Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Penderitaan Maira


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan Syakira dengan Regar sepupunya, ia berencana ingin bertemu dengan keluarga Ayahnya yang sudah lama tak pernah berjumpa.


"Regar, bukankah ini makam?" tanya Syakira melihat sekitarnya yang penuh dengan makam yang tak terurus.


"Hmmm..." jawab Regar masih terus berjalan ke depan tanpa menoleh, bahkan raut wajahnyapun terlohat sedih.


"Kenapa kita ke sini? bukankah kamu bilang mau mempertemukan Kakak dengan Paman dan Bibi!" tanya Syakira semakin penasaran.


"Lihat Kak, kita sudah sampai." Regar tak menjawab pertanyaa Syakira, ia justru menunjukkan dua makan di hadapannya yang bertuliskan Budi Handoko dan Rahmah Handoko. Syakira terkejut bukan main, ia bahkan hampor terjatuh jika tak segera di tahan oleh Arka putranya yang terus berjalan di samping Bundanya sejak memasuki makam.


"Bunda.." panggil Arka sedikit pnik. Bukannya menjawab panggilan putranya, ia justru langsung terduduk di hadapan makam yang bertuliskan nama Paman dan Bibinya itu dan menangis tanpa suara.


"Pa...man, Bi...bi, maafkan Syakira tak pernah tahu akan nasib kalian selama ini..." ucapnya lirih sambil sesenggukan.


"Papah dan Mamah meninggal setelah mereka berusaha mencari keadilan untuk Kakak Maira." tutur Regar dengan sedikit kesal. Syakira terdiam sejenak kemudian menoleh ke samping kirinya menatap Regar dengan penuh tanda tanya.


"Siapa yang sudah menyakiti keluargaku?" tanya Syakira marah, ia menggenggam tangannya erat. Arka sedikit terkejut dengan sikap sang Bunda yang terlihat sangat marah, ia tak pernah melihat Bundanya sampai semarah ini bahkan jika dirinya yang tersakiti sekalipun.


"Orang yang juga telah menjual tanah milik kami pada Kakak.." jawab Regar, Syakira terperanjat ia tak menyangka jika orang yang mereka fikir baik selama ini ternya adalah orang yang telah menghancurkan keluarganya dan membuat Paman dan Bibi meninggal.


"Paman,Bibi,Syakira janji akan menemukan orang yang sudah membuat kalian menderita selama ini, dan akan memberikan keadilan untuk Kak Maira." ujarnya kembali menatap makam Paman dan Bibi yang begitu ia sayangi.


"Ka Maira?" tanya Syakira sambil berdiri, ia menghapus air matanya mencoba tegar masih terus menatap makam di hadapannya.


"Kak, Maira...." ucapan Regar terpitus ia sendiri bingung harus cerita dari mana tentang kondisi Kakak perempuan satu-satunya.


"Kita temui Kak Maira sekarang!" ujar Syakira menatap Regar penuh keyakinan. Regar sedikit kaget, namun ia segera menganghuk kemudian menuntun langkah mereka menuju kediamannya bersama dengan Kakak nya Maira.

__ADS_1


"Regar, Kakak mau makam Paman dan Bibi di bersihkan kemudian di perbaiki agar terlihat lebih baik." ujar Syakira merasa iba setelah melihat makam orang yang ia sayangi sangat tidak terawat.


"Iya Kak." jawab Regar. Merekapun segera menuju rumah Regar. Lagi-lagi Syakira di buat terkejut dengan keadaan rumah yang di tinggali adik dan Kakak sepuounya selama ini, bagaimana tidak? jika rumah itu tak layak di huni seseorang melainkan, ah kalian bisa memprediksinya sendiri...


"Kak Maira..." panggil Regar sambil membuka pintu utama rumahnya. Dari dalam hanya ada suara lonceng yang berbunyi pertanda jika ada seseorang di dalam sana.


"Kak, lihat siapa yang datang?" ucap Regar saat sudah berada di satu ruangan kecil seperti kamar. Kondisinya bahkan sangat tak karuan, semua benda bercampur jadi satu bahkan bau khas menyengat di dalam sana.


"Assalamualaikum.." ucap Syakira menatap Kakak sepupunya. Seolah merespon, mata yang di sapa Syakira melotot tak percaya ia mencoba menggerakkan tubuh untuk menuju Syakira yang masih nerdiri di ambang pintu kamarnya. Syakira sangat terpukul melihat kondisi Maira, ia tak lagi mampu menahan tangis yang sejak masuk ke rumah kecil itu ia tahan.


"Kak Ma..maira...." panggil Syakira menatap lekat wanita di hadapannya dengan hati yang terpukul.


"S...s... sya..." ucapnya, membuat Regar terperanjat menatap sang Kakak yang berbicara untuk pertama kalinya setelah kejadian yang menimpa dirinya.


"Kak Maira..." ucap Regar memeluk Kakaknya, sedang yng di peluk menatap Syakira. Syakira masih tak bergerak dari tempatnya berdiri, ia masih mengamati kedua Kakak beradik di hadapannya kini saling berpelukkan.


"S...sya..ki... ra!" ucapnya semakin jelas. Regar hanya tersenyum namun air mata pernah berhenti mengalir di pelupuk matanya. Arka hanya memeperhatikan orang di hadapannya, ia pun tak mampu membendung air mata yang sudah jatuh membasahi pipi putih dan mulusnya.


"Arka sini Nak?" panggil Syakira melepaskan pelukannya bersama Maira.


"Kak, ini anakku Arka!" Syakira memperkenalkan putranya pada Maira yang langsung tersenyum.


"A...arka.." ucapnya terbata namun masih jelas dan bisa di dengar oleh semuanya. Semua orang di snpun tersenyum haru memdengar perkataan Maira yang mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


(Maksudnya, selama ini Maira memang hidup namun seperti orang yng sudah meninggal.)


Arka segera mengambil tangan Mairan dan menciumnya, ia tersenyum.

__ADS_1


Hari itu Syakira memutuskan akan membawa Regar dan Maira untuk ikut ke rumahnya, meski sempat di tolak oleh Regar adik sepupunya, namun dengan tegas Syakira akan membawa mereka ke rumahnya hingga Regar hanya bisa ikut kata-kata Kakaknya ini.


Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mereka sampai ke rumah Syakira, hari semakin malam dan mereka sudah tiba di rumah.


"Mulai hari ini kita akan selalu bersama." ucap Syakira membelai pipi Kakak sepupunya dengan lembut. Maira sudah ia bersihkan beberapa waktu lalu setelah tiba di rumahnya, dan sekarang sudah berada di kamar tamu.


"Kakak istirahat ya, besok kita ngobrol lagi." lanjut Syakira menyelimuti Maira kemudian mencium keningnya agak lama. Maira yang mendapat perhatian dari adik sepupunya itupun tersenyum, ia bahkan meneteskan air mata.


"Jangan nagis Kak, mulai sekarang Kakak harus selalu bahagia. hmm.." ujar Syakira menghapus air mata yang keluar dari pelupuk mata Maira yang langsung merespon ucapannya dengan menganggukkan kepala. Melihat itu, Syakira tersenyum hangat kemudian beranjak dari duduk nya dan keluar tak lupa menutup pintu kamar.


"Regar..." panggil Syakira duduk di sebelah Arka dan do hadapan Regar.


"Ya Kak!" jawab Regar menatap Syakira.


"Apa yang sudah di alami oleh Kakak, sampai dia seperti ini?" tanya Syakira, nada suaranya sedikit berubah namun masih bisa terdengar tegas oleh Regar dan Arka yang menatapnya.


Regar menarik nafasnya cukup dalam kemudian membuangnya secara perlahan, ia melakukannya hingga beberapa kali agar hati, fikiran juga perasaan nya dapat ia kontrol saat menceritakan segalanya pada Syakira yang audah menunggu nya bicara.


Oklh nih lanjutannya kisah Regar dan Maira serta orang tua mereka yang ternyata udah gak ada ya.😕


mungkin nanti kisah mereka masih berlanjut hingga beberapa episode kedepan, jangan bosen ya buat baca....


eiit, jangan lupa like dan komen yang mendukung ya, biar autho makin semangat...


Terima kasih orang baik...


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2