
Senin pagi, Syakira juga Arka sama sama sudah bersiap untuk melakukan aktivitas masing masing, begitu pula dengan Regar yang sudah siap untuk memperjuangkan pujaan hati yang lebih dua tahun ini masih belum ada kejelesan walaupun sekarang ia sudah mendapatkan restu dari Rani Mamah dari pujaan hatinya, namun dengan syarat jika Regar ingin menikahi Mara putrinya maka harus menunggu hingga Mara wisuda.
"Wah, tampannya adik Kakak satu ini!" ucap Maira mengacak acak rambut Regar yang segera ia rapikan kembali.
"Kakak, jangan gitu nanti ganteng nya hilang."
"Hahaha, Paman gak ada bedanya tetep gak bisa menarik perhatian Kak Mara..." ucap Arka membuat Regar kesal dan hendak menangkap Keponakannya itu namun Arka segera bersembunyi dari balik Syakira yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Eh eh, udah udah, klian ini udah gede juga masih aja berantem!" ujar Syakira menjauh dari dua orang yang yang pagi pagi sudah membuat keributan. Setelah mendapat teguran dari Syakira, mereka berduapun segera duduk di kursi dan mulai menyantap makanan yang sudah di siapkan Maira.
"Kak, hari ini Sya mungkin lembur jadi kalian gak usah nungguin Sya buat makan malam ya." ucap Syakira setelah menghabiskan makanannya
"Ya, nanti pulangnya jangan terlalu malam ya Dek, soalnya kamu kan cewek dan sendirian lagi." ujar Maira dan langsung di anggukkan kepala oleh Syakira.
"Bunda, jangan terlalu capek nanti sakit!" ujar Arka memandang Bundanya yang langsung tersenyum pendapatkan perhatian dri anaknya.
"Arka, hati hati, jngan ngebut bawak motornya!" nasehat Syakira.
"Ya Bun, Arka berangkat. Assalamualaikum.." Arka. mencium tangan Bundanya lalu bergegas naik ke motor hadiah dari Pamannya Regar.
"Waalaikumussalam, hati hati Nak." teriak Syakira saat anaknya sudah semakin jauh..
"Mau bareng Kak?" ajak Regar saat sudah di depan Syakira dengan motornya.
"Gak deh, Kakak trauma di bonceng kamu.." jawab Syakira segera masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju Cafe. Regar hanya tersenyum mendengar pernyataan Syakira Kakak sepupunya.
"Pagi semua..." sapa Syakira saat ia sudah memasuki Cafe dan melihat karyawannya yang sudah datang lebih awal.
"Pagi Bu..." jaqab semua serempak.
"Bu Rani udah ada?" tanya Syakira pada karyawan yang berdiri tak jauh darinya.
"Udah Bu, baru aja sampe." jawabnya tersenyim
"Saya masuk, selamat bekerja semua.." ucap Syakira tersenyum ramah melihat semua karyawannya. Mereka semua hanya tersenyum dan mulai melaksanakn tugas masing masing. Risa yang kebetulan sudah tiba di sanapun memperhatikan Syakira.
"Siapa?" tanya Risa pada teman kerjanya
"Itu Bu Syakira, salah satu pemilik Cafe ini temennya Bu Rani." jelasnya, Risa sedikit terkejut, pasalnya nama wanita tadi sama dengan mantan istri Paahnya yang sudah ia khianati dan Mamahnya lah yang sudah merebut Papah dari Wanita bernama. Syakira.
"Kenapa?" tanya teman kerja Risa yang melihat wajah Risa seperti sangat terkejut.
"Ah, gak kayak mirip sama orang yang aku kenal sih, tapi kayalnya bukan deh." jawab Risa tersenyum kaku.
"Ohh..." mereka berdua kembali mengerjakan tugas hingga jam Cafe buka dan sibuk melayani para pembeli.
"Hari ini keknya kita bakalan lembur deh?" ucap Rani memandang ke arah Syakira yang juga sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Kayaknya..." jawab Syakira tetap fokus dengan pekerjaannya
"Kayaknya kita butuh orang deh buat ngurus Cafe cabang." ujar Rani kembali fokus pada berkas berkas di depannya
__ADS_1
"Kenapa? kan aku atau kamu juga bisa!" jawaban sekaligus pertanyaan ia lontarkan pada Rani.
"Iya, soalnya kita gak bisa setiap hari ke sana, sedangkan Cafe itukan baru jadi harus ada yang bisa ngontrol setiap hari." jelas Rani yang sudah mendoring kursinya ke dwpan meja kerja Syakira yang seperti berfikir.
"Hm, iya juga sih ya...."
"Terus menurut kamu siapa yang cocok?" tanya Syakira, ia malas jika harus mencari orang lagi.
"Gimana kalo Regar aja kita kirim ke sana, lagian gak jauh juga dari Cafe ini dan juga itukan tanah peninggalan Papahnya. Gimana menurutmu Sya!" ucap Rani meminta pendapat Syakira yang diam memikirkan semua perkataan Rani.
"Boleh juga, aku yakin Regar pasti setuju."
"Ya udah deh, aku telpon Regar dulu buat ke sini." ujar Syakira segera mengambil telponnya dan menekan nomor Regar.
"Ok..." jawab Rani kembali ke meja kerja
Dua kali Syakira mencoba menghubungi Regar, namun tak kunjung di angkat hingga panggilan ketiga barulah terjawab.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam..."
"Kenapa Kak, tumben nelpon?" tanya Regar
"Lagi di mana?" tanya Syakira
"Di Cafe Kak, kenapa?"
"Ya deh, sejam. lagi aku sampe..." jawab Regar kemudian menutup telponnya
"Gimana?" tanya Rani saat Syakira sudah selesai menelpon
"Sejam lagi dia sampe." jawab Syakira kembali fokus dengan berkas berkas yang kian menumpuk dan jarinya yang lentik mulai sibuk dengan kumputer di hadapannya.
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumussalam, masuk Re.." jawab Syakira mempersilahkan Regar masuk
"Kenapa kak?" tanya Regar saat sudah duduk di hadapan Syakira juga Rani yang berdiri di sampingnya.
"Gini, kan kamu sering ke Cafe cabang jadi Kakak dan Kak Rani fikir mungkin sebaiknya kamu stay di sana aja dan mengurus Cafe di sana, karena Kakak sama Kak Rani gak mungkin bisa ke sana tiap hari." jelas Syakira, Regar hanya diam mendengarkan.
"Di sana kamu akan jadi manager. Gimana Dek! mau kan?" lanjut Syakira.
"Ok, Regar sih gak keberatan asal....." jawab Regar menggantung kata katanya.
"Asal....!" ujar Rani memicingkan sebelah alisnya, ia sebenarnya sudah tahu apa yang akan di katakan adik sepuou sahabatnya itu.
"Asal, aku akan di terima jadi menantu Kakak, deal!" ujar Regar tersenyum ke arah Rani yang sudah melotot ke arah Regar.
"Dasar kamu, gak ada." jawab Rani mengalihkan pandangannya ke arah Syakira dengan kedua tangan di lipat depan dadanya.
__ADS_1
"Ya sudah kalian bisa cari orang lain.." ucap Regar hendak berdiri, melihat itu Syakira mencoba menjadi penengah
"Ran, kamu mau cari orang baru?" tanya Syakira menatap Rani, sebenar ia hanya ingin mempermudah jalan Regar untuk lebih dekat dengan Mara, sekaligus agar Cafenya tetap aman terkendali.
"Hah, ok fine, deal..." jawab Rani dengan kesal.
"Kalo gitu aku balik ke Cafe lagi." ujar Regar tersenyum bahagia mendapat persetujuan dari Rani
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumussalam.." jawab Syakira yang ikut bahagia melihat Regar yang semakin bersemangat untuk meraih cintanya
"Ran, kamu bilang udah merestui!" tanya Syakira saat melihat sahabatnya itu masih terlihat kesal.
"Iya, tapi aku masih harus melihat keseriusan Regar buat bisa menjadi menantuku Sya.." jelas Rani
"Ya aku tahu, tapi aku yakin Regar pasti akan selalu menjaga anak kamu, dan aku tahu bahwa Regar sangat mencintai Mara dengan tulu." ucap Syakira
"Semoga Sya, karena aku gak mau nanti anakku akan tersakiti." jawab Rani sendu mengingat kehidupannya dahulu.
"Percayalah, Regar akan mencintai Mara." ucap Syakira memegang pundak Rani yang menatap ke arahnya sambil mengangguk mencoba meyakini apa yang di katakan oleh sahabatnya Syakira yang bahkan sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.
"Jika Regar sampai menyakiti Mara, aku sendiri yang akan mwmukul juga menjewer telinganya." lanjut Syakira memperagakan orang yang sedang memukul dan menjewer telinga seseorang membuat Rani tersenyum melohat tingkah konyolnya.
"Sekarang kita hanya perlu bahagia, melihat anak anak kita yang mulai tumbuh dan menemukan kehidupan mereka sendiri. Kita hanya perlu mendukung juga memberi sarang jika mereka mulai salah mengambil langkah tanpa meninggalkan." jelas Syakira menatap lekat mata Rani yang juga menatap ke arahnya.
"Kamu benar, kitapun perlu bahagia." jawab Rani tersenyum.
"Ahhh, rasanya aku benar benar lelah sekarang! mau makan?" tawar Syakira
"Boleh, kita kebawah!" ajak Rani yang langsung di setujui Syakira yang menggandeng lengannya menuju lantai bawah. Setelah tiba mereka segera memesan makanan kepada karyawan dan mulai menyantap dengan sangat lahap, karena mereka memang sangat lapar.
"Apakah Bu Syakira adalah orang yang sama dengan orang yang sudah Mamah dan Papah sakiti!" lirih Risa memandang ke arah Syakira yang sedang asik menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh para karyawan mereka berdua.
Risa terus memandangi Syakira hingga wanita itu kembali ke ruangan kerja mereka.
"Ris kenapa?" tanya teman kerjanya melihat Risa yang lebih sering melamun hari ini.
"Hm, gak kok cuma agak kurang sehat aja."
"Tapi gak papa kok.." lanjut Risa tersenyum, ia kembali mengerjakan pekerjaannya hingga selesai.
Hari ini menjadi hari yang sangat melelahkan bagi Syakira dan Rani, karena mereka harus lembur dan pulang agak larut.
Up lagi, jangan bosen ya....
Makasih yang udah mau mampir baca, jangan lupa buat like dan komen yang mendukung ya, biar author makin semangat...
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏
__ADS_1