
Syakira sedang duduk di taman sambil memperhatikan Arka yang sedang bermain layangan bersama Regar adik sepupunya, ia tersenyum melihat kebahagiaan anaknya meski tanpa Ayah di sisinya.
"Sya.." panggil Maira yang duduk di samping Syakira yang segera tersenyum.
"Kenapa melamun?" tanya Maira
"Gak Kak, aku bahagia bisa lihat Arka seseneng ini sekarang." ujar Syakira kembali tersenyum menatap putra sematawayangnya.
"Aku rasa sudah saatnya kamu memiliki kehidupan yang baru Sya!" ucapnMaira menatap lekat manik mata adik sepupunya yang seperti adik kandungnya sendiri.
"Maksudnya?" tanya Syakira tak mengerti.
"Menikah.." ucap Maira, Syakira terdiam.
"Arka butuh sosok seorang Ayah di sampingnya, meskipun ia terlihat bahagia pasti ada kalanya ia juga merasa sedih dan butuh dukungan seorang Ayah seperti temannya yang lain." ucap Maira. Syakira mendengarkan semua perkataan Maira dengan memandangi anaknya yang sedang menatap ke arah lain dengan tatapan lain. Melihat itu, Syakirapun mengikuti tatapan anaknya dan mendapati seorang Ayah yang sedang mengajari anaknya bersepeda.
"Sya, Arka butuh Ayah." ucap Maira lagi juga melihat apa yang Syakira dan Arka lihat saat ini. Syakira kembali terdiam, ia menundukkan kepalanya sedih.
("Benar, tapi aku bahkan tak pernah dekat dengan pria manapun, karena selama ini aku selalu menutup diri.") batin Syakira.
"Bundaa..." panggil Arka yang sudah berada di hadapannya. Mendengar panggilan putranya, Syakira mengangkat kepalanya dan menatap Arka yang tersenyum.
"Maafkan Bunda sayang!" ucap Syakira menangis memeluk Arka.
"Bunda kenapa?" tanya Arka tak mengerti mengapa Bundanya menangis.
"Maaf Nak!" ucap Syakira lagi sembari nelepaskan pelukannya.
"Kenapa Bunda minta maaf?" tanya Arka menghapus air mata Syakira.
"Maaf, Bunda belum bisa memberikan kebahagiaan seperti anak lain." ungkap Syakira menatap keluarga lain yang juga sedang berlibur di hari minggu di tempat yang sama dengan mereka. Arka mengikuti arah mata Syakira, ia terkejut ternyata Bundanya melihat apa yang ia lohat barusan.
"Arka bahagia asal selalu bwrsama dengan Bunda.." ucap Arka menatap Bundanya.
"Bun, Arka tahu apa yang Bunda fikirkan, tapi percayalah Arka hanya butuh Bunda untuk selalu di sisi Arka."
"Jika suatu saat nanti kita bertemu Ayah, Arka berharap Bunda tak kembali bersama Ayah. Bunda juga berhak untuk bahagia, dan Arka akan selalu bahagia jika Bunda bahagia." lanjutnya memeluk Syakira uang terharu dan kembali menangis setelah mendengar penuturan anaknya yang semakin dewasa. Maira dan Regarpun ikut merasakan apa yang Syakira rasakan, mereka memegang pundak Syakira dan tersenyum menatapnya.
"Makasih Nak, Kak, Re." ucap Syakira memandangi wajah orang-orang yang sangat menyayanginya.
"Bun, Arka main lagi ya. Bunda jangan sedih lagi." ucap Arka tersenyum kemudian berlari menarik tangan Regar setelah mengecup pipi Bundanya.
"Arka sudah semakin dewasa!" ucap Maira menatap keponakannya yang sudah lebih tinggi darinya juga Syakira.
"Ya." awab Syakira juga menatap anaknya yang sudah bermain kwmbali bersama Pamannya.
"Kak, air minum nya habis!" ucap Syakira saat ingin minum dan melihat wadah air yang sudah koaonh.
"Ya udah, biar Kakak beli dulu di minimarket dekat sini." ucap Maira hendak berdiri, namun di tahan oleh Syakira yang lebih dulu berdiri.
__ADS_1
"Gak usah Kak, biar Sya aja." jawab Syakira tersenyum, Maira hanya mengangguk dan tersenyum menatap kepergian adiknya. ("Ya Allah, bahagiaanlah Syakira, Engkau maha tahu dia orang yang baik.") batin Maira.
Syakira keluar dari Minimarket setelah mendapatkan apa yang ia inginkan dan berjalan menuju taman di mana keluarganya sedang berkumpul.
"Hai..." tiba-tiba dari arah sampingnya ada seorang pria yang membuatnya sedikit kaget.
"Astagfirullah.." Syakira menatap pria di sampingnya.
"Maaf, kaget ya!" ucapnya tersenyum terus mengikuti langkah Syakira.
"Ngapain kamu ngikutin aku terus?" tanya Syakira setelah menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah pria di sampingnya.
"Oh, ayolah aku hanya ingin mengenal dirimu." ungkapnya juga menatap Syakira.
"Apa yang ingin kau tahu?" tanya Syakira lagi masih mencoba menahan rasa kesalnya.
"Segalanya tentang dirimu.." jawab Pria itu. Mendengar jawab Pria yang tak ia kenal, walau sudah dua kali bertemu, Syakira menautkan sebelah alisnya.
"Maksudnya?"
"Aku sangat tertarik denganmu, dan aku ingin lebih mengenal dirimu!" ungkap Pria itu.
"Siapa namamu?" tanya Syakira
"Hah, padahal kita sudah bertemu dua kali, dan kau melupakan nama indah ku!" ucapnya memberikan ekspresi sedih. Syakira memutar bola matanya malas.
"Hahah, ternyata kau sangat sulit di ajak bercanda ya!"
"Kau harus mengingatnya, Rangga." ucapnya lagi menekankan namanya.
"Ya, ya baiklah." jawab Syakira hwndak berjalan lagi, namun Rangga segera menghadangnya.
"Apa lagi?" tanya Syakira mulai kesal.
"Kau bahkan belum menjawab dan menyetujui permintaanku!" ucap Rangga
"Ya ampun kau ini..." Syakira menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Pertanyaan yang mana?" tanya Syakira.
"Apa kau mau jika aku mengenalmu lebih jauh?" ucap Rangga tersenyum.
"Ya baiklah, terserah kau saja." jawab Syakira, ia malas jika harus berdebat dengan pria asing yang bahkan baru tiga kali bertemu.
"Sungguh!" tanyanya
"Ya, sekarang menyingkirlah dari sana, aku mau lewat." jawab Syakira
"Ok..." ucap Rangga memberi jalan. Syakirapun kembali berjalan agak cepat karena ia ingin menghindari pria barusan.
__ADS_1
"Sya kamu kenapa?" tanya Maira saat melihat adiknya itu berjalan dengan terburu-bubru sambil melihat ke belakang.
"Ada orang aneh yang ngikutin aku terus dari tadi." jawab Syakira sedikit agak ngos-ngosan.
"Duduk dulu." ucap Maira menepuk sampingnya agar Syakira duduk di sebelahnya.
"Siapa?" tanya Maira lagi penasaran.
"Gak tahu, tapi namanya Rangga." jawab Syakira
"Rangga!"
"Hmm, orang aneh.." ungkap Syakira mwnggelengkan kepalanya saat mengingat kejadian barusan.
"Memangnya apa yang dia lakukan sama kamu Dek?" Maira yang semakin penasaran pun terus menanyai pria yang di maksud adiknya
"Kakak tahu, dia bilang ingin mengenal Sya lebih jauh. Apa gak aneh coba?" ucap Syakira memandang Kakaknya saat menceritakan pria bernama Rangga dengan kesal.
"Ehemmm..." Maira menahan tawanya saat mendengar penuturan Syakira yang langsung menoleh ke arahnya dengan ekspresi kesal.
"Kenapa?" tanya Syakira menatap Maira
"Kau ini..." ucap Maira menjentik kening adiknya pelan.
"Mungkin dia adalah jawaban dari semua yang barusan kita bicarakan Dek!" ucap Maira memandang Syakira serius.
"Kak, aku bahkan baru bertemu dengannya tiga kali, bagaimana mungkin dia...." ucapnya mwnggantung saat mengingat kejadian tadi yang membuat mood nya rusak.
"Ah, sudahlah bahkan mengingatnya aja aku udah kesal." ungkap Syakira
"Ingat, bisa aja nanti rasa kesal itu berubah menjadi suka kemudian cinta." ucap Maira yang sidah berdiri dan berjalan ke arah Arka dan Regar, iapun ikut bermain bersama dengan mereka.
"Aku sama dia...." ucapnya pelan sambil menggelngkan kepalanya tak yakin dengan ucapan Kakaknya, namun tanpa ia sadari sendiri jika saat ini dia sedang tersenyum tipi, sangat tipis.
"Bundaaaa..." panggil Arka berlari ke arahnya.
"Jangan lari sayang.." ucap Syakira lembut menyambut Arka yang sudah duduk di sebelahnya.
"Minum.." tawar Syakira memberikan sebotol air mineral dan langsung di terima Arka kemudian meminum nya hingga tersisa setengah.
"Hai, jangan di habiskan!" ucap Regar merebut air dari tangan Arka.
"Paman, itukan punya Arka!" ucap Arka cemberut. Ya, Arka akan terlihat seperti anak kecil jika di hadapan keluarganya, namun ia juga bisa terlihat dewasa di waktu tertentu seperti tadi, dan ia bisa sangat dingin dan cuek saat berada di hadapan orang asing seperti Wulan dan gadis lain yang mengejar dirinya.
"Aku pasti bisa mendapatkan kamu Syakira, dan aku berjanji tak akan menyakiti dan mengkhianatimu seperti ba**ngan itu." ucap Rangga yang ternyata mengikuti Syakira secara diam-diam, dan saat ini ia sedang memandangi wanita pujaannya yang sedang tersenyum bahagia bersama keluarga juga anaknya.
Ok deh, balik lagi sama Syakira....
Makasih yang udah mampir baca, jangan lupa like dan komen yang mendukung ya, biar author makin semamgat lagi...
__ADS_1
Makasih orang baik.....
🙏🙏🙏