Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Kejujuran Rangga


__ADS_3

Di dalam mobil Rangga, Syakira hanya menangis dalam diam. Tak ada suara yang ia keluarkan namun air mata terus saja mengalir di pipinya yang putih dan mulus membuat Rangga mengencangkan genggamannya pada stir mobil saat sesekali ia melirik Syakira pujaan hatinya.


"Makasih..." ujar Syakira membuat Rangga menoleh ke arahnya yang menunduk sambil memgusap sisa air mata, kemudian kembali fokus pada jalanan.


"Makasih, maaf sudah merepotkan kamu!" lanjut Syakira menoleh ke arah Rangga yang juga menatap ke arahnya. Beberapa detik tatapan mereka bertemu, Syakira bisa melihat di mata Rangga ada kemarahan yang coba ia tahan, namun dengan segera ia mengalihkan pandangannya ke arah luar melihat jalanan yang kian ramai dan padat.


"Apapun akan aku lakukan buat kamu Sya.." lirih Rangga namun masih bisa di dengar Syakira yang langsung berbalik menatap Rangga yang sudah menghentikan laju mobil nya dan memejamkan mata cukup lama. Syakira sama sekali tak bergeming, ia hanya menatap Rangga yang belum membuka matanya dengan perasaan aneh di dalam hatinya.


"Aku, aku gak rela kamu terus di sakiti..." ungkap Rangga kemudian menatap lekat mata Syakira yang sedikit sembab akibat menangis sepanjang jalan.


"Izinkan aku unyuk bisa menjaga kalian!" lanjut Rangga membuat Syakira kaget dan matanya membulat sempurna mendengar penuturan Rangga, laki laki yang baru ia kenal dan bahkan baru beberapa kali bertemu, itupun tiga kali nya mereka bertemu Rangga selalu membuat dirinya kesal dan dua kalinya Rangga datang menolong.


"Aku benar benar mencintaimu, biarkan aku menjaga kalian..." pinta nya lagi semakin memperdalam tatapannya pada wanita di hadapannya. Syakira pun menatap lekat manik mata pria di depannya, berharap jika ada kebohongan di sana, namun ia justru menemukan ketulusan dan kesungguhan yang tak pernah ia lihat dari mantan suaminya sekalipun.


"Kenapa?" tanya Syakira membuka suaranya setelah sejak tadi ia hanya diam mendengarkan semua perkataan Rangga.


"Karena aku mencintaimu!" jawab Rangga tegas dan penuh keyakinan..


"Kita bahkan baru saling mengenal, bagaimana kau bisa mencintaiku?" Syakira masih mencoba mencari kebenaran dan kejujuran pria ini. Rangga terdiam beberapa saat sambil menundukkan wajahnya, baru setelah nya ia kembali menatap Syakira dengan penuh keyakinan juga kejujuran dari sudut matanya yang dalam.


"Ya, kau memang baru mengenal aku, namun aku sudah lebih dulu mengenal dirimu bahkan sebelum mantan suamimu.." ungkap Rangga membuat Syakira makin terkejut namun ia tak mengerti bagaimana Rangga bisa mengenal dirinya bahkan sebelum Regar mantan suaminya.


"Apa? bagamana mungkin itu....!" ucap Syakira menggantung saat melihat Rangga mengambil sesuatu dari dalam dompet seerti sebuah foto dan memberikan kepadanya.


"Lihatlah!" ucap Rangga setelah memberikan foto kecil kepada Syakira. Perlahan Syakira membalik foto di tangannya, betapa terkejutnya Syakira saat melihat siapa orang yang ada di foto itu bahkan ia masih ingat jika foto itu di ambil saat ia masih duduk di bangku SD.


"Kau, bagamana mungkin?" tanya Syakira masih menatap fotonya waktu kecil saat sedang bermain.


"Sejak dulu aku selalu memperhatikanmu, hanya saja aku tak pernah ada keberanian untuk bisa lebih dekat denganmu hingga saat lulus SMA aku dan keluarga harus pindah ke luar kota." jelas Rangga terus menatap Syakira yang juga menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Aku bahkan berjanji jika nanti aku kembali, aku pasti akan mengungkapkan isi hatiku padamu dan menjadikanmu milikku." lanjutnya dengan senyuman di bibirnya.


"Namun sayang, saat aku kembali kau sudah memiliki pasangan yaitu Regar dan menikah dengannya. Jujur saat itu aku bahkan sangat frustasi cintaku harus kandas bahkan saat aku belum memulainya. Sejak saat itu aku memutuskan untuk tak pernah kembali ke jakarta dan menatap di luar kota hnya agar aku bisa menjauh datimu juga melupakanmu." Rangga menatap Syakira sendu.


"Tapi siapa sangka, jika pada akhirnya aku kembali di pertemukan denganmu. Mungkin Tuhan inhin memberiku kesempatan untuk bisa membuatmu bahagia Sya, dan itupun jika kamu mengizinkannya.." kelas Rangga panjang lebar, Syakira hanya diam mematung tak tahu ia harus berkata apa hanya air mata saja yang dengan santaynya lolos dari pelupuk matanya yang indah. Syakira tak menyangka jika sebesar itu rasa cinta Rangga padanya, jika saja dulu ia lebih dulu bertemu dengan Rangga mungkin saja ia tak harus merasakan sakitnya di khianati.


"Sebesar itukah perasaanmu untuk aku!" ucap Syakira menahan tangisnya meski air matanya terus saja mengalir.


"Ya, bahkan lebih dari ini.." jawab Rangga yakin.


"Terima kasih atas cinta yang sudah kau berikan padaku selama ini. Maaf karena aku tak pernah menyadari kehadiranmu.." ucap Syakira menyesal ia menundukkan pandangan tak mampu lagi menatap mata Rangga yang penuh dengan cinta untuknya. Melihat itu, Rangga menggelngkan kepalanya kemudian tersenyum.


"Tidak, aku yang terlalu pengecut dan membiarkanmu hidup dengan pria lain. Maaf, jika saja waktu itu aku lebih berani mungkin saat ini kkta bisa hidup bahagia dan damai.." ungkapnya juga menyesal karena tak pernah berusaha dan berjuang untuk bisa mendapatkan Syakira.


"Aku, aku tak bisa menjawabnya sekarang, karena ada seseorang yang harus aku beri tahu." Rangga tersenyum mendengar pernyataan Syakira, ia mengerti jika Syakira pasti tak ingin menyakiti hati putranya jika menerima atau menolak dirinya tanpa memberi tahukan dulu pada anaknya.


"Kau, tahu nama anakku?" tanya Syakira menatap Rangga yang masih tersenyum.


"Ya, tentu saja bukankan dia adalah caon putraku!" ledek Rangga membuat Syakira malu dan pipinya kini sudah memerah.


"Bisa antar aku pulang sekarang?" Syakira kembali ke posisinya karena malu dengan perkataan Rangga barusan.


"Apa kau ingin pulang ke rumahku?" tanya Rangga menayap Syakira yang langsung menoleh ke arahnya tak mengerti dengan yang Rangga katakan.


"Apa?" tanya Syakira


"Lihat, kita di mana sekarang!" ucap Rangga menatap keluar jendela samping Syakira. Melihat tatapan Rangga ia segera menikitinya dan melihat jika saat ini mereka sudah berada di depan rumahnya bahkan Kakak sepupu nya Maira, Regar juga anaknya sudah menunggu di depan rumah tak jauh dari mobil mereka dan mendengar apa yang Rangga dan Syakira bicarakan, namun mereka sengaja diam karena ingin mendengar jawaban apa yang akan Syakira berikan.


"Jadi sejak tadi kita..." ucap Syakira kembali menatap Rangga yang hanya tersenyum melihat ekspresi kaget Syakira untuk yang sekian kali.

__ADS_1


"Ya, sejak tadi bahkan mereka sudah mendengar apa yang kita bicarakan!" jawab Rangga masih setia dengan senyumanannya membuat Syakira makin tak bisa mengontrol dirinya karena malu. Syakira segera membuka pintu mobilnya dan berlari kecil ke arah keluarganya tanpa mampu menatap Rangga yang hanya tersenyum.


"Kakak, kenapa gak manggil sih!" ucap Syakira saat ia sudah di hadapan tiga orang beda usia yang sedang menatapnya dengan aneh menurutnya.


"Kenapa?" tanya Syakira melohat tatapan dari ketiga orang di hadapannya.


"Bunda, Arka mau kok punya Ayah lagi.." ucap Arka tersenyum ke arah Bundanya. Mendengar penuturan anaknya, Syakira memandang lekat wajah juga mata anaknya kemudian memeluknya dengan sayang.


"Kita bicarakan lagi nanti ya, sebaiknya kita masuk dulu.." ucap Syakira saat masih memeluk Arka.


Mereka berempatpun masuk ke dalam rumah, tapi sebelum benar benar masuk Syakira kembali menoleh ke arah belakangnya dan melihat jika Rangga masih di sana dan melihat ke arahnya. Syakira tersenyum kemudian melambaikan tangannya ke arah Rangga yang juga tersenyum ke arahnya, barulah ia masuk dan menutup pintu utama sedangkan Rangga melajukan mobilnya menuju kediamannya.


Hari itu menjadi hari yang bisa membuat Syakira sport jantung karena terlalu seting terkejut. Pertama saat kembali bertemu dengan mantan suaminya Regar, kedua saat mengetahui jika Rangga telah mencintainya sejak dulu bahkan sejak ia masih kanak kanak belum lagi keluarganya yang sudah mendengar semua percakapan ia dan Rangga saat di mobil. Sungguh Syakira benar benar tak bisa berkata apa apa lagi. Bahagia! tentu saja, siapa yang tak bahagia jika di cintai sebesar dan sedalam cinta sperti yang di miliki Rangga untuknya. Jika saat itu ia masih sendiri dan Rangga mengatakan perasaanya tentu saja ia akan langsung menerima dirinya, namun kini ada hati lain yang harus ia jaga yaitu putranya yang sangat ia sayangi juga cintai.


Setelah kejadian hari ini, Syakira tak bisa datang ke acara makan malam Rani karena hati dan fikirannya sedang kalut, namun Regar, Maira juga Arka tetap menhadiri undangan Rani atas permintaan Syakira ia tak enak hati jika keluarganya tak ada yang hadir. Regar tentu senang bahkan dia yang paling antusias saat Syakira menyuruhnya untuk datang bersama Kakak juga anaknya karena dia bisa bertemu Mara pujaan hatinya. Meski awalnya Arka dan Maira tak ingin pergi karena tidak mau meninggalkan Syakira sendirian di rumah, apalagi setelah kejadian sore tadi yang masih membuat Syakira agak syok hingga kelelahan, namun berkat bujukan Syakira dengan alasan tak enak pada Rani nantinya dengan berat hati mereka berduapun setuju dan pergi malam itu meninggalkan Syakira di rumah sendirian.


Saat sendirian, Syakira hanya terus memikirkan semua perkataan Rangga ke padanya sesekali ia menyunggingkan senyuman di bibirnya yang tipis dan berwarna pink alami menambah kecantikannya di malam itu dengan cahaya yang sedikit redup.


Sedangkan di tempat lain, Rangga juga sedang memikirka Syakira, senyumannya, tatapannya, keterkejutannya juga kesedihannya membuat Rangga tersenyum dan kesal saat memgingat. Rangga berjanji, jika nanti Syakira bisa menerima dirinya maka ia akan selalu membahagiaakannya dan menjaganya juga calon anaknya tirinya.


Hingga hampir tengah malam, mereka berdua baru sama sama bisa terlelap dan tidur dengan senyuman di wajah mereka.


Lanjuttt.....


Makasih yang udah mampir baca, jangan lupa likenya dan komen yang mendukung ya, biar Author makin semangat lagi...


Makasih orang baik....


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2