Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku

Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Kehangatan


__ADS_3

Keadaan rumah sakit sudah ramai tepatnya di depan ruangan Syakira, mereka sedang menunggu di perbolehkan masuk untuk bisa menemui Syakira.


Setelah menunggu beberapa saat barulah seluruh keluarga di perbolehkan masuk, Arka yang paling antusias segera menerobos masuk dan berlari kecil ke arah sang Bunda yang sudah menyambutnya dengan senyuman hangat.


"Bunda..." lirihnya saat ia sudah berada di hadapan Syakira yang sudah merentangkan tangan Sesaat Arka justru terpaku menatap Bunda dengan air mata yang mulai berjatuhan.


Arka berhambur ke dalam pelukan Syakira, ia menangis tanpa suara.


Seluruh keluarga yang juga sudah masuk dan berdiri mengelilingi Syakirapun tak kalah terharu, mereka semua menangis bahkan Bibi juga Maira sudah menangis sampai terisak. Maira menyerahkan Baby Daneen pada Rangga yang sudah duduk di samping Syakira yang segera mengalihkan pandangannya menatap bayi mungil perempuan yang telah ia lahirkan.


"Mas...." lirih Syakira, Rangga hanya mengangguk dengan senyuman hangat menatap istrinya yang kembali menjatuhkan air matanya bahagia.


"Anakku...." Syakira meraih Baby Daneen dari gendongan Rangga, ia menatap lekat wajah sang anak dengan penuh haru. Syakira duduk bersandar, ia mengusap wajah lembut Daneen.


Baby Daneen tampak nyaman dalam dekapan Syakira, ia tersenyum dengan mata berkedip kedip menambah kecantikan serta menggemaskan.


Syakira tersenyum kecil dan terus menatap bayinya, mencium seluruh wajah sang anak yang sama sekali tak merasa terganggu akan perlakuannya barusan dan justru semakin tersenyum lebar seolah menyukai akan Syakira yang terus saja memberikannya ciuman hangat seorang Ibu.


"Namanya Daneen durriyan, sesuai sama yang kamu mau sayang..." ucap Rangga, juga membelai pioi Baby Daneen dengan mata yang menatap Syakira.


"Daneen..." gumamnya, kembali menatap bayinya yang bergerak gerak dalam gendongannya.


Seluruh keluarga juga sahabat sangat bahagia atas sadarnya Syakira, bahkan sahabat sahabat Syakira datang jauh jauh demi ingin melihat sahabat mereka yang sudah lama tak mereka temui setelah Rangga mengabari suami mereka jika Syakira telah sadar. Ya mereka adalah Hana dan Sisi, dan merekapun telah memiliki anak.


"Sya, aku seneng akhirnya kamu bisa kembali ke tengah tengah kita lagi! jangan buat kami takut lagi Sya..." ucap Hana yang berdiri tak jauh dari Syakira, ia menangis sampai tersedu sedu melihat sahabat baiknya, sang Suamipun selalu setia mendampingi.


Syakira menatap Hana juga Sisi yang berdiri berdampingan beserta suami mereka, ia tersenyum lembut ke arah keduanya sambil menggendong anaknya.


"Maaf, sudah buat kalian semua khawatir." ucap Syakira menatp seluruh orang yang berdiri mengelilinginya.


"Syakira..." panggil Maira yang berjalan mendekati Syakira di dampingi Dokter Erick di sampingnya.


Syakira melirik Rangga sekilas, Rangga hanya mengangguk sekilas dan tersenyum.


"Kakak seneng kamu udah bngun dek, jangan gitu lagi ya Kakak sangat takut sayang..." ujar Maira, ia mengusap pipi Syakira dengan penuh kasih. Syakira hanya mengangguk dan beralih menatap Dokter Erick yang selaku merangkul pinggang Maira.


"Khemm, jadi selama Sya koma, kalian malah merajut kasih ya!" gumam Syakira dengan senyuman menggoda. Maira melirik Dokter Erick dan tersenyum malu saat mendengar ucapan adiknya...


"Ya, Dokter Erick mengambil kesempatan dalam kesempitan Sya.." kali ini Rani menyahut, ia sedikit menyenggol lengan Maira sedang Agus hanya tersenyum. melihat tingkah istrinya yang selalu saja menggoda pengantin baru itu.


"Rani..." Maira menyubit pinggang Rani pelan dengan wajah malu dan sudah memerah, semua orang yang ada di sanapun tersenyum melihat Maira dan Rani. Mereka berduapun akhirnya mundur dan Rani beralih menatap Syakira.


"Bangunnya akhirnya!" ucap Rani menatap kesal pada Syakira yang hanya bisa tersenyum kikuk di tatap seperti itu oleh sahabat baiknya.

__ADS_1


Rani melipat kedua tangannya dan tak mengalihkan pandangannya dari Syakira.


"Maaf Ran, gak lagi deh! ampun!" jawab Syakira menunjukkan dua jari yang membentuk huruf V.


"Gue maafin, tapi jangan di ulangi ya!" ucap Rani, meskioun ia terlihat kesal namun matanya yang sejak tadi sudah berkaca kaca akhirnya menumpahkan cairan bening yang sudah yak bisa lagi ia tahan. Rani segera saja menghambur ke dalam pelukan Syakira dan menangis di sana.


"Cupcup, malu ah udah tua juga masih cengeng..." ucap Syakira meledek, namun tangannya terus mengusap punggung Rani, seluruh orang hanya bisa tersenyum haru. Jangan lupa bahkan semua orang yang hadir kini memiliki pasangn masing masing tinggal Arka dan Habibi saja yang belum karena masih sekolah.


"Dasar kamu!" lirih Rani, ia melepaskan pelukannya dan di sambut oleh Agus yang segera menariknya kedalam pelukan. Mereka berduapun mundur setelah puas saling melepas rindu.


Giliran Paman dan Bibi, mereka juga hanya bisa mengucap syukur akan keselamatn keponakan mereka. Risa pun memeluk Syakira, ia juga bahagia karena bisa melihat Syakira lagi dengan senyuman yang menenangkan.


"Tante, jangan sakut lagi ya!" ucap Risa dengan air mata yang sudah jatuh kembali saat berada di hadapan Syakira.


"Gak lagi.." jawab Syakira sebelah tangannya mengusap pipi Risa juga anak yang ada dalam gendongannya. Farhan ikut tersenyum, meski tak begitu dekat dengan Syakira namun ia tahu jika istrinya sangat menyayangi wanita di hadapannya.


"Anak kamu sangat tampan. Ah! rasanya Tante jadi ingin me jodohkan anak Tante sama anak kamu!" ucap Syakira, menatap putra Risa yang memang sangat tampan dan sangat mirip Ayahnya.


Risa juga Farhan hanya bisa tersenyum. mendengar penuturan Syakira. Merekapun mundur setelah puas bercengkrama dengan Syakira.


"Kak Sya..." kali ini Regar juga Mara yang maju, meski tak sampai menangis seperti yang lain, namun Regar dan Mara tak kalah bahagia atas sadarnya Syakira.


"Wah adek Kakak udah jadi Ayah ya!" ucap Syakira menyambut sang Adik sepupu dengan senyuman mengembang menatap keluarga kecil merwka.


"Um, anak Re cantik kan gak kalah cantik sama Daneen.." ujar Regar sekilas menatap Baby Daneen yang masih berada dalam gendongan Syakira.


"Kami seneng Kak Sya akhirnya sadar, Mas Regar bahkan susah tidur selama Kak Sya sakit.." jujur Mara membuat Regar menatapnya.


"Mana ada!" sahut Regar dengan wajah kesalnya. Syakira tersenyum, ia tahu apa yang di katakan Mara adalah kebenaran namun Regar memang orang yang gengsinya tinggi jadi pasti tak akan mengakuinya.


"Kakak tahu!" jawab Syakira menatap Regar yang sudah mundur lebih dulu dan di ikuti Mara yang sudah menjauh dati Syakira dan kembali berdiri di samoing suaminya.


"Kenapa pake di kasih tahu sih yang!" bisik Regar, Mara kembali tersenyum. Syakira yang memperhatikan Regar juga kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Semua orang sudah mengatakan apa yang ingin mereka katakan pada Syakira, hingga beberapa jam kemudian mereka keluar dari ruangan Syakira dan kembali ke rumah masing masing dengan hati yang lega dan bahagia atas kembalinya sosok panutan mereka yang begitu mereka kasihi dan sayangi.


Tinggallah Rangga, Arka, dan Baby Daneen di dalam ruangan Syakira. Mereka masih melepas rindu dan berkumpul bersama setelah selama satu bulan ini harus sama sama menahan rindu.


"Bunda..." panggil Arka, ia duduk di sisi ranjang Syakira yang selalu menggenggam tangannya.


"Hmmm..." dehem Syakira, ia menatap putranya dengan seksama dan melihat jika putranya itu semakin tampan saja, namun terlihat sedikit kurus membuat dadanya sedikit sakit.


"Arka mohon jangan seperti kemarin lagi ya! Arka sanagat takut Bun.." lirih Arka, sekuat tenaga ia menahan air matanya yang hampir jatuh.

__ADS_1


Syakira mengusap tangan anaknya yang ia genggam. "Maaf, Bunda sudah buat Arka sedih ya!" ucap Syakira. Arka menggeleng ia membalas tataan Bunda dan segera memeluk sang Bunda sebentar.


"Arka bahagia Bunda sudah kembali.." ujar Arka, ia tersenyum menatap wajah juga senyuman sang Bunda yang begitu ia rindukan.


"Bunda lebih bahagia Nak.." ucap Syakira tak kalah bahagianya.


Rangga hanya memperhatikan, ia duduk di kursi samping Syakira. Rangga juga sangat bahagia karena akhirnya keluarga mereka sudah bisa berkumpul kembali dan kini di tambah satu anggota baru yaitu Baby Daneen..


"Akhirnya, keluarga kita bisa bersama lagi..." ucap Rangga, Syakira juga Arka mengangguk bersamaan menatap Rangga yang tersenyum.


"Pah..." panggil Arka menatap sang Papah yang langsung menatapnya saat mendengar panggilan anaknya.


"Hmm." jawab Rangga


"Adek Wulan mau ke. sini bersama Papahnya, apa boleh!" tanya Arka ragu ragu saat mengatakannya, apa lagi melihat perubahan ekspresi sang Papah.


Sejenak Rangga terdiam begitupun Arka yang was was mendengar jawaban Papahnya juga Syakira yang hanya bisa diam memperhatikan wajah suaminya.


"Boleh.." jawab Rangga tersenyum tipis.


"Boleh Pah!" ulang Arka menatap Papah Rangga dengan wajah terkejut.


"Hmm." dehem Rangga dan kembali menatap Syakira yang sudah tersenyum padanya.


"Makasih Pah.." ucap Arka segera saja memeluk Rangga yang juga membalas pelukan anaknya.


Sejujurnya Rangga sama sekali gak keberatan jika Wulan yang berkunjung, tapi ada manatn suaminya juga yang akan ikut karena itulah Rangga sedikit merasa tak nyaman, namun ia tak bisa menolak karena ia tahu jika mantan suami istrinya adalah Ayah biologis putranya.


Seharian Rangga, Arka dan Daneen berada di sana menemani Syakira dari pagi hingga menjelang sore. Rangga sendiri sengaja tak masuk ke kantor hari itu dan menyerahkan seluruh urusan kantor kepada Sekertaris lamanya karena Bagas masih belum masuk bekerja, sedangkan Arka izin pada gurunya agar dia bisa menemani Bunda.


Sore hari Baby Daneen di jemput oleh Maira dan juga Dokter Erick yang kini sudah resmi menjadi suami Maira. Mereka terlihat sangat serasi dengan Dokter Erick yang selaku membututi kemanapun Maira pergi, ia terlihat sangat bucin dengan istrinya.


Malam itu Baby Daneen dan Arka harus kembaki ke rumah, walau tadi sedikit ada drama kecil karena Arka yang ingin menemani Bundanya dan menginap di sana, namun karena di rayu oelh Syakira barulah ia mau pulang bersama dengan Tante juga Adiknya.


Tinggallah Rangga yang seperti biasa akan menemani malam malam Syakira, bedanya kini ia tak akan lagi bicara sendiri karena istrinya sudah bangun dan bisa di ajak bicara. Rangga naik ke atas ranjang dan tidur di sana dengan Syakira yang ia peluk.


Rangga. mencium pucuk kepala Syakira, kemudian beralih ke bibirnya dan mengecupnya sekilas, membuat Syakira merasa malu hingga wajahnya memerah. Syakira menyembunyikan wajah merahnya ke dalam dada bidang sang suami.


"Kita tidur, kamu harus istirahat..." ucap Rangga dan Syakira hanya mengangguk kemudian ia mulai memejamkan mata.


Keduanya tidur sambil berpelukan mesra, saling menyalurkan kehangatan satu sama lain dan tidur dengan sangat nyenyak...


Lanjut lagiiii.....

__ADS_1


Makasih orang baik, dah selalu setia nunggu kabar Syakira.....


😊🙏🙏


__ADS_2