Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Punya Adik lagi


__ADS_3

Arka baru kembali dari sekolah setelah ia menjemput dan mengantar adiknya pulang.


"Loh gak ke kantor Pah?" tanya Arka menyipitkan kedua matanya melihat Papahnya yang baru turun sambil membawa nampan dengan mangkuk kosong di sana.


"Ya, Papah gak bisa ninggalin Bunda yang lagi sakit Nak.." jawab Rangga tersenyum pada anaknya dan berjalan melewati Arka yang mengikuti gerakan Papahnya dengan matanya menuju dapur.


"Bunda sakit apa emangnya Pah?" tanya Arka lagi saat Rangga sudah kembali dan hendak duduk di sofa rung tamu.


Rangga tak langsung menjawab, ia menepuk sofa di sampingnya seolah memberikan kode pada putranya agar duduk di sebelahnya.


"Hmm, kalo Arka punya Adek lagi gimana Nak?" tanya Rangga, ia tak menjawab pertanyaan anaknya. Arka mengernyitkan dahinya menatap heran pada sang Papah.


"Maksudnya! Papah punya anak lain?" tanya Arka, sungguh tatapannya sangat mengintimidasi.


Rangga yang sempat terkejut atas pertanyaan juga tatapan anaknya, ia tersenyum hangat dan mengusap rambut Arka pelan.


"Ya, bisa di bilang begitu!" jawab Rangga, tatapannya ia alihkan ke arah samping membuat Arka merasa gusar.


"Papah gak kayak Ayah kan?" pertanyaan Arka lagi lagi membuat Rangga terkejut, ia kembali menatap putranya yang sudah berubah sedih namun tatapan dingin dan tajam terpampang jelas di mata anaknya.


"Tidak!" jawab Rangga serius, sontak Arka menghembuskan nafasnya kasar hingga bisa terdengar di telinga Rangga yang kembali menyunggingkan senyuman tipis.


"Lalu! kenapa Papah bilang gitu?" Arka kembali bertanya, rasa penasarannya kian meluap.


"Itu! hmm Papah takut kamu gak bisa terima dan malu Nak!" jawab Rangga ragu untuk mengatakan kebenaran atas kehamilan Syakira.


Arka mengerutkan keningnya. "Maksudnya gimana sih Pah?" Atka yang nampak kesal karena Papahnya selalu memberikan jawaban jawaban yang malah semakin membuat ia penasaran setengah mati.


"Hufff, Bunda hami Nak!" jawab Rangga pasrah bahkan ia memejamkan matanya saat mengatakan itu.

__ADS_1


"Apa? Bu-Bunda ha-hamil?" Arka sangat terkejut, ia bahkan sampai memundurkan tubuhnya agak menjauh dari Rangga yang sudah menatapnya dan mengangguk.


"Papah bercanda!" Arka masih tak percaya, wajahnya masih sangat terkejut namun anggukkan kepala Rangga membuat dirinya percaya karena tak nampak di wajah Papahnya jika ia sedang di prank.


"Khemmmm.." Arka berdehem sstelah beberapa menit hening tanpa ada pembicaraan antara Papah dan Anak di ruangan itu.


"Arka ikut seneng sih Pah, tapi apa itu baik buat Bunda yang sudah berumur?" tanya Arka tatapannya masih menatap ke arah depan, ia bukan tak menerima jika dirinya akan memiliki adik lagi selain Wulan, hanya saja ia agak khawatir dengan kondisi sang Bunda.


"Kata Dokter aman, cuma Bunda gak boleh kecapean dan harus banyak istirahat." jawab Rangga ia juga tak menatap Arka. Keadaan kembali hening, keduanya sama sama larut dalam. fikiran masing masing.


"Arka mau lihat Bunda!" ucap Arka menoleh sekilas pada Rangga yang mengangguk.


"Hmm, tapi ganti baju dulu Nak! .." ucap Rangga lembut menatap anaknya yang sudah berdiri. Arka segera naik ke atas menuju kamarnya untuk berganti baju lebih dulu, setelahnha ia segera masuk ke kamar Papah dan Bundanya yang sedang istirahat setelah makan dan minum obat.


Arka duduk di sisi ranjang di mana Syakira yang masih tidur. "Kasihan Bunda! apa dulu Arka juga semerepotkan ini ya?" pikir Arka mengingat ingat sesuatu yang tak mungkin bisa ia ingat.


"Tapi Arka seneng kok Bun! Arka bahagia bakal ounya adik lagi dan yang lebih membahagiakan, sekarang Bunda gak sendiri karena ada Papah yang akan selaku dampingi Bunda dan Arka yang bakal jagain Bunda jjga adek bayi." ucap Arka, ia tersenyum sambil mengelus perut Bunda yang masih rata saat mengatakan adek bayi.


"Jangan nakal nakal ya dek! Kasihan Bunda yang udah gak muda lagi!" ujar Arka ia mencium perut Bundanya dan kembali menyunggingkan senyuman bahagia atas kehamilan sang Bunda.


Rangga yang tadinya ingin melihat istrinya tak jadi masuk ke dalam. kamar saat melihat dan mendengar Arka yang berbicara sendiri sambil duduk dan menatap Bundanya, sungguh Rangga merasa terharu mendengar ucapan tulus Arka juga melihat sikap Arka yang bisa menerima adiknya.


Rangga tersenyum, dan perlahan masuk ke dalam kamar tanpa Arka sadari ia sudah berada tepat di belakang anaknya.


"Makasih Nak! Papah fikir kamu gak akan bisa terima dan akan malu karena punya adik di usia kamu sekarang sayang!" ujar Rangga jujur, karena awalnya ia sangat ragu untuk berkata jujur pada Arka karena takut jika putranya akan merasa malu.


Arka memberikan senyuman tulus, ia menatap Rangga sekilas kemudian memeluk Papahnya erat.


"Makasih Pah, udah mau jaga Bunda!" ujar Arka mempererat pelukannya dan Rangga membalas pelukan sang putra dengan kasih sayang berlipat.

__ADS_1


"Itu karena Paoah sangat mencintai Bunda." jawab Rangga


"Um, Arka tahu itu, bahkan Paoah bukan hanya mau terima Bunda tapi juga Arka!" ucap Arka, ia melonggarkan sedikit pelukannya dan menatap Rangga sekilas lalu kembali memeluk Rangga.


"Ya, karena kalian sepaket! lagi pula Papah juga sudah terlanjur sayang sama Arka." jawab Rangga apa adanya membuat Arka terharu dan menjatuh air matanya hingga mengenai baju Rangga.


"Kalo gitu gak ada asalah buat Arka nolak kehadiran Adek kan Pah!" ujar Arka, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Papahnya bahkan saat ini Arka sudah terisak dalam oelukan Rangga.


"Hmm..." Rangga hanya berdehem, ia mencium pucuk kepala anaknya agak lama, kemudian beralih menatap Syakira yang ternyata belum tidur sejak Arka. masuk hingga iapun bisa mendengar semua yang di katakan anaknya tadi juga percakapan antara suaminya juga Arka.


'beruntungnya hamba Ya Allah' bayin Syakira, bibirnya tersenyum namun matanyanya mengeluarkan air mata higga menetes mengenai bantal di bawah kepalanya.


"Jadi adek Arka cewek apa cowok?" tanya Arka melepas pelukannya kembali menatap Rangga yang sudah tersenyum lucu mendapat pertanyaan konyol anaknya.


Rangga menjentik keningn anaknya. "Bunda baru hamil dan baru masuk 3 minggu, belum bjsa. lihat jenis kela minnya!" ucap Rangga, Arka hanya mengangguk mengerti dengan senyum lebar dan berbalik hendak melihat Bundanya lagi, namun betapa terkejutnya Arka saat melihat Bundanya yang sudah tersenyum lembut padanya.


"Bunda gak tidur?" tanya Arka polos.


"Mana bisa Bunda tidur kalo Arka sama Papah berisik!" jawab Syakira tetap tersenyum, Arka tak tersinggung ia justru semakin mempelebar senyumannya dan duduk lagi di sisi Bundanya sambil memegang tangan Syakira lembut.


"Muach.. Muach..." Arka mencium punggung tangan Syakira.


"Arka seneng banget Bun.." ujar Arka menunjukkan senyum bahagianya menatap Papah dan Bundanya bergantian. Rangga dan Syakirapun tak kalah bahagia karena mereka akan di karuniai anak dan Arka yang bisa menerima adiknya.


Lanjut up...


Makasih orang baik....


😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2