk juga.." Arka yang baru muncul dari dapurpun segera pamit untuk istirahat di kamarnya bersama Habibi, karena sekarang Mara akan tidur di kamar Regar.


"Ya Nak..." Syakira memandangi punggung putranya yang berjalan beriringan dengan Habibi hingga putranya itu tak terlihat lagi dari matanya karena sudah masuk ke dalam kamar.


"Sya..." panggil Maira yang baru keluar dari kamarnya


"Ya Kak." Syakira menoleh pada Maira yang sedang berjalan ke arahnya.


"Malam ini kamu tidur sama Kakak ya, soalnya Dokter Erick juga mau nginep jadi bisa tidur sama suami kamu di kamar." ujar Maira, Syakira hanya mengangguk setuju kemudian ia mengikuti Maira yang kembali ke kamarnya, namun sebelumnya ia izin pada Rangga suaminya.


"Mas aku tidur sama Kak Mai ya, jadi kamu tidur sama Dokter Erick di kamar.." Rangga juga memgangguk tak lupa ia mencium kening istrinya di hadapan sahabatnya yang memutar bola matanya malas melihat adegan di hadapannya, karen ia tahu jika Rangga memang sengaja melakukan itu hanya untuk memanas manasinya saja.


"Mas, kamu nih.." tegur Syakira merasa tak enak pada Dokter Erick yang sudah membuang muka ke arah lain, namjn Rangga malah tersenyum puas setelah melihat wajah sahabatnya itu.


"Sana istirahat.." ujar Rangga, Syakira meninggalkan suami dan sahabatnya di ruang tamu, kedua laki laki itu masih ingin mengobrol.


"Jadi kapan?" tanya Rangga menatap lekat wajah Erick di hadapannya yang malah terlihat bingung sendiri dengan pertenyaan sahabatnya itu

__ADS_1


"Apanya?" Erick balik bertanya dengan dahi yang ia kerutkan


"Haish, ya ngelamar Kak Maira lah apa lagi!" jawab Rangga kesal sendiri. Entahlah setiap kali ia bersama sahabatnya itu darahnya selalu naik, apa lagi dengan wajah sok polos Erick membuat ia seakan muak saja.


"Entahlah, aku masih memikirkannya.." jawab Erick kini ia sudah menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan kepalanya ia letakkan di atas sofa yang ia duduki.


"Jangan lama lama, inget umur." perkataan Rangga membuat Dokter Erick menoleh cepat padanya dan menatap tajam.


"Aku tak setua itu, dan bahkan aku masih terlihat tampan.." jawab Dokter Erick


"Ya ya terserah kau saja, bahkan kau lebih tua dari pasa aku.." lanjut Rangga semakin membuat Erick meradang, ia sangat tidak suka jika ada orang yang menyinggung hal semacam itu.


"Terserah.." ujar Dokter Eruck beranjak dari tempatnya dan hendak masuk ke dalam kamar, namun saat baru beberapa langkah ia melihat Maira yang keluar dari kamar dengan baju tidur serta wajah yang khas saat bangun tidur dan itu terlihat sangat cantik di mata Dokter Erick yang sudah berhenti melangkah. Matanya terus memandangi wajah Maira yang kini sedang berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.


Rangga sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat apa yang sedang di lihat olwh Sahabatnya itu, dan senyumannya kembali tercipta di bibirnya saat melihat siapa yang sedang di perhatikan Dokter Erick hingga pria yang sangat dewasa itu menghentikan langkahnya.


"Gas lah Rick, jangan di tunda lagi.." Rangga seolah mendapat ide lagi untuk mendoring sahabatnya itu,namun Erick yang segera sadar kembali berjalan dan masuk ke dalam kamar yang sudah di beri tahu Syakira. Rangga kembali tersenyum, iapun segera berajnak dari sana kemudian ikut masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Semetara Maira juga sudah kembali ke kamarnya setelah ia mengisi air di dalam botol dan membawanya ke kamar.


Hari yang semakin malam, kediaman Maira pun sudah hening tana suara. Semua orang sudah kembali ke kamar masing masing dan beristirahat karena haripun yang semakin larut, namun tidak pada dua orang yang baru saja menikah dan menjadi sepang suami istri itu, mereka berdua masih asik berbicara dan saling bertukar cerita, meskipun belum bisa melaksanakn malam pertama tapi hal seperti itu sudah cukup membuat pasangan baru itu merasa sangat bahagia, apalagi kini mereka bebas untuk saling berpelukan ataupun saling bercumbu.


"Mulai hari ini jangan panggil Kakak ya." ujar Regar yang baru saja melepaskan pagutannya pada sang istri yang nampak malu malu.


"Lalu?" tanya Mara mengangkat kepalanya dan bersitatap dengan suaminya yang kembali mengecup bibir Mara yang terasa. masnis dan membuatnya candu


"Mas, mulai sekarang panggil aku Mas, atau sayang juga lebih bagus!" Regar menatap intens sang istri yang hanya bisa mengangguk dan menundukkan pandangannya ke bawah.


"Mas.." panggilan pertama Mara pasa Regar yang telah resmi menjadi suaminya kini. Regar tersenyum puas, ia kembali mengangkat dagu Mara hingga kepala gadis itu kembali terangkat ke atas dan Regar segera menyambut bibir Mara yang hanya bisa pasrah dan diam dengan matanya terpejam menikmati setiap sentuhan sang suami juga cumbuan Regar yang semakin dalam.


"Tidurlah, malam pertamanya kita tunda samape kaki Mas sembuh..' ujar Regar merebahkan tubuhnya dan menepuk tanganya yang ia rentangkan agar Mara tidur di sana. Mara hanya tersenyum malu dengan wajah yang semakin merona, ia segera ikut merebahkan tubuhnya dan menjadikan lengan Regar sebagai bantal tak lupa wajah gadis itu ia sembunyikan di balik dada suaminya.


Regar memeluk sang istri, ia juga mengecup pucuk kepala istrinya itu cukup lama barulah ia memejamkan mata.


"Selamat malam sayangku.." ujar Regar dan iaoun segera tidur. Mara yang belum tidur kembali mendongakkan kepalanya menatap lekat wajah sang suami, ia tersenyum karena pada khirnya impiannya untuk bisa menikah dengan orang yabg ia cintai bisa terwujud. Mara membelai wajah Regar yang masih di balut perban dengan pelan karena tak ingin mengganggu sang suami yang sudah tidur pulas.


"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih." Mara selalu mengucapkan ras syukurnya atas apa yang telah ia terima selama ini. Bahagia setelah Duka yang ia rasakan sangat terasa hingga membuat gidis itu tersenyum dan juga menangis bahagia.


Mara kembali merebahkan tubuhnya di samping Regar, ia juga membalas pelukan sang suami lalu memejamkan matanya dan beberapa detik berikutnya iapun sudah berada di alam mimpi.


Lanjut up...


Akhirnya nikah juga nih pasangan kan...


Makasih yang masih setia baca karya ku ini ya, jangan lupa kasih like sama dukungannya karena itu sangat berarti buat Author...


Terus pantengin kisah kisahnya...

__ADS_1


Makasih orang baik...


🙏🙏🙏


__ADS_2