
Syakira yang sedang di sibukkan dengan pekerjaannya dan fokus dengan berkas serta jari jari lentiknya di atas kibord komputer tak menyadari kedatangan Rani yang berjalan tergesa gesa ke arahnya.
"Sya..." panggil Rani cukup keras hingga membuat Syakira terperanjat kaget dan hampir jatuh dari kursinya jika saja ia tak memegang meja di depannya.
"Astaghfirullah, Ya Allah. Rani..." kesal Syakira menatap ke arah sahabatnya yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah serius tak berubah meskipun ia ingin tertawa karen melihat wajah kaget dan kesal Syakira.
"Kenapa sih?" tanya Syakira masih kesal.
"Itu Sya, itu..." Rani meggantung ucapannya, selalu begitu membuat Syakira kepo.
"Itu apa? yang jelas dong!" Syakira makin kesal
"Itu, Ra..Rangga mau pergi.." ungkapnya, namun Syakira hanya menautkan kedua alisnya tak mengerti dengan yang di maksud sahabatnya itu.
"Rangga, dia mau pergi dari kota ini Sya!"
"Apa?" Syakira yang terkejut dengan ucapan Rani langsung berdiri dengan mata melotot sempurna.
"Ma..maksud kamu gimana Ran?" tanya Syakira
"Rangga mau pindah dari kota ini dan kembali ke tempat Mamahnya. Itu berarti kalian..." lagi lagi Rani menggantung ucapannya, namun kali ini Syakira mengerti dengan apa yang di maksud sahabatnya.
Syakira yang masih syok kembali terduduk di kursinya, ia menatap ke depan denagan nanar. Hatinya merasa sakit saat mendengar kepergian Rangga, meskpun sebelumnya ia belum menyadari jika telah tumbuh benih cinta dalam hatinya untuk Rangga, dan kini ia baru sadar jika dirinyapun memiliki perasaan itu untuk Rangga.
"Rangga..." lirihnya
"Sya, apa kmu gak mau kejar Rangga?" tanya Rani
"Ke mana?" Syakira balik bertanya ia masih tak bisa mencerna kata kata Rani
"Bodoh, Rangga akan pergi dan kamu masih diam disini Sya.." bentak Rani melihat Syakira yang tetap pada posisinya.
"Ya, kemana aku harus mencari Rangga, aku bahkan gak tahu rumahnya Ran.." ujar Syakira frustasi ia menutup eajahnya dengan kedua tangan bahkan air mata sudah jatuh ke pipinya.
"Ke bandara, hari ini Rangga akan pergi setidak nya kamu harus mengungkapkan isi hati kamu buat Rangga Sya.." jelas Rani, lagi Syakira di buat terkejut ia kembali berdiri dan segera berlari ke arah luar tanpa sempat menoleh ke arah Rani yang melihat ke arah Syakira yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Maaf Sya, kalo gak gini kamu gak akan pernah tahu tentang perasaanmu sendiri.." ucap Rani tersenyum karena rencanya berhasil.
Rani, Arka, Maira dan Regar sengaja menipu Syakira dengan mengatakan jika Rangga hari ini akan pergi dan meninggalkan kota jakarta untuk selamanya hanya agar Syakira bisa memahami perasaannya. Dan syukurlah rencana mereka berhasil.
Syakira mengendarai mobilnya dengan cepat menuju bandara, ia sangat takut jika terlambat dan menghentikan Rangga pada akhirnya ia harus kehilangan orang yang begitu mencintainya.
"Rangga, maaf aku gak bisa merasakan oerasaan aku sendiri." monolog Syakira sesekali ia menekan klaksonnya agar kendaraan di depannya berjalan lebih cepat.
"Ku mohon jangan pergi Ga!" Syakira kembali meneteskan air matanya. Satu jam perjalan Syakira, sedikit terlambat karena jalanan yang padat dan macet.
Rangga sedang menunggu keberangkatannya sambil memainkan ponselnya. Rangga memang akan pergi keluar kota, namun bukan untuk selamanya seperti yang di katakan Rani pada Syakira. Ia hanya ada urusan bisnis dan itu cuma dua hari saja kemudian akan kembali lagi untuk meminta kejelasan jawaban dari wanita pujaannya Syakira.
__ADS_1
"Rangga...." panggil Syakira ketika menemukan orang yang ia cari sejak tadi. Syakira bahkan mengelilingi setiap tempat demi mencari Rangga. Mendengar namanya di panggil dan mengenali suaranya, Rangga segera menoleh dan berdiri seketika melihat Syakira yang menangis.
"Syakira.." ucap Rangga pelan saat melihat Syakira yang kini sudah berada di hadapannya.
"Kamu jahat Ga! jahat.." ucap Syakira, ingin sekali rasanya ia memukul dada bidang pria di hadapannya kini dan memeluknya erat agar pria itu tetap berada di sampingnya, namun ia tetap menahan karena belum halal. Rangga yang tak mengerti dengan perkataan Syakira hanya diam, dia mencoba mendengarkan keluh kesah Syakira padanya.
"Kamu mau pergi setelah kamu datang dan mengatakan cinta sama aku! hah! jahat kamu Ga.." Syakira semakin terisak, bahkan banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.
"Aku tahu, aku salah tapi tak bisakah kamu menunggu sampai aku bisa merasakan perasaan aku ke kamu!" lanjut Syakira mencoba menahan tangisannya.
"Aku, aku juga sayang sama kamu Ga. Aku, aku gak mau kehilangan kamu." ujar Syakira menunduk setelah mengatakan isi hatinya pada Rangga kini ia tak lagi mampu menahan tangisnya.
"Ku mohon jangan pergi dan meninggalkan aku, aku mencintaimu Rangga..." ungkapan isi hati Syakira mampu membuat orang orang yang melihat mereka berdua ikut hanyut, ada yang ikut menangis terharu ada pula yang sangat penasaran dengan apa yang akan di katakan Rangga. Begitupun Rangga begitu terkejut dengan ungkapan Syakira padanya, namun ia segera tersenyum menatap Syakira yang masih setia menundukkan wajahnya.
"Sya..." panghil Rangga sangat lembut, namun Syakira tetap pada posisinya.
"Sya, tatap aku.." ulang Rangga. Syakira mengangkat kepalanya lerlahan dan menatap Rangga yang kuga menatapnya pilu setelah melihat wajah Syakira yang sudah basah karena air mata.
"Jangan menangis, kau tahukan aku tak pernah bisa melihat kamu menangis!" ujar Rangga, ingin ia menghapus air mata Syakira namun apalah daya jika mereka masih belum memiliki ikatan halal.
"ini semua karena kamu, aku nangis karena kamu mau pindah dan ninggalin aku buat selamanya kan!" ujar Syakira, Rangga menautkan alisnya mendengar penuturan Syakira. Kemudian Rangga tersenyum menatap wajah Syakira yang heran melihat dirinya tersenyum sedang Syakira yang rela ngebut ngebut di jalanan demi menemuinya dan mengatakan perasaannya di tempat umum.
"Kenapa kamu ketawa?" tanya Syakira
"Ya, aku memang mau pergi ke luar kota tapi bukan berarti aku pergi buat selamanya dari sini." jelas Rangga masih mencoba menahan tawanya, begitupun sengan orang yang ada di sana tak terkecuali Maira, Arka dan Regar yang sengaja bersembunyi dan memperhatikan mereka berdua.
"Aku hanya ada urusan bisnis Sya, dan akan kembali dua hari karena aku masih menunggu jawaban dari kamu, dan sekarang kamu malah datang mengatakan segalanya!" ledek Rangga. Syakira sangat malu, rasa ia ingin tenggelam ke dasar laut terdalam agar bisa menyembunyikan wajahnya. Belum lagi tatapan dan senyuman daro orang orang yang sejak tadi memperhatikannya membuat Syakira semakin malu.
"Awas kamu Rani, tunggu pembalasanku.." lirih Syakira kembali menundukan wajahnya saking malu sambil menutup dengan kedua tangan, ia bahkan terduduk lemas di kursi panjang di sampingnya.
Rangga segera mendekati Syakira dan duduk tepat di sampingnya. Sejenak ia menatap Syakira bahagia karena Cintanya bisa terbalas meski ia harus menunggu hingga belasan tahun dan tak pernah mengenal cinta selain untuk Syakira, ia juga bahkan rela tak menikah.
"Sya..." panggil Rangga, namun Syakira tetap pada posisinya. Rangga mengerti dengan situasi Syakira saat ini dan tetap mengatakan apa yang ingin ia katakan.
"Terima kasih, kamu sudah mau membalas perasaan aku. Aku bahagia Sya, sangat bahagia." Rangga masih setia menatap Syakira yang tetap menutup wajahnya dan menunduk.
"Aku ingin segera meminangmu! aku ingin selalu ada buat kamu dan Arka, aku ingin selalu menjaga kalian berdua. apa kamu gak keberatan?" tanya Rangga. Sayakira yang mendengar penuturan Rangga segera mengangkat kepalanya dan seketika mata mereka kembali bertemu.
"Hmm." Syakira mengangguk dan kembali menangis karena terharu dengan perkataan Rangga, bahkan pria di hadapannya menyebut putranya dengan orang lain.
"Jangan nangis, aku janji akan selalu buat kalian bahagia..."
"ini tangis bahagia, aku bahagia dan beruntung karena di cintai oleh laki laki seperti kamu Ga, yang bisa menahan dan menunggu aku selama ini.." jawab Syakira, menatap lekat mata Rangga.
"Aku bersyukur karena Tuhan membiarkan kamu tetap sendiri dan pada akhirnya kita bisa bertemu." lanjut Syakira, kali ini ia tersenyum meski air matanya tetap mengalir. Tiba tiba suara tepuk tangan memggema di ruangan itu.Syakira dan Rangga menoleh ke sekitarnya dan melihat semua orang yang bertepuk tangan dan tersenyum bahagia atas kebahagiaan medeka berdua.
"Selamat, semoga kalian hidup bahagia.." teriak salah seorang anak muda yang sudah menangis bersama teman temannya yang sedang menenangkan dirinya.
__ADS_1
Syakira dan Rangga kembali menatap satu sama lain dan tersenyum malu malu.
"Masih malu malu! tadi aja nangis nangis nyariin Rangga.." ucap Maira. Maira, Arka dan Regar segera keluar dari tempat persembunyian mereka membuat Syakira dan Rangga yang segera berdiri.
" Kalian.." Syakira baru sadar, jadi ini semua bukan hanya rencana Rani tapi juga rencana Kakak, adik bahkan anaknya juga. Syakira menatap mereka bertiga dengan kesal.
"Jadi kalian bersekongkol ya?? Syakira melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap ketiga orang di hadapannya dengan tajam.
"Hehe, Bunda jangan marah ya! kan ini juga demi kebaikan Bunda sama Om Rangga.." ujar Arka mencoba menenangkan Bundanya.
"Tapikan Bunda malu, lihat!" Syakira melihat sekitarnya dan dk ikuti oleh Arka.
"Mereka semua memperhatikan Bunda." Syakira yang sangat malu kembali menutup wajahnya, ia kesal tapi juga malu.
"Bunda, kalo gak gini yang ada nanti Om Rangga beneran pergi loh! emang Bunda mau?" ucapan Arka skntak membuat Syakira menggelengkan kepalanya cepat, membuat mereka yang melihat kembali tersenyum.
"Ah, kalian..." Syakira kembali kesal, pancingan Arka sangat tepat.
"Sudah sudah, Arka kasihan Bunda..." ujar Maira menengahi, ia berjalan mendekati Syakira dan memeluknya.
"Semoga kalian bisa bahagia. Kakak seneng banget dek." Maira ikut menangis sambil memeluk Syakira yang segera membalas pelukan Maira.
"Makasih Kak."
"Sebaiknya kita pulang, biar sya antar kalian.." ucap Rangga.
"Tapi, bukannya kamu harus ke luar kota?" tanya Syakira setelah melepaskan pelukannya bersama Maira.
"Ya, tapi sekarang aku ingin segera memperjelas hubungan kita jadi aku sudah membatalkannya barusan." jawab Rangga tersenyum nakal pada Syakira yang di buat malu hingga pipinya memerah.
"Bagus, kalo gitu kita pulang.." Arka menggandeng tangan Bundanya juga Rangga dan menuju keluar bandara di iikuti Regar dan Maira di belakang mereka. Melihat kebersamaan Syakira, Rangga dan Arka, mereka nampak seperti keluarga yang sangat bahagia.
"Syakira..." ucap seorang wanita dari kejauhan menatap Syakira yang baru saja keluar dari bandara dan sedang berjalan menuju mobil bersama keluarganya.
"Jadi dia sudah kembali! dan siapa mereka yang bersamanya?" orang itu terus memperhatikan Syakira dari jauh.
"Apa mereka keluarga baru Syakira?"
"Sudahlah, Maya kamu harus fokus karena sekarang kamu harus bisa hidup tanpa bergantung pada Regar lagi.." monolognya pada diri sendiri dan segera masuk ke dalam bandara setelah melihat kepergian Syakira dan keluarganya dan meninggalkan bandara.
Wanita itu Maya, sekarang ia harus bekerja keras demi menghidupi dirinya sendiri. Maya tak ingin mengulangi kesalahan yang pernah ia lakukan karena itu ia rela sering berpergian ke luar kota untuk mengurus usaha yang sedang ia rintis. Semua itu karena Risa anaknya, ia tak ingin apa yang Syakira alami karena perbuatannya akan berakibat pada pitrinya, baginya cukup sekali ia harus kehilangan anak yang dulu belum sempat ia lihatdan tak ingin jika terulang pada putri yang ia sayangi. Karena itulah ia ingin berubah.
Ok up lagi....
Makasih yang udah mampir baca, jangan lupa like dan komen yang mendukung ya...
Makasih orang baik....
__ADS_1
🙏🙏🙏