Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Kana


__ADS_3

Selama satu minggu Wulan dan Habibi benar benar dalam masa masa bahagia, kedua nya terlihat semakin lengket saja apa lagi kelas mereka sama karena Habibi dam Wulan sama sama anak seni jadi wajar jika kedua nya selalu bisa bertemu di mana pun.


"Ka, gue boleh ya anter Wulan balik? kan loe juga bakal ada kelas lagi habis ini!" ucap Habibi yang sedang merayu Arka agar diri nya di perbolehkan mengantar calon tunangannya.


Arka menggeleng dengan tatapan tanpa keraguan. "Gak bisa, aku yang akan antar Wulan." jawab Arka menarik tangan Wulan agar gadis itu naik ke atas motor nya. Wulan yang sejak tadi diam dan mendengarkan kedua pria di hadapannya hanya mengikuti perintah Kakak nya karena ia tahu bagaimana posesifnya Arka pada diri nya.


"Ka, plies lah gue aja napa sih yang anter Wulan lagian gue kan bukan orang lain juga..." ujar Habibi masih berusaha, namun Arka sama sekali tak bergeming dan segera menghidupkan motor nya lalu pergi begitu saja meninggalkan Habibi yang terbengong melihat sikap Kakak dari Wulan itu dan sialnya sahabat dekat nya pula.


"Haishh, Arka ini selalu saja begitu!" gumam Habibi kesal, ia pun segera menuju ke parkiran mobil di mana mobil nya berada.


"Bi..." teriak seorang gadis yang berdiri tak jauh dri nya. Habibi menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Kenapa?" tanya Habibi cuek saat melihat siapa orang yang memanggil nya dan kini sudah berada tepat di hadapannya.


"Gue nebeng ya? soalnya mobil gue rusak tadi." ucap gadis di hadapan Habibi memelas.


Habibi diam tak langsung menjawaba. "Sorry, gue sibuk hari ini mau langsung ke kantor nyokap.." jawab Habibi menolak permintaan gadis di hadapan nga yang semakkn memasang wajah melas nya, sayang Habibi sama sekali tak merasa kasihan sebab ia tahu betul bagaimana sifat gadis itu.


"Plies lah Bi, loe gak kasihan apa sama gue!" ucap nya semakin mendekati Habibi yang tetap diam dan tenang berdiri di tempatnya.


"Bi..." tiba tiba terdengar teriakan gadis lain tepat berada di arah samping keduanya, sontak saja Habibi dan gadis yang hampir mendekati Habibi pun menoleh bersamaan.


"Kana..." gumam Habibi pelan, terdengar helaan nafas lega di bibir nya saat melihat sosok Kana sahabat Wulan.


'Sial, nih cewek selalu aja gangguin gue kalo lagi deketin Habibi!' batin gadis itu menatap tak suka pada Kana yang tersenyum sinis ke arahnya.


"Loe maj balik yak?" tanya Kana tanpa memerdulikan kehadiran gadis lain di sana. Habibi mengangguk dan ikut tersenyum tipis

__ADS_1


"Gue nebeng boleh? lagian kantor nyokap loe sama rumah Bokap gue kan searah!" ujar Kana dan Habibi tanpa fikir panjang segera mengiyakan keinginan Kana agar bisa lepas dari siluman rubah di hadapan nya saat ini.


"Loh, Bi, tadi gue mau ikut loe gak boelh tapi kok dia boleh sih?" tanya gadis itu tak senang menatap Kana penuh kekesalan sedang yang di tatap bersikap biasa dan sangat santai.


"Ruamh dia sama kantor nyokap searah, kalo loe kan gak, jadi sorry gue gak bisa anter loe mendingan loe pesen taxi online aja..." jawab Habibi dan segeta masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Kana namun sebelum gadis itu masuk, Kana berhenti teoat di hadapan gadis yang sejak tadi mengganggu Habibi.


"Gue tahu apa rencana loe, dan gue gak bakalan biarin rencana loe berhasil.." bisik Kana menatap tajam pada gadis yang kini terkejut bukan main akan ucapan Kana, ia pun menatap tajam dan tak suka pada Kana yang kini sudah melewatinya dan masuk k e dalam mobil bersebelagan dengan Habibi.


Mobil Habibi pun melaju keluar dari parkiran kampus menuju ke jalan raya meninggalkan gadis itu yang mengepalkan kedua tangannya menatap tajam ke arah mobil Habibi yang sudah tak lagi terlihat dalam pandangan nya.


"Gue pasti bakalan ngehancurin kalian semua, dan gue pasti bakalan ngerebut Habibi dari lle Lan gue yang akan menikah sama Habibi dan bukan loe!" gumam nya tatapan nya berubah penuh kebencian, setelah puas ia pun pergi dari sana setelah sebelumnya ia memesan taxi online seperti saran Habibi.


"Gila tuh cewek, bener bener nekat banget dia deketin loe.." cercar Kana kesal, terlihat jelas jika ia sangat tak menyukai gadis yang baru saja ia temui di parkiran beberapa waktu lalu.


"Ya, gue juga males sebenarnya cuma gak juga klo gue langsung ngehindar.." sahut Habibi


"Pokoknya, loe harus ngejauhin tuh cewek soal nya gue punya firasat buruk soal dia." tutup Kana mengutarakan isi hati nya yang mulai tak nyaman akan kehadiran gadis tadi untuk hubungan sahabat sahabat nya ini.


"Ya, gue tahu bahkan gue sangay tahu gimana murahan nya tuh orang deketin. loe selama ini padahal dia tahu kalo loe sama Wulan bakal tunangan kan! dasar emang siluman rubah dan ulat..." ucap Kana semakin kesal mengeluarkan kata kata mutiara nya untuk gadis yang sangat ia tak suaki itu


Habibi tersenyum akan panggilan Kana pada pada gadis yang selalu mendekati nya. "Loe bisa aja ngasih panggilan Kan!" gumam Habibi semakin memperjelas senyumannya begitupun Kana.


"Ya emang kan, kalo bukan siluman rubah dan ulat gatel apa dong?" jawab Kana, dan Habibi tak menjawab ia menggelengkan kepalanya dengan senyuman, namun ia pun setuju akan ucapan Kana.


Beberapa menit kedua nya berada di mobil yang sama, hingga mobil yang mereka naiki berhenti di sebuah mensioan mewah milik keluarga Kana.


"Ini rumah loe?" tanya Habibi menatap kediaman Kana yang ternyata sangat mewah.

__ADS_1


"Umm, makasih dah nganterin gue bro.." ucap Kana menepuk pundak Habibi yang masih bengong melihat kediaman keluarga nya.


"Ya..." jawab Habibi masih fokus menatap kediaman Kana.


Kana segera turun, dan melambaikan tangannya saat Habibi kembali melajukan kendaraannya menuju kantor Mamah Maurin karena ada sesuatu hal yang ingin ia tanyakan pada Mamah nya.


"Gue pasti akan selalu ngelindungi kalian dan gak akan gue biarin siapapun menyakiti kalian.." gumam Kana menatap kepergian mobil Habibi yang semakin jauh dan tak terlihat lagi. Kana pun masuk ke dalam rumah mewah nya setelah di bukakan gerbang oleh penjaga kediaman nya.


"Selamat suang Nona Muda..." sapa penjaga rumah sambil menundukkan wajahnya dan meletakkan sebelah tangannya di dada.


Kana tersenyum dan mengangguk sopan. "Siang, apa Mommy dan Daddy belum pulang Pak?" tanya Kana


"Belum Nona Muda.." jawab penjaga nya


"Kalau Farry?" tanya Kana


"Tuan Muda Farry sudah pulang Nona, dan sejak tadi belum keluar lagi..." jawab penjaga rumah nya lagi


"Baiklah, saya masuk pak jangan terlalu lelah..." ucap Kana kembali tersenyum menatap penjaga rumah nya yang sudah setia menjaga kediamannya sejak ia masih begitu kecil.


"Terima kasih Nona Muda..." jawab penjaga nya tersenyum tipis. Kana hanya mengangguk sekilas ia membalas senyuman orang di hadapan nya kemudian berlalu dari sana memasuki kediaman keluarga nya.


"Nona Muda memang sangat berbeda dengan Tuan Muda Farry, dia sangat baik..." gumam penjaga rumah Kana bahagia karena selalu mendapatkan perhatian dari Nona Kana.


Lanjut nih Kakak semua...


Ada kejutan nih dari sahabat nya Wulan! jangan sampe ketinggalan ya.....

__ADS_1


Makasih orang baik....


😊🙏🙏


__ADS_2