Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Tokoh Mainan


__ADS_3

Seperti dengan perjanjian antara anak dan Bunda, Arka di antar sekolah oleh Syakira, walaupun wajahnya terlihat tak terima namun demi sang Adik ia rela.


"Assalamualaikum Bun.." salam Arka setelah ia mencium tangan Bundanya dan turun dari mobil Syakira.


"Waalaikumsalam..." jawab Syakira tersenyum meliht wajah anaknya yang di tekuk.


Arka segera masuk ke dalam gedung sekolah, ia bertemu dengan Habibi yang juga baru sampai dan memarkirkan mobilnya di temoat parkir mobil.


"Tumben loe di anter Ka? motor loe rusak?" tanya Habibi, ia menautkan kedua alisnya menatap Arka yang semakin dingin dan hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Ah terus!" Habibi yang memang tak mengerti dengan situasinya terus bertanya, membuat Arka kesal dan menghentikan langkahnya lalu menatap tajam sahabat keponya ini.


"Ok, gue diem!" ujar Habibi setelah mendapatkan tatapan mematikan dari Arka. Mereka berdua kembali berjalan berdampingan menuju kelas.


Sepanjang jalan menuju kelas Arka dan Habibi selalu menjadi pusat perhatian bagi kaum hawa, karena ketampanan keduanya yang terlampau melewati batas. Hanya tak ada satupun yang berani mendekati keduanya karena sikap dingin dan cuek dati Arka ataupun Habibi pada siswi siswi yang hendak menarik perhatian keduanya. Jadilah mereka hanya bisa memandang tanpa mampu menyentuh.


Syakira sendiri sudah melajukan mobilnya, ia tidak langsung ke kantor melainkan ke suatu tempat untuk mencari kado istimewa untuk Wulan sesuai dengan permintaan anaknya Arka.


Syakira berhenti di tokoh mainan kecil di pinggir jalan, walau kecil tapi tokoh mainan itu cukup ramai pengenjung.


"Mau cari apa Kak?" tanya Wanita muda menghampiri Syakira dan tersenyum ramah.


"Ah!" Syakira sedikit kaget karena tiba tiba gadis yang lebih muda darinya sudah berdiri di belakangnya.


"Mau cari hadiah Mbak!" jawab Syakira tersenyum hangat.


"Oh! buat pacarnya atau suaminya Kak?" tanya wanita muda itu lagi dengan senyum ramah yang tetap terpaut di wajah cantiknya. Syakira tersenyum mendengar perkataan wanita muda di hadapannya kini.


"Bukan, ini buat gadis remja yang ulang tahun." jawab Syakira.


"Ah! begitu ya!" ujar wanita muda itu.


"Kalo buat anak remaja di sebelah sini lebih bagus Kak! mari!" ucap wanita muda itu dan mengarahkan Syakira di tempat yang ingin ia tuju. Syakira hanya diam dan mengikuti wanita muda yang brjalan di depannya, namun matanya melirik dan melihat lihat setiap mainan yang lucu dqn menggemaskan yang di pajang di tokoh kecil ini.


"Hmm, bagus bagus ya Mbak!" ujar Syakira, ia memuji setiap maianan yang lucu dan menggemaskan yang ada di sana.


"Makasih Kak, ini semua hasil buatan sendiri loh!" ucap wanita muda yang terus melayani Syakira.


"Oh ya!" Syakira menoleh pada wanita muda yang berdiri tak jauh darinya.


"Iya, bahkan kalo Kakaknya mau buat sendiri juga bisa di sini! Kakak cukup bayar bahan bahannya saja dan akan kami ajari sampai bisa dan juga bisa di bawak pulang hasil karya yang Kakak buat." jelas wanita muda itu dengan senyum yang kian mengembang.


"Wah, keren juga ya! kapan kapan saya akan ke sini lagi deh sama suami dan anak saya." ucap Syakira yang nampaknya tertarik setelah mendengar penjelasan dari wanita muda di dekatnya.


"Iya Kak, di tunggu ya!" ujar wanita muda itu semakin tersenyum ramah hingga terlihat lesung pipi di kedua pipinya yang chaby.


"Kamu cantik sekali! siaoa nama kamu?" tanya Syakira, ia sudah sejak tadi ingin bertanya namun masih merasa agak sungkan.


"Ah! terima kasih Kak. Nama saya Naila.." jawab wanita muda itu yang bernama Naila.


"Naila! nama yang cantik sama kayak orangnya!" ujar Syakira jujur, ia sangat gemas pada Naila karena pipi chaby juga lesung pipi di kedua pipinya.

__ADS_1


"Makasih Kak.." jawab Naila malu.


"Hmm, Kakak pilih yang ini aja deh!" ucap Syakira setelah ia melihat lihat semua mainan yang ada di sana, dan pilihannya jatuh pada boneka tanah liat yang lucu dan menggemaskan di matanya.


"Wah! pilihan Kakak sangat bagus dan tepat, saya yakin gadis itu pasti akan sangat suka." ucapnya setelah melihat pilihan Syakira.


"Ah! benarkah?" tanya Syakira dan kembali menatap boneka tanah liat di tangannya.


"Umm.." jawab Naila meyakinkan Syakira yang tentu saja percaya.


"Kalo gitu bisa sekalian di bungkus dengan indah gak?" tanya Syakira


"Bisa Kak, mari sebelah sini biar saya yang bungkuskan." ajak Naila, ia kembali menuntun Syakira dan hany mengikutinya di belakang.


Naila segera membungkus Boneka Syakira dengan indah, kemudian ia berika pada Syakira yang tersenyum puas atas hasil dari Naila.


"Bagus, makasih ya!" ucap Syakira tulus, dan Naila hanya mengangguk juga tersenyum ramah.


"Jadi berapa?" tanya Syakira.


"Jadi semuanya! 280 rb aja Kak." jawab Naila. Syakira segera mengeluarkan yiga lembar uang ratusan dan di berikan pada Naila.


"Ini, sisanya buat kamu yang udah menghias kado Kakak dengan sangat cantik." ucap Syakira tersenyum lembut, dan Naila yang terlihat sangat bahagia.


"Ah! sudah jadi tugas saya itu Kak. Tapi terima kasih Kak.." ucap Naila sopan dan sedikit menundukan kepalanya untuk menunjukkan ketulusan hati.


"Sama-sama." jawab Syakira. Mereka berduapun terpisah di sana karena Syakira yang harus kembali ke Cafe dan Naila yang juga harus kembali bekerja.


"Wulan pasti suka!" pikir Syakira, ia tersenyum puas dengan pilihannya sendiri.


"Nak, kamu gak papa?" tanya Syakira saat ia sudah turun dan menghampiri gadis kecil di hadapannya yang masih terduduk di aspal karena terkejut.


"Kamu gak papa?" tanya Syakira lagi, ia juga membantu anak itu untuk bergeser dan duduk di pinggir aspal. Gadis kecil itu hanya menggeleng meski wajahnya masih terlihat syok dan takut.


"Ah! shukurlah.." ucap Syakira lega.


"Kamu sama siapa di sini Nak?" tanya Syakira, ia melihat ke segala arah dan mencari seseorang yang mungkin saja kenal dengan gadis kecil itu.


"Sama Tante!" jawab Gadis itu setelah merasa lebih baik dan terus mendapat pertanyaan dari Syakira.


"Terus Tantenya di mana?" Syakira kembali mengedarkan pandangannya ke segala arah, namun tak menemukan siapalun di sana.


Gadis kecil itu hanya menggeleng tak tahu dengan wajah sedih, dan Syakira bisa mengambil kesimpulan jika gadis itu sedang tersesat dan terpisah dari sang Tante yang pasti sedang khawatir mencarinya.


"Ya amoun, jangan jangan kamu kepisah lagi sama Tante kamh Nak!" pikir Syakira, ia akan membantu anak itu untuk bertemu dengan Tantenya.


"Ayok, biar Tante bantu kamu cari Tante kamu sayang!" ajak Syakira, dan anak itu langsung mengangguk setuju.


Syakira mulai melewati beberapa pedagang yang berjualan di sana, ia juga menanyakan mereka apa melihat keluarga gadis kecil yang selalu ia gandeng, namun para pedagang itu tak ada satu pun yang melihat ataupun kenal.


"Duh, kasihannya anak ini!" pikir Syakira, ia melihat gadis kecil yang wajahnya sangat cantik dan ssperti mirip seseorang yang ia kenal, namun ia sendiri lupa dan tak tahu siapa.

__ADS_1


"Nia..." teriak seorang wanita yang tak juh dari Syakira memanggil nama Nia.


"Nia..." teriaknya lagi wajah panik jelas terlihat di wajah wanita yang usianya mungkin sama dengan Maira.


Syakira yang mendengar utupun menoleh dan melihat wanita yabg terus berteriak memanggil nama Nia. Ia kemudian menoleh pada gadis kecil yang sedang minum setelah ia belikan air mineral dan membukakan untuk gadis itu.


"Nama kamu siapa?" tanya Syakira, ia hanya ingin memastikan apa mungkin nama gadis itu sama dengan yang di oanggil wanita di sana.


"Nia Tante.." jawab gadis kecil itu dengan wajah sedih karena belum bertemu dengan Tantenya.


Syakira terkejut dn membuka matanya lebar, namun dengan cepat ia sadar kemudian berlari ke arah wanita yang sejak tadi berteriak memanggil nama Nia.


"Mbak.." panggil Syakira, wanita yang sejak tadi teriak teriak memanggil Niapun menoleh.


"Ya Mbak!" jawabnya, wajah khawatir masih terlihat di mata Syakira bahkan terlihat jelas semakin khawatir dan panik.


"Mbak cari anak kecil perempuan, namanya Nia ya?" tanya Syakira, wanita itu terkejut dan segera mengangguk juga mendekati Syakira dengan sangat antusias berharap jika wanita di hadapannya sudah menemukan keponakannya.


"Itu mbak, dia di sana!" ujar Syakira menunjuk ke arah gadis kecil yang sedang duduk dan makan roti pemberian Syakira.


"Oh, Tuan. Nia..." lirihnya, ia segera berlari menghampiri Nia dan memeluknya erat, Nia yang sempat terkejutpun menangis setelah ia tahu jika yang memeluknya adalah sang Tante.


"Tante... Hiks hiks.. Nia takut.." tangis bocah itu tumpah di elukan sang Tante yang juga menagis lega karena bisa menemukan keponakannya.


"Tante di sini sayang, sudah jangan nagis ya.." ucap Tante Nia mengelus punggung kepinakannya dengan sayang dan memindahkan Nia duduk di pangkuannya.


"Syukurlah.." ujar Syakira karena berhasul mempertemukan gadis kecil yang ia toling dengan Tantenya.


"Mbak makasih ya!" ujar Tante Nia pada Syakura saat mereka hendak pergi.


"Sama sama Mbak!" jawab Syakira tersenyum ramah.


"Tante!" Panggil Nia pada Syakira, ia juga memegang tangan Syakira yang langsung berjongkok agar sejahar dengan tubuh gadis kecil itu.


"Hmm, kenapa sayang?" tabya Syakira ia mengusap usap pipi Nia dengan sayang, bahkan gadis kecil itu sangat menyukainya.


"Makasih, udah nolongin Nia." ucap Nia tulus dengan wajah polos serta menggemaskan.


"Sama sama anak cantik, lain kali jangan harus bilang sama Tantenya ya kalo mau pergi!" ucap Syakira memberikan nasihat kecil pada Nia yang segera mengangguk dan tersenyum.


"Anak pinter.." ucap Syakira tersenyum puas dan kembali mengelus pipi Nia yang namoaknya sangat suka di perlakukan seerti itu oleh Syakira.


"Kalo gitu kami duluan ya Mbak, sekali lagi terima kasih.." ujar Tabte Nia pamit.


"Ya Mbak, sama sama.." jawab Syakira tersenyum.


Nia dan Tantenyapun sudah berjalan menjauh dari Syakira, ia juga segera kembali ke. mobilnya untuk menuju ke Cafe. Karena hal itu, Syakira sedikit terlambat sampai di Cafe, namun ia juga merasa senang dan bahagia karena bertemu dengan Nia yang menggemaskan.


Lanjut lagi...


Makasih yang masih setia atau yang batu mampir, jangan lupa buat kasih dukungan kalian ya, dengan vote dan like..

__ADS_1


Makasih orang baik..


😊🙏🙏


__ADS_2