Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Misi Pencarian Kalisa


__ADS_3

"Jadi liburan ini loe mau ke sana Lan?" tanya Kana menatap serius pada Wulan yang terlihat sedang berfikir.


"Umm, gue harus mastiin sendiri kabar itu.." jawab Wulan setelah ia berfikir cukup lama.


"Loe yakin! gue agak khawatir sih sama loe.." sahut Fatimah memasang wajah khawatir nya namun terlihat menggemaskan di mata Wulan.


Wulan tersenyum, ia mencubit pelan pipi Fatimah dan kembali menatap Kana. "Kalo gitu kalian bisa temenin gue.." ucap Wulan tanpa ragu.


Kana dan Fatima kini yang berfikir, cukup lama dan akhirnya kedua mengangguk bersama sambil tersenyum cerah.


"Loe yang traktir ya liburan kali ini!" ujar Fatimah


"Hishhhh, ya deh iya..." ucap Wulan melengos namun bibir nya tersenyum tipis.


Kana dan Fatimah tertawa kecil.


Setelah perencanaan yang panjang, akhirnya hari yang di nanti tiba juga. Wulan, Kana dan Fatimah akan menajalankan misi mereka untuk mencari tahu kabar yang sesungguhnya mengenai gadis yang di sukai Arka.


"Siap girl's..." ucap Wulan menatap kedua sahabat nya yang sengaja menginap di rumah Wulan.


"Yes...." jawab kedua nya bersemangat


"Let's gooooo...." lanjut Wulan menuntun jalan kedua sahabat nya keluar dari kamar menuju lantai bawah di mana Papah Regar, Arka juga tunangan nya sudah menunggu dan akan mengantar mereka ke bandara.


"Kamu yakin dek mau liburan ke sana?" tanya Arka sedikit agak tak setuju jika adik perempuannya pergi jauh.


"Yes, gue mau jalan jalan sepuas nya sebelum nikah..." jawab Wulan yakin dan Arka tak lagi bisa menghalangi


"Ya sudah, yang penting kalian hati hati di sana dan juga jangan membuat kekacauan di tempat orang. Paham kan!" ujar Papah Regar tegas namun tetap lembut.


"Ya Pah..." jawab Wulan sedang kedua teman nya mengangguk saja.


Habibi tak mengatakan apapun karena ia tahu maksud dari liburan tunangan nya ini dan ia pun tak akan menghalangi. Sebenarnya ia bahkan ingin menemani Wulan, hanya saja tidak bisa karena Perusahaan Mamah nya juga sedang membutuhkan bantuan nya.


"Kita berangkat, nanti ketinggalan pesawat.." ajak Papah Regar dan di setujui oleh semua nya.


Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akhir nya Wulan juga kedua sahabat nya sampai dan mereka berencana untuk beristirahat terlebih dahulu.


"Kita istirahat dulu guys, capek bet..." ucap Wulan. Kana dan Fatima mengangguk setuju mereka bertiga langsung merebahkan diri ke kasur.


Ya, Wulan sengaja hanya memesan satu kamar di hotel karena ia ingin tetap bersama kedua sahabat nya itu karena akan mempermudah ketiga nya berkomunikasi untuk mencari tahu keberadaan gadis yang ingin mereka temukan.


Malam menjelang, ketiga nya baru bangun dan bersiap untuk makan malam di lantai dua hotel.


"Setelah makan malam, kita harus segera bergerak karena waktu nya gak banyak.." ucap Wulan sambil menyantak steak nya.

__ADS_1


"Hmm, setuju.." jawab Kana dan Fatimah bersamaan.


Mereka kembali menikmati makan malam yang lezat bersama dan kembali ke dalam kamar untuk mencoba mencari lagi media sosial Kalisa.


"Gimana! ada?" tanya Wulan yang sejak tadi tak berdiam diri dan terus mondar mandir.


Fatimah menggeleng dengan wajah lesu. "Susah bet dah nyari nya, heran gue..." gumam Fatimah yang jari jari nya mulai lelah.


"Sini biar gue, loe udah capek pasti.." Kana meraih laptop di hadapan Fatimah dan meletakan nya di atas pangkuan.


"Hmm, nanti gantian lagi deh, gue istirahat bentar.." ucap Fatimah merenggangkan otot otot jari nya yang agak keram.


Kana dengan wajah serius nya mulai mengetik sesuatu di sana, dan sama seperti Fatimah ia pun belum bisa menemukan apapun di sana.


Hari makin larut, namun ketiga nya belum mendapatkan hasil apapun. "Akhhhh, capek gue istirahat dulu deh besok lanjut lagi..." ujar Fatimah merebahkan tubuh nya ke atas kasur dengan laptop yang ia letakan di atas perut nya.


"Ya udah, istirahat gih dah malem juga noh..." ucap Wulan menunjuk jam dinding di kamar mereka.


"Loe mau ke mana?" tanya Kana yang ikut rebahan di sebelah Fatimah yang ternyata sudah tidur.


Wulan memperbaiki laptop sahabat nya terlebih dahulu. "Gue mau keluar bentar, cari makan atau sesuatulah yang bisa di cemilin." jawab Wulan dan keluar dari sana tanpa permisi lagi.


Kana mendengus kesal, pasal nya ia ingin menitip sesuatu tentu nya.


Wulan keluar dari hotel berbintang lima, ia menuju supermarket yang dekat dari sana dengan berjalan kaki. Wulan segera masuk dan membeli segala bentuk camilan halal yang akan ia nikmati bersama dengan kedua sahabat nya. Setelah selesai membayar, Wulan segera kembali ke hotel.


"Permisi..." Wulan hendak bertanya pada seorang wanita paruh baya yang kebetulan baru saja keluar dari sana.


"Ya, ada apa?" jawab wanita itu menatap Wulan.


Wulan segera mengambil hp nya dan mengetik sesuatu di sana lalu menunjukkan pada wanita tersebut yang menunggu nya.


"Apa Nyonya mengenal gadis ini?" tanya Wulan dengan bahasa inggris yang sangat fasih dan untung nya wanita itu pun bisa berbahasa inggris.


Wanita itu meraih hp dari genggaman Wulan, lalu memperhatikan dengan seksama gambar yang ada di sana.


Cukup lama dan barulah ia menyadari sesuatu. "Ah, gadis ini..." gumam nya


"Ya, apa Anda mengenali nya?" tanya Wulan lagi mulai bersemangat.


"Kamu siapa nya?" tanya balik wanita paruh baya itu menatap Wulan seksama.


"Ah, saya temannya dari Indonesia.." jawab Wulan tanpa ragu membuat wanita itu mengangguk percaya.


"Dulu gadis ini sering berkunjung ke sini, namun sejak kecelakaan beberapa tahun yang lalu dia sudah tak pernah lagi datang kemari." jawab wanita itu, wajah nya terlihat sedih dan seperti kehilangan.

__ADS_1


"Apa dia baik baik saja?" tanya Wulan mulai merasa cemas.


"Entahlah, karena setelah ia di rawat beberapa bulan di rumah sakit dan sama sekali tak ada perubahan keluarga dari pihak Ayah nya membawa gadis itu pergi dan sekarang entah bagaimana keadaan nya." jawab nya semakin sedih.


"Apa Nyonya dekat dengan nya?" tanya Wulan lagi masih ingin mencari informasi


"Ya, tentu saja karena kami sering bertemu, dia gadis yang baik." jawab nya lagi.


"Gadis ini selalu datang kemari saat hari libur dan selalu membawakan makanan serta pakaian untuk anak anak juga lansia yang ada di sini, dia sangat baik juga lembut." lanjut nya penuh semangat saat menceritakan tentang Kalisa.


"Kami sangat sedih dan merasa kehilangan saat melihat kondisi nya beberapa tahun yang lalu, dan kabarnya memang semua media memberikan kabar jika gadis itu telah meninggal.." lanjut nya lagi, tak terasa air mata nya jatuh mengingat Kalisa juga kebaikan gadis malang itu.


Wulan yang tak tega pun memberikan semangat nya lewat usapan lembut di punggung wanita paruh baya itu. "Saya akan menemukan nya.." ucap Wulan


"Bisakah Nyonya memeritahu saya di mana rumah Mamah nya?" tanya Wulan lagi


"Kalo tidak salah, dia tinggal di sebelah barat perumahan mewah Kenedrik..." jawab wanita itu dengan sedikit berfikir karena sudah cukup lama.


"Baiklah, terimakasih atas informasi nya Nyonya saya pasti akan segera menemukan mereka." ujar Wulan tersenyum hangat.


"Ya, dan tolong sampaikan pada nya jika kami sangat merindukan dia..." wanita itu menggenggam tangan Wulan dan menatap nya sendu juga penuh harap.


Wulan mengangguk dan masih tersenyum hangat "Ya, akan saya sampaikan. kalau begitu saya permisi..." ucap Wulan dan segera berlalu dari sana menuju hotel.


"Akhirnya, satu petunjuk...." gumam Wulan saat ia telah sampai tepat di depan hotel yang ia sewa.


"Guyss,, bangun gue punya berita baik.." teriak Wulan membangunkan kedua sahabat nya yang terlelap.


"Ughhh, Lan berisik tahu ah..." rengek Fatimah yang hanya menggerakan tubuh nya sedikit dengan mata terpejam.


"Ishhh, bangun dulu gue punya kabar juga petunjuk soal Kak Kalisa..." ucap Wulan menggoyang goyangkan tubuh kedua sahabat nya yang pada akhirnya terpaksa bangun dengan mata yang sesekali terpejam.


Wulan meraih laptop Fatimah di atas meja di samping tempat tidur dan mulai menghidupkan nya lalu mengetik sesuatu di sana. Tak berapa lama, muncullah sebuah gambar rumah mewah juga tulisan tulisan di sana.


Wulan mulai membaca dengan seksama, dan terkejut kembali karena tahu jika pemiliknya telah lama pindah dan akan menjual rumah tersebut, sayang nya sampai saat ini belum ada yang membeli.


"Kita kesana aja besok Lan!" saran Kana, Wulan juga Fatimah menoleh ke arah Kana dan mengangguk bersamaan.


"Ok, kita punya banyak pekerjaan besok, jadi sebaiknya sekarang iatirahat..." sahut Fatimah kembali rebahan dan tertidur begitu cepat.


Wulan dan Kana geleng geleng melihat tingkahnya, namun mereka pun melakukan hal yang sama dan tidur dengan nyenyak malam itu.


Lanjut....


Makasih....

__ADS_1


😊🙏🙏


__ADS_2