Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Pementasan Berujung Menaruh Hati


__ADS_3

Satu tahun sudah, Syakira dan Arka tinggal dan hidup bahagia di jakarta. Bertemu dengan keluarga yang tak pernah mereka duga sebelumnya.


"Bunda buruan entar telat.." ucap Arka yang terus memanggil Bundanya dari balik pintu kamar sang Bunda yang belum ada tanda-tanda akan keluar.


"Bunda, gak usah dandan lama-lama, gak dandan juga udah cantik kok." panggil Arka lagi sedikit kesal, pasalnya Syakira sudah satu jam belum juga keluar.


"Iya-iya, sabar Nak nih udah selesai kok." jawab Syakira sambil membuka pintu kamarnya. Arka tercengang melihat penampilan sang Bunda yang terlihat berbeda.


"Kenapa? jelek ya! ganti aja lagi ya.." ucap Syakira hendak kembali ke dalam kamar. Arka segera menarik tangan Bundanya dan menggelengkan Kepala lalu tersenyum.


"Bunda cantik banget, kalo kayak gini temen Arka ngiranya Bunda Kakaknya Arka bukannya Bunda." ujarnya jujur masih memandang sang Bunda


"Hahaha,, kamu ini bisa aja Nak. Ya sudah kita berangkat keburu siang." ucap Syakira setelah tertawa atas perkataan anaknya.


"Hmmm." jawab Arka tersenyum menggandeng tangan Syakira keluar. Maira dan Regar sudah menunggu mereka di dalam mobil.


"Wah, wah Sya kamu mau ke sekolah nya Arka apa kondangan cantik amat? " tutur Maira memandang Syakira yang tampil beda. Syakira hanya tersenyum malu. Merekapun berangkat menuju sekolah Arka yang hari ini sedang di adakan pentas seni.


Saat tiba, sekolah sudah terlihat ramai karena kedatangan para orang tua dari siswa.


"Arka..." panggil seseorang dari arah belakang. Arka segera menoleh dan tersebyum setelah melihat orang yang memanggilnya adalah Habibi


"Baru nyampe juga ya?" tanya Habibi setelah berjalan berdamlingan dengan Arka.


"Ya." jawab Arka masih berjalan di belakang Syakira juga Maira, sedangkan Regar tak bisa ikut karena ada hati yang harus ia perjuangkan saat ini.


"Mamah kamu gak ikut?" tanya Arka saat melihat Habibi yang sendirian. Mendengar pertanyaan Arka, Habibi terdiam ia juga menghentikan langkahnya hingga tertinggal beberapa langkah dari Arka.


"Bi..." panggil Arka, namun tak ada jawaban dari yang di panggil sehingga ia menoleh ke arah sampingnya dan ternyata tak ada siapapun di sana. Arka menoleh ke arah belakang dan terlihat Habibi yang sedang termenung.


"Kenapa?" tanya Arka berdiri di tempatnya sambil menengok ke arah Habibi yang menunduk.


"Mamah kamu gak bisa hadir?" tanya nya lagi sambil berjalan mendekati Habibi yang masih termenung sambil mengangguk.


"Tenang, kan ada Bunda." tiba-tiba Syakira mendekati ke dua anak remaja yang saling pandang kemudian melihat ke arahnya yang sudah tersenyum lembut.


"Habibi sama Arka, biatmr Bunda yang mewakili." ucap Syakira lagi memegang pundak Habibi yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Ya, tentu.." tutur Arka juga memegang pundak sahabatnya yang terlihat sedih.


"Kan ada tante Mai juga di sini!" ucap Maira yang ikut nimbrung di antara mereka dengan senyuman termanisnya.


"Terima kasih." ucap Habibi tulus, tak menyangka akan mendapat kasih sayang yang besar dari keluarga sahabatnya Arka.


"Kita masuk, nanti keburu penuh lagi." ajak Maira menunjuk ruangan yang sudah ramai. Mereka segera menuju ke tempat di adakannya acara, dan kebetulan Arka juga Habibi menjadi pemainnya jadi mereka langsung menuju tmruang ganti.

__ADS_1


"Kalian lama banget sampenya." ujar seorang wanita, ternyata dia adalah Kalisa.


"Sorry.." jawab Arka segera mengambil bajunya dan berganti di ruangan yang sudah di siapkan.


"Lo cantik banget pake baju itu.:" ujar Habibi menatap Kalisa yang sudah memakai gaunnya untuk pentas nanti namun wajahnya masih polos karena belum di make up.


" Ah, dari dulu kali gue mah cantik." jawab Kalisa sambil mengibaskan rambutnya berjalan ke arah samping Habibi.


"Udah sono ganti baju..." lanjut Kalisa, Habibi segera menuju ruangan ganti menyusul Arka setelah mengambil pakaiannya.


"Wah, lo ganteng banget Ka, sumpah..." ucap Habibi setelah melihat sahabatnya yang terlihat semakin tampan. Arka hanya tersenyum.


"Anak-anak, segera bersiap karena pentasnya akan segera di mulai.." ucap guru kesenian yang juga menjadi panitia di acara mereka.


"Ya bu..." jawab semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


Semua acara berjalan sesuai dengan rencana, hingga tiba di mana Arka dan Kalisa saling adu akting berpasangan.


"Pangeran..." panggil Kalisa saat memulai aktingnya.


"Putri, ada apa?" Tanya Arka menyambut Kalisa.


"Aku.." ucapan Kalisa terhenti saat ia melihat seseorang yang mencurigakan mendekat ke arah Arka kemudian hendak menusuknya dengan pisau yang di genggam oleh tangannya.


"Putri Ambar! apa yang kau..." ucap Arka menangkap Kalisa yang sebagai putri Ambar.


"Pa..ngeran, aku men...cin..taimu.." ucap Kalisa terbata-bata.


"Putri, maafkan aku..." ucap Arka meneteskan air matanya.


"Pang..eran..." ucap Kalisa merasa sakit di bagian perut


"Putri, kau mengeluarkan banyak darah. Aku akan membawa Putri ke tabibi" ucap Arka hendak mengangkat Kalisa, namun segera di tahan oleh Kalisa.


"Pa..ngeran, a..ku men..cintaimu, a..ku men..cin..taimu..." ucap Kalisa menahan nafasnya.


"Aku...Aku juga mencintaimu Putri ku mohon bertahanlah.." ucap Arka semakin menangis memeluk Kalisa, mendengar pernyataan cinta sang Pangeran membuat Kalisa terharu dan tersenyum bahagia hingga nafas terakhir.


"Pa...nge...rann...." ucapan terakhir Kalisa, iapun meninggal dalam pelukan Arka sang Pangeran yang ia cintai hingga menutup mata.


"Tidak, Putri Ambaaarrrrr... jangan tinggalkan aku, ku mohon.." teriak Arka memeluk kekasihnya kini yang sudh tak bernyawa.


Beberapa menit kemudian adegan di akhiri dengan tepukan tangan para penonton. Syakira dan para undangan yang menyaksikan adegan barusan ikut merasakan kesedihan sang Pangeran dan ikut menangis, pertanda jika penampilan mereka semua berhasil. Para pemain lainpun keluar menuju panggung dari dalam ruangan, kemudian memberikan penghormatan dan terima kasih atas partisipasi para penonton.


"Terima kasih..." ucap mereka serempak sambil menunduk. Para penonton kembali bertepuk tangan.

__ADS_1


Arka, Kalisa dan para pemain kembali ke dlam ruangan untuk berganti pakaian.


"Selamat..." ucap Kalisa mengulurkan tangannya ke arah Arka. Arka tersenyum kemudian menyambut uluran tangan Kalisa yang juga tersenyum. Beberapa detik mereka saling pandang dan tersenyum, hingga si pengganggu datang dan menghancurkan keromantisan mereka berdua.


"Ciee...." ujar Habibi menyenggol lengan Arka yang langsung tersadar kemudian melepaskan tangannya dari Kalisa yang juga segera menarik tangannya.


"Sorry-sorry, gue ganggu ya.." ucap Habibi berjalan mundur menghindari Arka dan Kalisa yang merasa malu karena ulahnya.


"Maaf." ucap Arka


" Untuk apa?" tanya Kalisa bingung.


"Yang tadi..." jawab Arka melirik ke arah Habibi yang sudah berbaur dengan teman yang lain. Kalisa hanya tersenyum kemudian mengangguk.


"Gue ganti baju dulu." ucap Kalisa


" Hmm..." jawab jawab Arka yang sudah lebih dulu berganti pakaian. Setelah kepergian Kalisa Arka terus tersenyum, entahlah hanya saja ia terus merasa bahagia apa lagi saat mengingat wajah cantik Kalisa.


"Arka, keren..." ucap Maira menunjukkan kedua jempol nya ke arah depan saat melihat Arka yang sedang berjalan ke arah mereka. Syakira tersenyum kemudian memeluk anaknya saat Arka sudah di hadapannya.


"Bunda bangga banget Nak.." ucap Syakira menatap anknya yang tersenyum.


"Makasi Bunda, tante Mai.." jawab Arka


"Arka..." panggil Habibi yang berlari ke arahnya.


"Tega amat ninggalin gue.." lanjutnya sambil mengatur nafas.


"Eh, maaf. aku fikir dah balik duluan." jawab Arka


"Kan gue mau numpang balik sama elo, lupa ya!" ucap Habibi.


"Ah, lupa maaf." jawab Arka memukul jidatnya pelan, kemudian merangkul Habibi menuju ke mobil.


"Tante Bibi numpang ya! sekalian mau main tempat Arka." ucap Habibi saat sudah masuk ke dalam mobil bersama Arka. Syakira yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil dan duduk di sebalh Regar yang sudah tiba beberapa menit yang lalu.


Merekapun pulang dengan hati bahagia....


Lanjut up say...


makasih yang udah mampir baca, jangan lupa like dan komen yang mendukung ya...


Makasih orang baik....


🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2