
Seperti biasa, Syakira sedang di sibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk karena hampir satu minggu ia tak bekerja. Meski sudah menikah tapi Rangga tetap mengizinkan istrinya bekerja asalkan ia tak sampai kecapean karena Rangga yak ingin jika istri tercintanya sampai kelelahan.
"Sya aku pulang dulu ya!" izin Rani saat saat ia mendapat telfon dari seseorang.
"Kenapa?" tanya Syakira heran kenapa tiba tiba sekali.
"Ada urusan penting, nanti aku ceritain deh.." jawabnya
"ya ya baiklah, pulang sana.." ucap Syakira
"Makasih beb, muach.." Rani segera keluar dari ruangan mereka dengan cepat sedngkan Syakira bergidik ngeri melihat tingkah sahabatnya satu itu. Syakira kwmbali fokus pada pekerjaannya...
tok tok tok...
"Bu Syakira saya boleh masuk..." ucap seseorang dari luar pintu ruangannya setelah mengetuknya terlebih dahulu.
"Iya masuk!" ucap Syakira dan pintupun terbuka lebar menampilkan Risa yang sidah berjalan ke arahnya..
"Dukuk.." perintah Syakira yang segera dituruti Risa dan dudukdi hadapan Syakira.
"Kenapa Ris?" tanya Syakira beralih menatap karyawannya yang belum ia ketahui jika Risa adalah anak dari wanita yang pernah merebut suaminya yang kini sudah berpisah.
"Saya mau bicara penting sama Bu Syakira. Bisa?" Risa mengungkapkan keinginannya dan menatap Syakira penuh harap. Syakira hanya mengangguk kemudian menutup salah sati berkas di hadapannya yang sedang ia revisi.
"Katakanlah, ada apa?"
"Hmm, bisa bicara di tempat lain gak Bu, karena ini sedikit pribadi.." pinta Risa karena ia tak ingin jika ada orang lain yang tau tentang dirinya.
"Bai, di mana?" tanya Syakira menyetujui ajakan Risa.
"Di taman dekat Cafe saja Bu, kalau Bu Syakira gak keberatan." jawab Risa semangat
"Sama sekali tidak.." Syakira lebih dulu beranjak dari kursinya dan diikuti Risa, mereka berjalan beriringan menuju taman di dekat Cafe.
"Ada hal penting apa yang ingin Risa bilang?" tanya Syakira saat mereka sudah duduk di salah satu kursi taman. Risa terdiam, ia bingung harus mulai dari mana.
"Ris.." panggil Syakira sambil memegang bahu Risa. Risa sedikit terperanjat saat ada tangan yang menyentuhnya kemudian ia menoleh ke arah Syakira, bahkan kini Syakira bisa melihat jika mata gadis di hadapannya sudah berembun dan sedikit masih ada sisa lingkaran hitam di matanya.
"Kenapa? kok malah nangis!" ucap Syakira mendekatkan tubuhnya pada Risa yang sudah meneskan air matanya kemudian memeluknya.
__ADS_1
"Sudah, tenangin dulu diri kamu ya habis itu baru cerita." Syakira memeluk dan mengusap punggung Risa yang sudah terisak dalam pelukannya.
"Bu.." panggil Risa, Syakira segera melepaskan pelukan mereka dan kembali menatap gadis di hadapannya yang terlihat sangat sedih dan terpukul. Entah apa yang membuat hadis itu sampai sesedih ini!
"Saya minta maaf..." ucap Risa matanya tak lagi mampu menatap Syakira yang mengernyitkan dahinya menatap Risa
"Untuk apa? Risa melakukan kesalahan apa?" tanya Syakira heran
"Ya mungkin Risa juga salah, dan Mamah Risa lebih bersalah, karena itu Risa ingin meminta maaf sama tante atas kesalahn Mamah juga Risa.." jawaban Risa semakin membuat Syakira bingung. Mamah! Mamah yang mana bahkan Syakira tak oernah tahu asal usul Risa bagaimana mereka bisa memiliki masalah dengannya.
"Tante gak ngerti maksud kamu! coba jelasin?" ucap Syakira meminta penjelasan yang lebih ditail pada Risa yang terus saja menundukkan kepalanya.
"Maya..." sejenak Syakira memikirkan nama yang di sebut Risa, kemudian ia terperanjat kaget hingga memundurkan sedikit badannya dari Risa.
"Ma..maya..." lirih Syakira namun masih bisa di dengar oleh Risa.
"Dia Mamah Risa.." Syakira membuka matanya lebar, ia sangat tak percaya jika ternyata Risa adalah anak dari wanita yang pernah menyakiti hatinya. Syakira terdiam tak lagi mampu berkata kata, ia memandang lurus ke arah depan seakan memikirkan sesuatu.
"Tante, Risa ingin mintak maaf atas nama Mamah.." ucap Risa ia memandang ke arah Syakira yang duduk menyamping.
"Kenapa bukan Mamah yang bilang langsung ke tante?" tanya Syakira namun matanya tetap memandang lurus ke arah depannya.
"Itu karena..." Risa kembali tertunduk, air matanya kembali menetes dan ia mulai terisak hingga tubuhnya sedikit bergetar.
"Maksudnya?" Tany syakira Syakira ingin memperjelas pendengarannya.
"Beberapa hari yang lalu, Mamah kecelakaan dan merenggut nyawanya, tapi sebelum meninggal Mamah meminta agar Risa datang pada tante Syakira dan meminta maaf atas namanya..." jelas Risa. Syakira menutup mulutnya tak percaya dengan yang ia dengar.
"Karena itu Risa ingin mewujudkan keinginan Mamah untuk yang terakhir kali.." lanjutnya menatap Syakia yang masih syok dengan kabar duka Maya, meskipun wanita itu pernah melukai hatinya akan tetapi ia tetap merasa sedih saat mendengar kepergian Maya dengan cara seperti ini. Takdir, semua sudah takdir.
"Risa harap tante bisa memaafkan Mamah.." ucap Risa saat melihat Syakira hanya diam. Sejenak Syakira memejamkan matanya kemudian menatap anak dari Maya
"Tante sudah memafkan Mamah kamu sejak lama bahkan sebelum ia meminta maafpun, tante sudah memaafkan.." jawab Syakira berusaha tersenyum ke arah Risa yang terharu mendengar jawaban Syakira.
"Makasih tante..." Risa tak menyangka jika ternyata Syakira memiliki hati yang sangat baik dan mau memaafkan Mamahnya.
"Oh ya, Risa mau sampein satu lagi sama tante tentang hubungan Risa dengan Papah Regar.." Syakira diam saat Risa menyebutkan nama itu.
"Risa bukan anak kandung Papah, Mamah sudah menjebak Papah saat hamil Risa dan pada akhirnya Papah menikahi Mamah dan meninggalkan tante. Maaf..." Syakira lagi lagi di buat terkejut dengan kenyataan baru. Jadi selama ini mantan suaminya telah di tipu. Tapi sudahlah, lagi pula sekarang ia sudah bahagia dengan kehidupannya bersama anak juga suaminya sekarang
__ADS_1
"Tapi Papah punya anak lagi dari wanita selain Mamah, karena saat Mamah hamil dan kecelakaan kemudian Mamah di vonis tak bisa hamil lagi, Papah melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman dan akhirnya menodai seorang gadis hingga hamil dan meninggal saat ia melahirkan anak Papah.." jelas Risa berharap jika Syakira mengetahui segalanya ia bisa memaafkan Papahnya juga. Entahlah apa yang Syakira fikirkan saat ini, ia bahkan bingung harus memberi respon apa pada Risa.
"Risa minta maaf tan, seharusnya kami gak hadir di tengah tengah kehidupan kalian dan pasti sekarang tante dan Papah bisa hidup bahagia.." ungkapan isi hati Risa dengan tulus.
"Tidak apa apa, lagi pula tante sudah menerima semuanya dengan ikhlas dan sekarangpun tante sudah bahagia dengan keluarga baru tante.." jawab Syakira saat melihat kesedihan di wajah Risa.
"jadi tante benar sudah menikah lagi?" tanya Risa menatap Syakira dan berharap jika jawabannya tidak meskioun ia sudah mengetahui swgalanya namun ia masih berharap. Gak salah sih...
"Iya, tante sudah menikah dan tante sangat bahagia.." terlambat sudah, tak ada lagi kesempatan baginya untuk kembali menyatukan Syakira dengan Papahnya.. Untung Author duluan jodohin Syakira sama Rangga ya. hi hi hi....
Kekecewaan sangat terlihat jelas di wajah Risa, namun ia segera merubahnya dengan senyuman.
"Semoga tante selalu bahagia..." ucap Risa
"Makasih.."
"Boleh tante tahu siapa nama adik kamu?" tanya Syakira, jujur dia sedikit penasaran dengan anak Regar dari wanita lain yang dimaksud Risa.
"Wulan tan..." jawab Risa kemudian ia menunjukkan sebuah foto di hpnya dan menampakkan seorang gadis seusia Arka putranya sedang memakai seragam sekolah dan tersenyum bahagia.
Syakira tersentak saat melihat seragam yang di pakai Wulan, menandakan jika sebelumnya anak itu satu sekolah dengan putranya Arka.
("Mungkinkah ini alasan Arka ingin pindah ke sekolahnya sekarang?") batin Syakira
"Cantik..." ucap Syakira saat tersadar dari keterkejutannya.
"Sangat cantik dan ceriah, tapi sejak ia di jauhi oleh seorang pria yang sangat ia sukai, Wulan menjadi sering murung bahkan sekarang ia sangat jarang untuk tersenyum.." ucap Risa kembali sedih saat mengingat keceriaan adiknya yang kini sudah menghilang.
"Dan pria itu adalah Arka putra tante dan Papah.." lanjut Risa, Syakira yang terkejutpun berdiri dan mundur hingga beberapa langkah.
"Tidak mungkin, mereka satu Ayah..." lirih Syakira tak menyangka jika putri Regar justru menyukai putra mereka itu berarti Wulan menyukai Kakaknya sendiri.
"Wulan belum tahu jika Papah punya anak lain selain dia, tapi entah dengan Arka?" Risa juga tak menyangka jika takdir sangat sulit untuk bisa mereka mengerti, hingga harus mempertemukan mereka dengan cara seperti ini.
Syakira kembali duduk di kursi panjang, ia menekan pelipisnya karena terlalu pusing sejak tadi terus di buat terkejut dengan cerita cerita Risa.
Syakira kembali ke rumah dengan hati gusar dan oenuh tanda tanya, sedangkan Risa bisa pulang dengan hati yang lega karena ia sudah menyampaikan pesan terakhir dari Mamahnya kepada Syakira.
Lanjutkan....
__ADS_1
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏