Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Bertemu Kembali


__ADS_3

Cukup lama bagi Rangga dan Regar untuk bisa melacak keberadaan dalang di balik pemerkosaan Risa, hingga akhirnya mereka mampu menemukannya dan segera membawa ke kantor polisi. Rangga juga Regar bekerja sama demi menemukan siapa orang yang telah menyuruh laki laki ba**ngan itu untuk menodai Risa...


"Jadi dia seorang gadis sayang?" tanya Syakira saat Rangga menceritakan siapa dalang yang telah merusak masa depan Risa


"Hmm, dia salah satu anak dari rekan bisnis Papi Farhan yang dulu sempat akan di jodohkan dengannya.." jawab Rangga


"Kalo Mas gak salah, namanya Clara..." lanjutnya sambil berfikir.


"Apa? tega sekali anak itu sampai harus merusak Risa.." ucap Syakira terkejut.


"Ya, begitulah cinta sayang, rumit..." jawab Rangga sambil memeluk istrinya rindu karena hampir satu minggu ini tak bertemu dengannya.


"Hmmm, Mas benar.." Syakira pun menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, ia selalu merasa nyaman jika di dekat Rangga.


"Sayang..." panggil Rangga sambil mengusap punggung Syakira.


"Hmm, Mas ini baru juga pulang..." ujar Syakira menatap suaminya malas sedang yang di tatap malah senyum senyum.


Malam yang indah bagi kedua insan yang sedang bersatu melepaskan segala rindu yang terpendam sejak satu minggu mereka tak bertemu. Ya, kalian tahu Rangga sedang minta jatah..


Pagi, Arka sudah siap seperti biasa namun sedikit terlihat berbeda. Arka sudah di kelas sebelas sekarang.


"Sudah siap. sayang?" tnya Syakira saat melihat putranya yang baru keluar dari dalam kamar.


"Hm, Bun Arka langsung berangkat ya soalnya ada urusan di sekolah..." ucap Arka hendak mencium tangan Bundanya.


"Gak sarapan dulu Nak?"


"Sarapan di kantin aja Bun.." jawab Arka kemudian mencium pipi kanan dan kiki Syakira yang hanya mengngguk..


"Loh, udah mau berangkat Ka?" tanya Rangga yang baru tutun dari lantai atas.


"Ya Pah, ada urusan di sekolah.." jawab Arka mencium tangan Rangga kemudian berjalan keluar rumah dan naik ke atas motornya dan melajukannya menuju ke arah lain sekolah.


"Aku merindukanmu..." ujar Arka saat ia sudah di jalan menuju suatu tempat, senyuman bahkan terus terukir di bibirnya.


Arka terus melajukan kendaraannya hingga ia berhenti di suatu tempat seperti taman, namun tak ada siapapun di sana karena memang masih terlalu pagi.

__ADS_1


"Di mana dia?" monolog Arka menelusuri setiap tempat mencari seseorang yang audah lama ia rindukan.


Arka mematung saat melihat orang yang begitu ia rindukan kini sudah berdiri tepat di hadapannya, bahkan perubahan yang signifikan pada orang itu membuat Arka hampir tak mengenalinya.


"Arka..." panggilnya tersenyum menatap Arka yang berdiri mematung.


Arka tersentak saat suara yang ia kenal memanggilnya dengan lembut. Arka berjalan perlahan ke arah orang yang juga berdiri di hadapannya.


"Kau sudah kembali?" tanya Arka saat ia sudah berada cukup dekat dengan orang yang memanggilnya


"Hmm, tapi hnya sebentar karena minggu depan aku harus kembali ke Jerman..." jawabnya dengan nada sedikit sedih.


"Kenapa tidak menetap saja?" tanya Arka seakan tak rela jika harus berpisah lagi dengan orang itu..


"Tidak bisa, kecuali jika aku sudah lulus SMA.." jawabnya semakin sedih, jujur iapun sebenarnya ingin sekali tetap berada di sana dan selalu bisa bersama dengan Arka.


Arka menunduk sejenak, kemudian ia kembali menatap orang di hadapannya yang masih tertunduk.


"Aku masih menunggumu Kalisa, hingga kita bisa bersama.." ucap Arka.


Orang yang di panggil Kalisa mengangkat kepalanya menatap wajah Arka yang tampak serius dengan ucapannya.


"Aku juga mencintaimu.." jawab Kalisa membuat Arka menyunggingkan senyumannya.


Arka berbohong pada Bunda juga Papahnya jika di sekolah ada urusan hingga harus berangkat sepagi ini. Arka yang di beri tahu oleh Kalisa jika ia akan kembali ke Indonesia dua hari yang lalu sangat bahagia dan ia pasti akan menemui gadisnya. Dan ya, di sinilah mereka sekarang, tersenyum bersama melepaskan rasa rindu yang cukup lama mereka pendam karena terpisah oleh jarak dan waktu yang cukup jauh.


"Aku sangat merindukanmu Kal.." ujar Arka di sela sela tawanya sambil memakan eskrim vanila kesukaannya.


"Aku juga, andai kita bisa selalu bersama Ka.." ucap Kalisa kembali sedih menatap Arka yang juga menatap ke arahnya.


"Aku yakin Tuhan punya rencana atas perpisahan kita.." perkataan Arka berhasil menenangkan perasaan Kalisa. Mereka berdua kembali tersenyum sambil menikamati eskrim masing masing, tak jarang mereka saling menyuapi.


"Kau seperti anak kecil." tawa Arka pecah saat melihat di sisi bibir Kalisa terdapat eskrim coklatnya.


"Kenapa?" tanya Kalisa tak mengerti mengapa pria di sampingnya sampai tertawa saat melihatnya.


Tanpa aba aba, Arka membersihkan bibir Kalisa yang terkena eskrin dengan jarinya, membuat mata mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Kal, ku harap di sana kau bisa menjaga hatimu untukku.." ujar Arka masih menatap Kalisa di hadapannya yang bahkan jarak mefeka hnya beberapa senti saja.


"Aku akan menjaga hatiku hanya untuk kamu Ka, karena aku juga sangat mencintaimu.." jawab Kalisa.


Arka tersenyum mendengar ucapan Kalisa, ia segera menjauhkan tangannya dari bibir Kalisa dan memundurkan badannya.


"Aku selalu percaya padamu..." ucap Arka kembali memakan eskrimnya yang sudah mulai cair.


Kalisa masih menatap Arka yang sedang menikmati eskrim miliknya, entah dengan tatapan apa!


("Maaf Ka, aku tak bisa menjelaskannya padamu.") batin Kalisa ia hampir menjatuhkan air matanya namun segera ia hapus dan memalingkan wajahnya menatap ke arah depan.


"Aku harus kembali ke sekolah." ucap Arka saat ia sudah selesai dengan eskrimnya dan beranjak dari duduknya.


"Hmm..." Kalisa mengangguk ikut berdiri dan mengarahkan tubuhnya ke hadapan Arka.


"Besok hari minggu, kau kau punya waktu?" tanya Arka


"Punya.." jawab Kalisa


"Mau jalan denganku lagi?" tanya Arka penuh harap. Kalisa hanya mengangguk, senyumannya kembali terukir di bibir cantiknya.


"Aku jemput jam delapan besok..." ucap Arka sbelum akhirnya ia naik ke atas motor dan melajukannya dengan kecepatan stabil karena sekolahnya sudah tak begitu jauh dari sana.


"Maaf Ka, aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu." sesal Kalisa.


Kalisa kembali untuk mengatakan sesuatu pada Arka, namun saat sudah bertemu seakan kata kata yang sebelumnya sudah ia rangkai hilang seketika tergantikan dengan rasa kebahagiaan saat melihat orang yang begitu ia cintai dan rindukan, namun saat ia kembali mengingat tujuannya datang kembali dan menemui Arka rasa bahagia itu hilang lagi dan tergantikan dengan kesedihan yang mendalam di hatinya.


"Aku juga sangat mencintaimu Ka, tapi aku tak bisa..." tangis Kalisa tumpah saat Arka sudah menghilang dari pandangannya.


"Maafkan aku, maaf..." lanjutnya kemudian berlari ke arah berlawanan dengan air mata yang sudah berjatuhan di pipi putih mulusnya...


Lanjut up....


Arka dan Kalisa lagi,, kangen deh sama mereka berdua....


Makasih yang dah mampir, jangan lupa like sama dukungannya ya....

__ADS_1


Makasih orang baik....


🙏🙏🙏


__ADS_2