
"Jauhi Wulan juga Habibi kalo loe mau tetap berada di sini!" tegas Kana pada seorang Pria tampan di hadapan nya
Pria itu tersenyum tipis mendengar apa yang di katakan oleh Kana."No, gadis itu akan menjadi milik ku dan kau gak akan bisa menghalangi..." jawab Pria itu tanpa ragu bahkan semakin memperlebar senyuman nya dan menaikan sebelah alis nya seolah merendahkan Kana.
Kana tak tersulut emosi, ia justru ikit tersenyum dengan gelengan kepala pelan. "Umm, begitu ya, ok terserah loe tapi gue udah memperingati sebelum nya jadi bersiap lah Tuan Muda Farry Damian!" ucap Kana maju bebetapa langkah dan berbicara tepat di samping pria yang ternyata Kakak nya sendiri.
Farry sama sekali tak bergeming, ia hanya diam dengan wajah memerah nya memandang kepergian Kana. "Aku yang akan memenang kan pertandingan ini, dan kamu juga pria itu pasti akan kalah..." gumam nya tanpa berhenti menatap arah di mana Kana sudah tak terlihat lagi.
Farry kembali ke dalam kamar nya dan melampiaskan segala amarah nya pada foto Habibi dengan menembak atau memukul nya juga tak lupa ia mengumpat pemuda yang kini sedang berbahagia.
"Kau, akan segera aku singkirkan dan aku yang akan menjadi pemenangnya..." Farry terlihat begitu membenci Habibi seolah jika ia memang sudah menaruh demdam pada pemuda itu
"Aku, aku lah yang pada akhirnya akan menjadi satu satu nya..." lanjutnya lagi semakin tajam menatap foto Habibi yang sedang tersenyum namun sudah tak berbentuk lagi karena terus di tembaki juga di pukul.
Di kamar lain, Kana sedang berusaha menahan emosi nya. Kana sibuk memikirkan cara apa agar bisa membuat Kakak kandung nya sadar jika apa yang sedang ia lakukan adalah sebuah kesalahan.
"Gue gak akan biarin loe terjerumus semakin jauh, sudah cukup kekacauan di masa lalu karena Bokap dan Nyokap..." gumam Kana dengan tatapan jauh ke depan memandangi hamparan bunga di taman kecil dekat kediaman nya
"Oma, Opa, berikan Kana kekuatan agar bisa menyadarkan Mommy, Daddy juga Kak Farry dan agar kesalahan di masa lalu tak lagi terulang..." lirih Kana, kali ini ia tak mampu menahan tangisan nya dan membiarkan begitu saja air mata jatuh dan membasahi pipi mulus nya.
"Kana, Kana rindu kalian! jika Oma dan Opa ada di sini pasti Kana gak akan sendirian..." lanjutnya semakin terisak tak mampu menahan segala gejolak dalam hati nya.
Perlahan, Kana menghapus air mata nya yang masih mengalir. Gadis itu kembali menatap jauh ke arah depan dengan mata yang nemerah dan sedikit sembab.
"Kana akan berusaha semampu dan sebisa Kana, selebihnya Kana serahkan pada takdir..." gumam Kana memejamkan mata nya sejenak kemudian membuka nya perlahan, ia beranjak dari tempat nya duduk dan kembali ke dalam kamar karena sejak tadi ia duduk di balkon kamar milik nya.
__ADS_1
Berhari hari berlalu setelah Kana dan Farry saling mengingatkan satu sama lain, kedua nya terlihat sama sama dingin satu sama lain bahkan terlihat jelas jika Farry begitu mewaspadai Kana dan Kana tahu akan hal itu.
"Jadi kapan kamu akan melanjutkan study mu Farry?" tanya Daddy nya saat mereka sedang sarapan bersama layak nya keluarga yang sebenar nya.
Farry tersenyym. "Hari ini..." jawab Farry tanpa ragu dan melirik sekilas pada Kana yang hanya diam memdengarkan dan terus menyantap sarapan nya dengan tenang.
"Di mana sayang?" Mommy nya ikut bertanya dengan senyum cerah
"Di universitas yang sama dengan Kana Mom..." jawab Farry semakin memperlebar senyuman nya sambil terus melirik ke arah adik nya sebab ia ingin melihat wajah terkejut sang adik, namun sayang nya ia tak mendapatkan hal itu karena Kana tetap diam dan tenang dengan sarapan yang hampir selesai.
'Sial, dia masih terlihat begitu tenang!' batin Farry kecewa
"Kana sudah selesai, Kana berangkat.." Kana bangkit dari duduknya dan segera pergi dari sana dengan wajah datar seperti biasanya.
Daddy juga Mommy hanya diam melihat kepergian putri satu satu mereka yang kian hari kian dingin bahkan tak lagi ada pembicaraan di antara mereka setelah kejadian bertahun tahun yang lalu kecuali sesuatu yang penting dan terakhir kali mereka bicara secara serius ketika Oma juga Opa yaitu orang tua dari Daddy nya mengalami kecelakaan lalu meninggal.
Daddy menggeleng lemah, ia juga merasa kehilangan sosok putri yang sangat ia sayangi. "Entahlah, Daddy juga bingung..." jawab Daddy juga merasa sedih.
Farry diam dengan wajah yang tak enak di pandang, ia sangat tak suka jika kedua orang tua nya hanya memikirkan Kana adik nya dan melupakan diri nya.
"Farry juga sudah selesai, Farry berangkat..." Farry bangkit dari duduk nya menatap Mommy juga Daddy yang kini sudah kembali memperhatikan diri nya dan tersenyum.
"Hati hati sayang..." ucap Mommy juga bangkit dari tempat nya dan mendekati putra mereka.
"Yes Mom..." jawab Farry tersenyum cerah mendapat perhatian dari sang Mommy
__ADS_1
"Farry berangkat.." lanjut Farry dan meninggal kan kedua orang tua nya untuk menuju kampus dan menjalankan misi merebut wanita nya.
"Selamanya, hanya aku yang boleh di perhatikan..." gumam Farry saat ia sudah berada di dalam mobil mewah milik nya dan menatap kediaman milik keluarga Damian.
"Yah, tentu saja Kak!" suara Kana yang duduk di belakang kemudi mengagetkan Farry yang langsung menoleh dan menatap tajam ke arah adik nya yang dengan berani masuk ke dalam mobil kesayangannya.
"Kau, berani nya maauk ke dalam mobil ku hah!" bentak Farry dengan nada begitu tinggi, namun sama sekali tak membuat Kana takut sedikitpun.
"Oh ho, jangan marah Kak ini hari pertama mu kuliah setelah sekian lama bukan!" ucap Kana lembut dan berpura pura takut, namun bibir nya memberikan senyuman mengejek untui sang Kakak yang seperti nya sangat mudah tersulut emosi.
"Kau-" Farry tak melanjutkan ucapan nya saat melihat Kana justru membuka pintu mobil dan keluar dari sana tnpa bicara sepatah kata pun setelah membuat diri nya marah.
"Gadis ini, awas kau..." ujar Farry menatap Kana yang berjalan dengan gaya berkelas nya menuju mobil.
Sebelum pergi lebih dulu, Kana melambaikan tangan nya pada Farry dan memberikan senyum manisnya membuat Farry semakin kesal.
Kedua nya sama sama meninggalkan kediaman Damian menuju kampus, Kana dengan mobil mewah nya namun tetap menggunakan supir karena Mommy juga Daddy nya yang tak memberi izin pada gadis itu untuk membawa nya sendiri karena takut jika putri mereka kembali mengalami kecelakaan sedangkan Farry tentu saja ia membawa sendiri mobil nya atas izin dari Daddy juga Mommy.
Lanjut nih....
Makasih selalu setia membaca...
Jangan lupa like sama vote nya, dan dukungan kalian juga komen yang mendukung tentu nya...
😍😍😍
__ADS_1
😊🙏🙏