Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Sadar


__ADS_3

Sebulan lagi terlewati dengan cepat, kini Rangga masih terduduk dengan setianya di sebelah istrinya yang masih koma setelah melahurkan buah cinta mereka secara secar. Daneen sang bayi mungilpun sudah bisa di bawa pulang dan saat ini sedang di rawat oleh Maira.


Rangga selalu datang ke rumah sakit untuk menjaga istrinya setiap pulang dari kantor, sedangkan pagi sampai sore Maira atau Bibilah yang akan menjaga. Arka sendiri sudah jarang menginap di sana karena ada Daneen yang asti nya juga akan sangat membutuhkan kehadiran Kakaknya meskipun ada Maira.


"Sayang..." panggil Rangga lembut, meski lelah ia tetap berusaha bercerita apapun yang ia lalui selama seharian ini.


"Aku sangat lelah, di kantor begitu banyak pekerjaan bahkan Bagas harus cuti selama. beberapa hari karena istrinya yang juga baru saja melahirkan..." lirihnya dengan wajah memelas. Sekilas Rangga menatap lekat wajah istrinya, yang kini tidak begitu pucat lagi.


"Untuk itu, aku minta maaf ya karena selama tiga hari ini Sekertaris lamaku yang akan menggantikannya, tapi aku janji tidak akan macam macam, lagipun dia sangat profesional sayang.." lanjutnya, kini wajahnya berubah lagi menjadi menggemaskan, ya walaupun sama sekali tak menggemaskan dan juatru lebih ke lebay.


"Aku merindukanmu istriku!" kemudian, Rangga mengecup punggung tangan istrinya dan meletakkan kepalanya di sana dengan mata terpejam, cairan bening yng sejak tadi di tahanpun tumpah seketika walau tak begitu deras namun masih bisa di rasakan Syakira jika ia sadar karena kini tangannya sudah basah akibat air mata suaminya.


"Cengeng...." lirih seorang membuat Rangga membuka matanya lebar saat mendengar suara yang sangat ia kenali dan bahkan rindukan selama. sebulan ini. Rangga mengangkat kepalanya perlahan, ia tak langsung menoleh pada Syakira.


"Awas ya kalo Mas selingkuh!" ulang suara itu lagi membuat Rangga memberanikan diri menatap Istrinya. Air mataoun kembali jatuh, ia sangat terharu, bahagia juga tak menyangka jika istrinya akan bangun sekarang. Rangga terpaku dengan bibir dan tubuh bergetar menatap istrinya yang kini sudah membuka mata bahkn tersenyum lembut ke arahnya.


"Gak mau peluk Papah!" suara lirih Syakira membuyarkan lamunan Rangga yang segera saja memeluk istrinya dan menangis terdmsedu sedu dalam dekapan sang istri yang sangat ia rindukan.


Syakira tak lagi berbicara, ia mengusap punggung suaminya pelan juga air matanya jatuh. Syakira sangat bersyukur masih di beri kesemoatan oleh Allah untuk bisa bersama sama lagi dengan keluarganya.


Sejak beberapa menit Syakira memang sudah sadar hanya saja ia masih belum sanggup membuka. matanya yang terasa berat juga kepalanya yang masih terasa pusing, namun saat ia mendengar Rangga yang mulai bercerita ia sengaja tetap diam dan ingin memberikan kejutan itu pada suaminya, dan lihatlah betapa terkejut dan bahagianya Rangga mengetahui jika istri tercintanya telah sadar dan membuka mata bahkan langsung tersenyum. padanya.


"Mas merindukanmu sayang!" lirih Rangga, suaranya sangat lemah dan bergetar namun masih bisa di dengar oleh Syakira.


"Sya juga Masmaaf selama ini sudah membuat Mas dan yang lainnya susah dan Mas masih sangat kerepotan.." ucap Syakira, ia menatap suaminya yang memang terlihat lelah, namun Rangga dengan cepat menggelengkan kepalanya ia mengusap lembut pipi sang istri yang masih pucat.


"Tidak. Mas akan lakukan apapun demi kalian...." gumamnya dan Syakira hanya bisa tersenyum haru mendengar perkataan suaminya.

__ADS_1


"Maaf sudah membuatmu menunggu lama Mas!" lirih Syakira, lagi Rangga kembali menggelengkan kepalanya ia sedikit berdiri dan membungkukan badannya lalu mencium ke ing Syakira agak lama dan kembali duduk menatap lekat sang istri


"Berapa lamapun, Mas pasti akan menunggu kamu kembali sayang.." ujar Rangga tersenyum hangat, sangat hangat senyuman yang selama hampir beberapa minggu ini tak pernah. muncul di bibirnya.


"Aku tahu! sangat tahu Mas. Makasih...." ucap Syakira bahagia mendapatkan pendamping hidup yang sangat mencintainya seperti Rangga.


"Mas yang makasih sayang, karena kamu sudah berjuang hingga sekarang dan kembali untuk Mas.." Rangga mengecup punggung tangan Syakira.


"Kata siapa buat Mas!" tanya Syakira meledek, Rangga menatap istrinya dengan wajah yang sedikit di tekuk dan cembetut.


"jadi buat siapa kalo bukan buat Mas?" Rangga yang kesal melihat kedua tangannya ke depan dada, wajahnya sangat tak bersahabat sekarang.


Syakira tersenyum tipis melihat wajah dan tingkah suaminya yang lucu di matanya. "Buat anak anakku lah.." jawab Syakira sambil menahan tawanya, namun Rangga tahu jika sng istri sedng mengerjainya.


"Kamu ya habis bangun tidur yang lama malah makin jahil saja.." ucap Rangga mencubit pipi Syakira gemas membuat yang empunya tersenyum cerah. Beberapa menit mereka saling pandang tanpa ada yang bicara, baik Rangga ataupun Syakira masih setia dengan diamnya hingga suara ketukan pintu membutarkan tatapan mereka dan beralih menatao ke arah pintu yang sudah terbuka. lebar dan menampakkan sosok Dokter wanita paru baya yang selama ini selalu merawat Syakira. Dokter itupun agak terkejut karena melihat Syakira yang menatao ke arahnya, namun sekeian detik berikutnya ia tersenyum senag karena akhirnya pasiennya sadar dari koma, iapun berjalan mendekati suami istri yang ads di depannya.


"Syukur Alhamdulillah, Bu Syakura sudah sadar." ucapnya membuyarkan lamunan keduanya yang saling pandang dan tersenyum kemudian menatap Dokter yang juga tersenyum ke arahnya.


"Maaf Dok, saya lupa buat panggil Dokter.." ucap Rangga, Dokter yang mengertipun hnya mengangguk sekilas dan senyuman hangat ia berikan pada. Syakira saat melihatnya


"Alhamdulillah, keadaan Bu Syakura sudah jauh lebih baik namun tetap harus terus saya awasi selama beberapa hari kedapan ya!" ujar Dokter ramah, setelah ia memeriksa pasiennya.


Rangga dan Syakira mengangguk bebarengan.


"Makasih Dok..." ucap Rangga dan Syakira bersamaan. Dokter kembali tersenyum hangat pada keduanya.


"Sama sama. Kalau begitu saya permisi, jika ada apa apa langsung panggil saya saja..." ucap Dokter masoh setia dengan senyum hangatnya. Keduanya kembali mengangguk dan Dokter itupun segera keluar dari ruangan Syakira karena tak ingin mengganggu kebahagiaan keduanya untuk saling melepas rindu.

__ADS_1


"Mas..." panggil Syakira yang kini sudah menatapnya.


"Ya sayang!" jawab Rangga, ia menggenggam erat tangan istrinya seolah tak ingin lagi kehilangan sang istri. Syakira tersenyum manis merasakan genggaman tangan suaminya pada tangannya.


"Anak kita?" tanya Syakira.


Rangga tersenyum, ia mengecup punggung tangan Syakira juga mengecup kening istrinya dengan sayang.


"Di rumah, sama Kak Maira.." jawab Rangga dengan senyuman kebahagiaan karena istri dan juga buah hati mereka bisa selamat. Meskipun sekarang Syakira tak lagi memiliki rahim karena harus di angkat demi menyelamatkannya.


"Anak kita juga selamat Mas?" Syakira terkejut, ia fikir jika anak mereka tak bisa di selamatkan karena samar samar ia masih bisa. mendengar jika suaminya mengatakan agar Dokter menyelamatkan nyawanya.


"Hmm, anak kita selamat atas izin Allah anak kita bisa bertahan hingga sekarang sayang..." jawab Rangga, ia juga memberikan senyuman hangat. Tanpa terasa air mata Syakira kembali jatuh dan Rangga menghapusnya dengan penuh cinta.


"Kenapa nangis sayang?" tanya Rangga, ia sedikit khawatir jika istrinya merasakan sakit.


"Aku bahagia Mas, aku gak nyangka anak. kita bisa selamat dan aku juga bisa berkumpul lagi sama kalian.." jawab Syakira, meski di sela tangisnya senyuman kebahagiaan sangat jelas terpaut di bibir juga wajahnya.


"Mas juga sangat bahagia sayang..." ucap Rangga, ia kembali mencium punggung tangan Syakira beberapa kali. Syakira hanya tersenyum mendapat perlakuan manis dan penuh cinta dari sang suami.


Ranggapun sudah mengabari kabar bahagia sadarnya Syakira kepada seluruh keluarga, dan mereka semuapun tak kalah bahagia dengan Rangga terutama Arka yang langsung sujud syukur saat mendengar kabar itu. Ia bahkan sampai menangis dalam pelukan Maira yang juga menggendong Baby Daneen.


Keesokkannya barulah mereka semua berkunjung ke rumah sakit untuk menemui Syakira, juga Daneen yang sengaja di bawak oleh Maira atas keinginan Syakira yang ingin melihat buah cintanya bersama Rangga suaminya.


Lanjut up...


Alhamdulillah, Syakira bangun juga.....

__ADS_1


Makasih yang masih setia nih....


😊🙏🙏


__ADS_2