
Kana lebih dulu tiba di kampus, ia segera menemui kedua sahabat nya juga Habibi yang selalu berada di sisi Wulan. Semua teman kampus sudah tahu jika Wulan dan Habibi baru bertunangan.
"Yang baru tunangan, bahagia nya...." ledek Kana saat melihat Wulan dan Habibi yang selalu menempel satu sama lain dan sebenarnya ia sengaja melakukan itu setelah melihat Farry yang juga baru saja tiba
Baik Wulan maupun Habibi hanya tersenyum dan saling pandang, kedua nya selalu bergandengan tangan
"Yah, mau gimana lagi Na, kan loe juga tahu kalo gue sama Bibi secinta itu..." jawab Wulan.
"Ya ya ya ya, bucin..." sahut Fatimah dengan cemilan di tangan nya dan menyuapi Kana yang duduk di samping nya.
Mereka berempat tertawa renyah dengan Wulan juga Habibi yang tak pernah berpisah selalu bergandengan tangan.
Tak jauh dari sana, Farry mengepalkan kedua tangan nya dengan wajah memerah menatap ke arah Wulan dan Habibi.
"Akan aku pastikan kebahagiaan ini hanya sebentar, jadi kalian nikmati saja..." gumam Farry pelan hingga tak ada yang mendengar menurutnya
Namun, ternyata seorang gadis cantik mendengar ucapan Farry dan tersenyum tipis, ia segera mendekat ke arah Farry.
"Gue Safira, gue akan bantu loe buat pisahin mereka..." ucap Safira mengulurkan tangan nya pada Farry yang diam menatap ke arah nya
"Gak butuh.." jawab Farry hendak pergi
Safira tersenyum melihat sikap Farry pada nya. "Gue tahu loe suka sama Wulan, dan gue bakalan bantu loe karena gue juga suka sama Habibi dan kita bisa bekerja sama untuk hancurin hubungan mereka. Gimana!" ucap Safira tak menyerah
Farry terdiam sesaat memikirkan perkataan Safira barusan, ia pun berbalik dan kembali menatap gadis di hadapan nya kemudian mengulurkan tangan nya pertanda jika ia setuju untuk bekerja sama.
"Ok..." ujar Farry dan Safira menyambut tangan pria di hadapan nya dengan senang.
Kedua nya sama sama menatap ke arah di mana Wulan dan Habibi berada, mereka sama sama menunjukkan wajah tak suka akan kebahagiaan kedua sejoli yang sedang bucin.
'Tunggu pembalasan gue Lan, gue pasti bisa ngerebut Habibo dari loe..' batin Safira menggebu gebu
'Aku akan mendapatkan Wulan, segera..' batin Farry kedua nya sama sama tersenyum licik.
Farry dan Safira saling memandang kemudian berpisah di sana karena Farry yang akan menjadi senior karena ia dua tingkat di atas Safira juga kawan kawan.
Kana dan Fatimah melihat ke arah Safira juga Farry dan mereka tahu jika kedua orang itu pasti sedang merencanakan sesuatu, tak sengaja mereka saling pandang dan mengangguk kecil sebagai kode.
"Lan, Bi kita duluan ya!" ucap Kana segera berdiri dan di ikuti Fatimah.
"Bareng aja.." jawab Wulan menatap kedua sahabat nya yang sudah berdiri dan hendak pergi
"Gak, nanti ganggu kalian berdua..." sahut Fatimah dengan tawa renyah nya sambil menarik tangan Kana dan menjauh dari sana
"Mereka kenapa sih! aneh banget deh!" ucap Wulan merasa aneh dengan sikap kedua sahabat nya
"Gak ada yang aneh sayang, mereka cuma mengerti kalo kita butuh berdua.." jawab Habibi sedikit menggoda, namun Wulan sama sekali tak merasa malu dan malah memukul lengan tunangan nya.
"Gak jelas..." tutur Wulan, Habibi memanyunkan bibir nya sedang Wulan tersenyum puas...
__ADS_1
Di kantin, Kana dan Fatimah saling menatap sudah hampir lima menit mereka di sana dan belum ada pembicaraan di antara mereka.
"Ok, gue duluan yang ngomong..." ucap Kana dan Fatimah mengangguk setuju
"Kita sama sama tahu kalo Safirah suka sama Habibi dan gue yakin dia pasti bakalan ngelakuin apa aja buat dapetin Habibi.." ujar Kana sambil berfikir.
"Umm, dan gue juga punya firasat gak baik sama cowok ganteng yang bareng cewek ulet itu..." sahut Fatimah, kali ini Kana mengangguk setuju
"Dan sayang nya dugaan loe bener Fat, karena cowok itu Kakak gue dan dia juga suka sama Wulan.." ucap Kana lemah dengan wajah tertunduk
"Apa!" pekik Fatimah dengan mata melebar menatap tak percaya pada ucapan Kana barusan.
Seluruh orang yang ada di sana menoleh ke arah nya dengan tatapan aneh dan Fatimah yang menyadari itu segera meminta maaf dan kembali menatap sahabat nya meminta penjelasan.
"Gue tahu loe pasti kaget, dan karena itu gue gak akan biarin siapapun buat merusak hubungan Wulan dan Habibi tapi gue tentu butuh bantuan loe Fat.." ujar Kana lbali menatap Fatimah serius
"Ok, tapi gue butuh penjelasan dulu dari loe.." jawqb Fatimah dan Kana mengangguk setuju.
Kana menceritakan segala nya pada Fatimah, tentang keluarga nya juga Farry. Kana berkata jujur agar Fatimah bisa. membantu diri nya untuk menggagalkan rencana Kakaknya untuk merebut Wulan dari Habibi dan tentu saja akan menyakiti pemuda itu.
"Jadi loe dan Habibi!" Fatimah begitu terkejut akan cerita Kana, ia sangat tak menyangka dan menduga.
"Hah, gue bahkan lebih gak nyangka dari loe Fat, tapi ini lah kenyataan nya.." ucap Kana
"Sorry, gue gak tahu tentang ini dan gue pasti akan bantuin loe karena Wulan juga sahabat gue.." Fatimah meraih tangan Kana dan menggenggam nya erat seolah memberikan semangat baru pada sahabat nya itu
Kana tersenyum menatap Fatimah yang juga tersenyum ke arah nya. "Thank's, mulai hari ini kita akan berjuang buat menjaga Wulan dan Habibi.." ucap Kana kembali bersemangat dan menjadi Kana yang kuat.
Kedua sahabat itu pun segera kembali ke dalam kelas karena jam pertama akan di mulai, tentu saja mereka tak akan meninggalkan pelajaran penting hanya karena masalah ini bukan kecuali jika itu sangat mendesak.
"Kalian berdua dari mana aja! perasaan tadi pergi duluan?" tanya Wulan heran
"Kantin, gue tadi tiba tiba laper jadi ngajak Kana ke kantin dulu deh.." jawab Fatimah santai dan duduk di sebelah Wulan sedangkan Kana duduk di depan mereka
"Makan mulu sih loe, perasaan tadi dah makan deh!" ujar Wulan semakin merasa heran dengan Fatimah yang selalu saja makan
"Eheh, nama nya juga laper Lan.." lanjut Fatimah cengengesan. Wulan memutar bola mata nya malas dan Kana hanya tersenyum tenang.
Tak lama, dosen pun masuk dan memulai pelajaran hingga beberapa jam dan sudah dua mata pelajaran yang mereka ikuti, jam istirahat pun tiba.
"Kantin?" ajak Wulan pada kedua sahabat nya
"Let's goooooo..." jawab Kana juga Fatimah bersamaan
Habibi medekati ketiga nya dan langsung menggenggam tangan Wulan di depan Kana dan Fatimah.
"Bisa gak jangan di depan kita kalo mau mesra mesraan!" tutur Kana menatap ke arah Habibi yang malah tersenyum mengejek
"Dasar loe ya, ketahuan sama Kak Arka baru tahu rasa loe nanti.." lanjut Kana jengkel melihat wajah Habibi yang malah semakin tersenyum lebar.
__ADS_1
Baru juga di sebut, Arka benar benar datang dan mendekati mereka berempat, sontak saja Wulan dan Habibi segeta saling melepas genggaman tangan mereka. Kana juga Fatimah tersenyum senang melihat wajah panik Habibi.
"Pulang nanti bareng Kakak aja.." ucap Arka menatap Wulan dan Habibi bergantian
"Ya.." jawab Wulan dan Arka mengangguk lalu keluar dari sana kembali menuju ke arah teman teman nya lagi.
"Bi, gak mau bareng?" tanya Arka kembali menoleh ke arah Habibi yang hanya diam saja.
"Eh, iya ayok..." akhir nya Habibi dengan terpaksa harus berpisah dengan Wulan dan ikut Arka
Fatimah dan Kana tertawa paus melihat Habibi.
"Kalian ya..." Wulan pun ikut tertawa, akhir nya mereka ke kantin bertiga karena Habibi yang harus bersama dengan Arka.
"Lan..." panggil Kana
"Umm.." jawab Wulan namun tetap fokus pada makanan nya yang hampir habis
"Gue harap. loe berhati hati sama Safira..." ucap Kana menatap serius ke arah Wulan, dan Fatimah pun melakukan hal yang sama.
Wulan menghentikan gerakan tangan nya yang hendak memakan bakso terakhirnya, ia menatap Kana juga Fatimah bergantian.
"Kenapa?" tanya Wulan mencoba mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh kedua sahabat nya
"Gue sama Fatimah ngerasa kalo Safira bakal ngelakuin hal buruk yang akan ngerusak hubungan loe sama Habibi.." jawab Kana hati hati takut jika Wulan akan terkejut. Namun, dugaan nya salah, Wulan justru tersenyum sambil terus menatap bergantian kedua sahabat nya
"Gue tahu.." jawab Wulan, sontak membuat Kana dan Fatimah melotot tak percaya
"Maksud loe!" sahut Fatimah
"Gue tahu kalo Safira suka sama Bibi, dan gue juga tahu kalo dia pasti gak akan tinggal diam akan kebahagiaan gue.." lanjut Wulan santai dan melanjutkan memkan bakso terakhir nya dengan tenang
Kana dan Fatimah saling pandang, kemudian kembali menatap Wulan tak percaya.
"Jadi, selama ini loe udah tahu Lan?" tanya Kana masih dengan wajah terkejut nya
"Yalah, loe lupa gue ini siapa!" jawab Wulan dengan senyum miring nya
"Astga, gue sampe lupa...." ucap Kana menepuk jidat nya begitupun Fatimah. Wulan tersenyum melihat kedua sahabat nya yang mungkin lupa akan diri nya dulu karena sedikit perubahan dalam diri nya setelah sakit.
"Gue masih sama, dan gue tentu aja gak akan biarin siapapun merusak kebahagiaan gue sama Habibi kalian tentu tahu itu kan!" ujar Wulan menyandarkan punggung nya ke sandaran kursi kantin.
Kana dan Fatimah ikut tersenyum mendengar ucapan Wulan dan mengetahui jika sahabat mereka itu masih lah sama.
"Tentu, kita tahu..." jawab Kana dan Fatimah bersamaan. Mereka bertiga saling pandang dan tersenyum.
'Syukurlah, Wulan menyadari segala nya..' batin Kana lega
Lanjut lagi...
__ADS_1
Makasih orang baik...
😊🙏🙏